Mama Muda

Mama Muda
MENGGODA SUAMI


__ADS_3

Washington baru mendapat kabar kalau Zidan agak siangan masuk kantor hari itu. Karena Zidan lebih dulu mampir ke Kantor Hamdan Group perusahan milik orangtua Zidan dan Avena. Yang dikelola oleh David kakak angkat Dokter Avena selama ini. Washington terlihat sibuk dalam mengurus urusan kantor Dirgantara.


Deringan ponsel milik Washington terdengar jelas ditelinga Washington. Ia melihat layar ponselnya, kalau Aira yang menghubungi Washington. Washington langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Aira.


"Hallo assalamualaikum istriku yang cantik sapa Washington berbasa-basi membuat Aira langsung terkekeh ketika mendengar sapaan suaminya.


"Hallo waalaikumsalam juga suamiku yang tampan, sahut Aira tidak mau kalah dari basa-basi Washington.


"Ada apa Sayang apa kamu sangat merindukan mas?


"Tidak mungkin seorang istri tidak merindukan suaminya, apalagi suaminya itu sangat tampan seperti kamu Mas.


"Jangan terlalu membual Sayang, ada apa coba katakan kepada Mas Mengapa kamu tiba-tiba menghubungi mas?'


"Tidak ada apa-apa Mas, hanya ingin mendengar suara mas saja. Habis mas ngangenin sih." ucap Aira membuat Washington semakin gemas mendengar suara istrinya. Seolah Washington ingin segera pulang kerumah untuk bertemu dan melahap istrinya yang sudah sedari tadi menggodanya.

__ADS_1


Padahal Washington saat ini sangat sibuk. Tetapi ketika mendapat telepon seluler dari sang istri tercinta. Membuat Washington melupakan pekerjaannya sejenak. Washington begitu bahagia mendapat perhatian dari istrinya. Padahal baru beberapa jam yang lalu Washington bersama dengan Aira dan putranya sandiago.


"Mas jaga hatimu untuk ku ya, jangan sampai macam macam disana." ucap Aira mengingatkan suaminya agar suaminya benar benar menjaga cinta dan keutuhan rumah tangga mereka.


"Jangan kwatir sayang, mas akan selalu menjaga hati ini untuk istri mas yang paling cantik mas." ucap Washington meyakinkan istrinya agar Aira tidak merasa kau Washington akan berpaling darinya.


Setelah selesai berbicara dengan Washington, Aira memutuskan sambungan telepon selulernya agar Washington dapet menyelesaikan tugas dan tanggungjawab di kantor Dirgantara group.


Washington tersenyum menatap layar ponselnya, setelah selesai berbicara dengan istrinya Aira. Wanita yang mampu memporak porandakan hati Washington, semenjak Meraka berada di kampung halaman Aira tepatnya di Manado.


Laura dan David sudah berada di dirumah sakit Dirgantara. Untuk melihat perkembangan kesehatan pak Hasan setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit.


"Assalamualaikum ayah!"sapa Laura sambil langsung memberi salam kepada pak Hasan yang berbaring di atas Branker. Di punggung tangan kiri pak Hasan tertancap jarum infus.


"Alhamdulillah sudah agak baikan nak." sahut pak Hasan sambil berusaha mengembangkan senyumnya. Kasih sayang seorang ayah memang sangat luar biasa kepada anak anaknya. Begitu juga yang dirasakan Laura saat tinggal bersama pak Hasan. Walaupun mereka sudah kehilangan sosok ibu saat Laura dan adik adiknya masih kecil.

__ADS_1


Pak Hasan selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada anak anaknya. Walau pak Hasan bekerja hanya seorang pemulung. Tetapi untuk menafkahi anak anaknya. Ia selalu berusaha agar pak Hasan dapat menyekolahkan anak anaknya. Dan setelah Laura lulus SMA, Laura memilih langsung bekerja di sebuah toko bunga. Berniat untuk membantu kebutuhan ekonomi keluarganya.


David menghampiri Lita yang sedari tadi pagi setia menemani pak Hasan di rumah sakit. Sementara Bambang sudah pulang terlebih dahulu, gantian dengan Lita menjaga pak Hasan dirumah sakit. Bambang sengaja langsung pulang kerumah agar dirinya dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian Akhir esok hari.


Berharap dirinya mendapat nilai yang bagus, agar dirinya dapat melanjutkan pendidikannya dengan menggunakan Beasiswa yang ia dapatkan dengan meraih nilai tertinggi di sekolah. Lita yakin kalau Bambang akan mampu meraih mimpi mimpinya selama ini.


"Bambang dimana Lit? tanya David kepada Lita


"Ka Bambang sekarang dirumah untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian akhir besok." sahut Lita . David menganggukkan kepalanya pertanda dirinya paham, mengapa Bambang membiarkan Lita menjaga pak Hasan dirumah sakit.


Laura selalu memberikan semangat kepada pak Hasan, berharap pak Hasan lebih semangat dan memiliki keinginan untuk cepat pulih. Agar meraka dapat bercerita dan bercanda bersama dirumah yang sudah lama mereka tempati selama ini.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2