
Sementara Laura hanya diam, sebagai pendengar ia juga dapat merasakan apa yang dirasakan oleh Aira saat ini. Karena Laura juga mengalami hal yang sama seperti yang dirasakan Aira . Laura juga korban dari kekasihnya yang tidak bertanggungjawab akan apa yang sudah ia perbuat kepada Laura.
Dulu saya dan Aira saling mencintai, Tetapi kedua orangtua saya tidak menyetujui hubungan saya dengan Aira saat itu. Jujur saya Memeng lelaki yang penuh dosa dan tidak bertanggungjawab. Hubunganku dengan Aira adalah sebuah kesalahan besar menurut kedua orangtua saya.
Hingga orang tua saya mengenalkan seorang wanita yang kaya raya. Tetapi saya tidak mengetahui sikap asli wanita itu. Karena gelap mata dengan harta kekayaan yang dimiliki oleh wanita itu, sehingga saya tergiur akan harta kekayaan yang dimilikinya. Tetapi jujur saya tidak mencintainya sama sekali. Justru kehidupan saya telah hancur ketika saya menikah dengannya.
Saya meninggalkan Aira saat Aira mengatakan kalau dirinya sedang hamil anak saya pada saat itu. Tetapi sayangnya saya lebih memilih meninggalkan Aira hanya demi mengejar harta kekayaan yang dimiliki wanita yang dijodohkan oleh kedua orang tua saya kepada saya." terang David kepada Washington membuat ah Washington sangat geram melihat David meninggalkan Aira hanya dengan mengejar harta kekayaan wanita yang sama sekali tidak ia cintai.
"Memaafkan itu sangat sulit bagi Aira mungkin sekarang Aira belum bisa memaafkan kamu. Tetapi insya Allah Aira suatu saat pasti akan memaafkanmu." ucap Washington bijak karena dirinya tidak ingin memperkeruh suasana hubungan antara David dengan Aira Karena bagaimanapun sandiago itu adalah darah daging David sendiri.
"Aku tidak akan membiarkan anakku jatuh ke tanganmu. Sampai kapanpun aku tidak akan memberikan putraku kepadamu camkan itu baik-baik." ucap Aira dengan lantang.
"Maafkan saya Aira. saya sudah menyadari kesalahan saya selama ini. Tolong maafkan saya. Katakan apa yang harus saya lakukan agar kamu dapat memaafkan saya Aira. please.
Aira memilih bangkit dari tempat duduknya dan meminta Washington agar mereka segera meninggalkan tempat itu. Tak sudi rasanya Aira melihat David di sana meraung-raung meminta maaf kepadanya.
"lebih baik kita pergi dari sini sekarang juga Mas. Malas melihat orang yang menjijikan bagiku." ucap Aira sambil langsung menarik tangan Washington.
Washington bangkit dari tempat duduknya dan berusaha untuk menghentikan Aira saat itu. Tetapi Aira sudah terlanjur pergi meninggalkan Washington begitu saja di sana. Washington pun berlalu meninggalkan Laura dan David di sana.
__ADS_1
"Maaf saya harus pergi sekarang juga karena istri saya merasa tidak nyaman di sini." ucap Washington sembari berlalu meninggalkan David dan Laura di sana dengan membawa sandiago di gedong Washington.
"Apa yang harus aku lakukan agar Aira dapat memaafkan ku atas kesalahan fatal yang aku lakukan kepadanya?" tanya David kepada Laura.
"Jangan memaksakan diri mas. Mungkin saat ini Aira belum bisa memaafkan mas karena rasa sakit yang ada di dalam hatinya belum pulih kembali. Apalagi Aira sepertinya belum lama melahirkan bayi kalian. Jadi Aira masih sensitif jika disinggung mengenai masa lalu kalian. Jadi Laura rasa Mas harus lebih bersabar agar Aira kelak dapat memaafkan Mas." ujar Laura.
Laura dan David langsung memesan makan siang untuk mereka. Tetapi perasaan David saat ini sangat kacau dan tak karuan karena dirinya bertemu dengan Aira di waktu yang tepat waktu.
"Aduh kita belum sempat bertanya kepada Aira Di mana tempat tinggal Aira sekarang berada."ucap Laura.
"Oh iya saya juga tidak kepikiran untuk menanyakan hal itu kepada Aira. Tetapi Aira tidak mungkin memberitahu alamat tempat tinggalnya di mana berada kepada kita karena ia sudah tidak Sudi bertemu dengan saya lagi." ucap David kepada Laura.
"Ya sudah jangan pesimis seperti itu mas Harus optimis dong Laura yakin kok suatu saat Mas dapat bertemu kembali dengan Aira. Apalagi mas tidak lihat kalau anak yang digendong oleh Aira dan Washington tadi sangat mirip dengan mas." ucap Laura
"Benar tidak mungkin Laura berbohong."
"Mudah mudahan kita bisa bertemu lagi dengan Aira, saya ingin melihat anak itu walau tidak bisa memilikinya." ucap David
****
__ADS_1
Sudah dua minggu Maya meninggalkan Surya Dirgantara di Jakarta. Surya sudah sangat merindukan istri dan anak yang ia cintai. hingga siang itu Surya memutuskan untuk segera berangkat ke Singapura untuk menemui Maya dan Pak Alberto di sana.
Surya meminta asistennya untuk mempersiapkan jet pribadi milik Nyonya Yolanda agar dirinya segera berangkat ke Singapura dengan menggunakan jet pribadi Nyonya Yolanda sendiri. Karena ia tidak ingin mengulur waktu pergi menemui Pak Alberto. Surya sangat penasaran dengan kondisi kesehatan pak Alberto di samping Surya sangat merindukan keluarga kecilnya.
"Tolong persiapkan jet pribadi milik Mami. Saya ingin menggunakannya sekarang juga.
"Memangnya Tuan Surya mau berangkat ke mana tanya salah satu asistennya.
"Saya ingin pergi menemui Papa mertua saya di Singapura. Jadi tolong segera kamu siapkan jet pribadi untuk menghantarkan saya langsung ke Singapura." ujar Surya sambil bangkit dari tempat duduknya.
****
Sekitar 2 jam kemudian Surya sudah tiba di bandara. Jet pribadi milik Mami Yolanda sudah dipersiapkan oleh asisten Surya.
"Apakah saya sudah bisa berangkat sekarang? tanya Surya.
"Pesawat sudah siap Tuan, Sekarang juga kita bisa berangkat sahut pilot kepada surya dan menuntun Surya naik ke dalam pesawat jet pribadi milik Mami Yolanda.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 2 jam melalui jalur udara, Surya Dirgantara di Bandara Changi Singapura. Tanpa menunggu lama Surya langsung menuju rumah sakit ia tidak mengetahui kalau Maya tidak ada di sana saat ini. Karena menemani Bintang dan Jupiter istirahat di rumah keluarga dirgantara yang ada di kota Changi.
__ADS_1
Bersambung .....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya jangan lupa like coment vote dan hadiahnya ya.