
Dokter Avena sedang sibuk mempersiapkan persiapan pernikahan Zidan dengan Yuli. Ia benar-benar antusias untuk mempersiapkan pernikahan kakak kandungnya itu. Tetapi dokter Avena juga tidak melupakan kewajibannya menjadi seorang dokter kandungan di rumah sakit keluarga Dirgantara.
Yang mana dokter Avena adalah salah satu Dokter kandungan andalan di rumah sakit Dirgantara. Itu terlihat jelas dengan keahlian dokter Avena menangani setiap kasus ibu melahirkan yang sedang kritis mampu ia selamatkan.
Tentunya dengan keahlian yang ia miliki. Hingga setiap dokter mengakui Kalau dokter Avena adalah dokter kandungan yang paling ahli di rumah sakit Dirgantara.
Dokter Avena datang menghampiri Zidan dan juga Yuli di kantor Dirgantara group. Untuk sekedar bertanya mengenai gaun pengantin yang akan mereka gunakan saat pesta pernikahan nanti. Yang ternyata busana pengantin yang mereka pesan sudah dipersiapkan oleh Mami Yolanda tepatnya di butik langganan Mami Yolanda.
"Bagaimana dengan Busana pengantin kak Yuli apa semuanya sudah kelar?" Tanya Dokter Avena kepada Zidan dan juga Yuli Setelah tiba di ruangan Zidan tepatnya di perusahaan Dirgantara Group. Dokter Avena sengaja menyempatkan waktunya menghampiri Zidan dan juga Yuli untuk sekedar bertanya mengenai persiapan foto prewedding dan juga busana pengantin Yuli dan Zidan.
Setelah memastikan busana pengantin yang akan digunakan Zidan dan juga Yuli sudah selesai, dokter Avena kembali berpamitan kepada Zidan dan juga Yuli untuk segera pulang ke rumah. Yang mana Di rumah Laura sudah menunggu kepulangan dokter Avena dan juga David
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih Empat puluh lima menit dari kantor Dirgantara group menuju rumah keluarga David, Dokter Avena pun tiba di sana. Selama ini dokter Avena sengaja tetap tinggal di sana, karena Laura sangat membutuhkannya di sana.
"Eh....ibu dokter sudah pulang!" ucap Laura sembari mengembangkan senyumnya ketika dokter Avena sudah masuk ke dalam rumah.
"Kak David sudah pulang?
"Belum mungkin kejebak macet!"sahut Laura singkat. Laura sama sekali tidak Mengetahui kalau diam-diam David mencari tahu tempat tinggal Aira dengan Washington.
David ingin sekali bertemu dengan anak kandungnya itu. Anak yang dibuangnya begitu saja ketika ia memilih menikah dengan wanita yang kaya raya pilihan kedua orang tuanya. Yang membuat hidup David menjadi hancur berantakan.
__ADS_1
Penyesalan sudah tidak ada gunanya. Bagi David ingin memperbaiki diri saja. Sehingga ia pun ingin menebus kesalahannya kepada Aira selama ini. Tetapi untuk saat ini Aira belum memberikan David kesempatan untuk bertemu dengan putranya sandiago.
Malam hari sudah tiba, tetapi David tak kunjung pulang membuat Laura sedikit gelisah. Karena Laura dengan setia menunggu David di rumah walaupun ikatan di antara mereka belum ada ikatan pernikahan. Tetapi karena rasa cinta dan kasih sayang yang dimiliki Laura terhadap David membuat Laura gelisah. Laura takut terjadi sesuatu kepada David.
Laura menghampiri dokter Avena di kamarnya dan meminta dokter Avena untuk segera menghubungi David karena ketika Laura berusaha menghubungi David. David tak kunjung mengangkat sambungan telepon seluler dari Laura.
Ketika Laura meminta dokter Avena untuk menghubungi David, dokter Avena langsung menghubunginya. Ia tidak ingin membuat Laura gelisah karena kepikiran kepada David. dokter Avena berulang kali menghubungi nomor ponsel David.
Tetapi David juga tidak kunjung mengangkat telepon seluler dari dokter Avena membuat dokter avena juga ikut gelisah karena hari sudah semakin larut David tak kunjung pulang ke rumah.
"Ada apa ini mudah-mudahan tidak ada terjadi sesuatu kepada kak David." gumam dokter avena di dalam hati sembari kembali menekan nomor ponsel milik David.
Laura Sudah menangis sesungguhkan mereka sudah berulang kali menghubungi nomor ponsel David tapi David tak kunjung mengangkat telepon seluler itu.
"Kak Laura lebih baik berdoa mudah-mudahan kak David tidak kenapa-kenapa. Mungkin ada sesuatu pekerjaan penting yang harus dikerjakan kak David. Sehingga ia tidak pulang sampai sekarang ini. atau Dia mungkin lembur." ucap dokter Avena agar Laura sedikit tenang.
Tiga jam kemudian, Laura tak kunjung tidur Jam sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari. Tetapi David tak kunjung pulang membuat rasa gelisah Laura semakin bertambah. Laura kembali menghubungi nomor ponsel David Tetapi nomor ponsel itu sudah berada di luar jangkauan.
"Ada apa ini Mas Mengapa kamu tidak mengabariku? Aku cemas Mas tangis Laura sembari menatap layar ponselnya berharap kalau David menghubungi dirinya.
Sementara di tempat lain David yang tak kunjung dapat bertemu dengan sandiago dan juga Aira. Ia memilih pergi ke sebuah klub untuk menenangkan dirinya. Saat itu David sangat kecewa karena Aira benar-benar tidak ingin bertemu dengannya. Padahal Ia sudah berusaha untuk meminta maaf kepada Aira Dan juga Washington atas penderitaan yang Aira rasakan selama ini karenanya.
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan agar kamu memaafkan saya Aira Dan memberiku kesempatan untuk memeluk dan mencium Putra kita."igawan demi ikawan keluar dari mulut David . Setelah banyak meminum alkohol yang ia pesan di klub itu. Ia sama sekali tidak ingat kepada Laura. Saat itu yang ia inginkan hanya mendapat Maaf Dari Aira Dan dapat memeluk putranya sandiago.
Club sudah semakin sunyi karena hari sudah pagi Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 subuh. Membuat orang-orang yang di club itu sudah banyak yang berpulangan. Bahkan para karyawan yang bertugas di klub itu pun sudah bersiap untuk pulang. Salah satu karyawan klub itu datang menghampiri David yang masih sibuk dengan pemikirannya sendiri.
"Maaf Pak Lebih baik anda segera pulang dari klub ini, karena kami harus segera tutup hari sudah pagi." ujar karyawan itu kepada David. David hanya menatap karyawan itu dengan tatapan penuh arti. Ia tidak mampu bangkit lagi karena terlalu banyak meminum alkohol.
"Apa Saya tidak layak mendapat maaf?
"Apa Saya tidak dapat merubah sikap saya?
coba kamu jawab pertanyaan saya." ucap David dengan suara rancu karena dirinya sudah mabuk.
Tetapi pegawai itu hanya menuntun David keluar dari club itu berniat untuk menaikkan David ke dalam taksi untuk menghantarkan david ke rumah keluarganya yang mana karyawan itu sudah lama mengenali David selama ini.
Ia juga sudah pengetahuan tempat tinggal David sehingga ia dengan mudah menaikkan David ke dalam taksi dan meminta taksi untuk menghantarkan ke alamat yang ia Tunjukkan.
Sementara mobil yang dikendarai terparkir di halaman club. Karyawan itu dengan sabar menuntun David masuk ke dalam taksi.
"Pak tolong antarkan Pak David ke alamat ini ya Pak ucap karyawan itu sembari memberikan kartu nama milik David yang ia punya. Sopir taksi itu pun menganggukkan kepalanya sembari melihat alamat rumah David yang ada di dalam kartu nama.
Bersambung......
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏💓💓🙏💙💙