
Mas jangan terlalu baik sama Aira mas, Aira takut jatuh cinta sama mas!" ucap Aira berterus terang kepada Washington.
"Memangnya kamu kenapa takut jatuh cinta samaku?
Aira menggelengkan kepalanya. Ia bingung menjawab pertanyaan dari Washington.
"Jangan pernah takut jatuh cinta sama mas, karna aku menginginkan kamu mencintaiku apa adanya. Aku ingin rasa cintamu kepadaku lebih besar lagi." ucap Washington sambil kembali meraih tubuh Aira kepelukannya dan memberikan kecupan hangat dibibir manis Aira.
"Entah ini perasaan apa yang aku rasakan ini, aku belum paham. Tetapi aku sepertinya nyaman bersama kamu. Tetaplah di sisiku Aira."pekik washinton berharap kalau Aira benar benar mencintai dirinya.
Aira menatap Washington dengan tatapan penuh arti.
"Bagaimana aku berani mencintaimu mas, aku ini sudah kotor dan hina. Aku justru hamil benih laki laki lain. bagaimana mungkin aku berani mencintai mas. Apalagi mas tau sendiri Aira sekarang sedang hamil dan sebentar lagi akan melahirkan.
"Sungguh tidak mungkin rasanya kalau Aira berharap mas mencintai Aira." ucap Aira sambil menundukkan kepalanya karna Aira tidak mampu menatap wajah tampan Washington.
"Mengapa tidak mungkin?
"Bagaimana kalau aku benar benar mencintaimu?"
"Sudah mas lebih baik kita istirahat tidak perlu dibahas lagi.
Washington menatap Aira dengan seksama.
"Ya sudah kamu istirahat, mas ada pekerjaan sedikit. Karna Bos Surya lagi sibuk mengurus Maya dan putranya sehingga dirinya memintaku untuk membantu Zidan. karena jidan sudah mengirimkan pemain yang harus diselesaikan semalam ini juga." ucap Washington kepada Aira.
"Ya sudah kalau begitu sebentar saya akan buatkan kopi agar emas dan konsentrasi mengerjakan tugas yang diberikan Zidan kepada mas. Ucap Aira sembari berlalu dari hadapan Washington menuju dapur.
__ADS_1
ketika Ira sedang membuat kopi untuk Washington. Tiba-tiba ia dikejutkan dengan kehadiran sang ayah di sana.
"Kamu lagi apa nak?
"Buat kopi untuk Mas Washington.
"loh kok minum kopi malam-malam begini? tanya sang ayah kepada Aira.
"Hari ini ada pekerjaan mas Washington yang harus diselesaikan malam ini. karena bos besarnya dari Jakarta memintanya untuk mengerjakannya sesegera mungkin. apalagi maksudnya sekarang sedang sibuk emang ngurus istri dan putranya yang baru Dianiaya orang jahat."ucap kepada sang ayah.
"Ya sudah lebih baik temani suami kamu mengerjakan tugasnya. Kasihan dia harus lebur hanya untukmu ingin menghidupi kalian. Washington terlihat sangat baik ayah bisa merasakan itu. Washington anak yang bertanggung jawab. Ayah yakin kehidupan kalian kelak menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah."doa sang ayah kepada Aira membuat Aira semakin merasa bersalah dengan kebohongan yang tidak sengaja mereka lakukan.
Aira menatap ayahnya dan berusaha mengembangkan senyum.
"Ayah Aira pamit dulu. Sepertinya Mas Washington sudah menungguku di sana." ucap Aira karena dirinya tidak ingin berlama-lama menatap ayahnya.
"Mas ini kopinya mudah-mudahan Mas suka."
"Kenapa bengong sayang?
"Tidak!"
"Ya sudah kalau begitu lebih baik kamu Langsung istirahat. Mas tidak ingin kamu kurang istirahat. Jaga bayi yang ada di dalam kandungan kamu.
"Iya mas!" terima kasih sudah mengingatkan Aira.
"Sudah kewajibanku sebagai seorang suami mengingatkanmu untuk menjaga bayi kita."ucap Washington membuat Aira terharu
__ADS_1
kata-kata manis yang keluar dari mulut Washington membuat pikiran Aira menjadi tidak karuan.
Sejujurnya Aira tidak ingin jatuh cinta lagi kepada laki-laki manapun. Karna Aira merasa kalau dia tidak layak dicintai pria baik seperti washinton. Apalagi setelah David sudah mencampakkan Aira begitu saja ketika dirinya sedang membutuhkan David.
Aira memilih berlalu dari hadapan Washington. Dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur sederhana di rumah sederhana keluarga Aira.
Aira mencoba untuk memejamkan matanya. Tetapi Aira sama sekali tidak bisa tidur malam itu.
Aira justru gelisah. Ia tidak mengetahui Mengapa dirinya begitu gelisah malam itu. hingga Washington menyelesaikan pekerjaannya yang sudah diberikan oleh Zidan kepadanya. Aira tak kunjung bisa memejamkan matanya.
"Loh sayang,Mengapa belum tidur?
"Mas sudah selesai kerjanya?
"Sudah sayang, dan Mas juga sudah mengirimkannya ke email milik Zidan.
"Ya sudah kalau begitu Mas tu langsung istirahat aja deh.
"Kamu sendiri Mengapa belum tidur?
"Entahlah Mas tetapi mata Aira belum bisa terpejam.
Washington membaringkan tubuhnya di samping Aira dan mengelus perut buncit Aira Sembari berbicara seolah-olah bayi yang ada di dalam kandungan Aira dapat
mendengarnya.
"Hai anak mami......papi..... kamu baik-baik didalam ya sayang, jangan jahil sama mami." ucap washinton sambil mengecup perut buncit Aira. Kemudian Washington meraih tubuh Aira dalam pelukannya dan membawa Aira ke dalam tidurnya.
__ADS_1
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏