Mama Muda

Mama Muda
NIAT PAK ADRIAN


__ADS_3

"Lihat tuh Mas, gara-gara Mas Putri kita menuduh kita mengatainya. " gerutu Maya dibalas tawa dari Surya Dirgantara seolah dirinya ingin langsung melahap Maya.


"Sudah kamu seperti tidak mengetahui Putri kita saja. Dia itu hanya bercanda.


Buktinya putriku paham, ia langsung pergi masuk ke kamarnya untuk belajar." ucap Surya Dirgantara sambil langsung mengecup wajah cantik istrinya. Tanpa peduli adanya asisten rumah tangga yang berlalu lalang di sana. Membereskan meja makan setelah Mereka menyelesaikan makan malam itu.


Setelah selesai makan malam, Maya berlalu meninggalkan Surya untuk sekedar melihat baby Jupiter yang sedang tertidur pulas,setelah Maya memberi makan dan minum Asi. Surya mengekori istrinya melihat putranya. Surya begitu bahagia melihat perkembangan putranya yang sudah mulai pintar berjalan.


"Sayang, sebentar lagi putra kita sudah besar. Putra kita sudah bisa berjalan. Kasian Dia harus sendiri jika kakaknya Bintang pergi ke sekolah."Jadi buat adik untuk baby Jupiter yuk." ucap Surya sambil tersenyum dan mengedipkan matanya sebelah kepada Maya.


Maya langsung mencubit lengan suaminya. Karena sudah tidak sabar, ingin melahap Maya. "Mas sabar sedikit kenapa? ngak liat apa, Maya lagi ngapain?." gerutu Maya sambil langsung berlalu setelah mengecup kening putranya yang sudah tertidur pulas.


"Maya berlalu dan kembali ke kamarnya, berniat langsung istrahat. Bukan istrihat, lebih tepatnya melayani suaminya yang sedari tadi tidak sabar menunggu Maya melayani suaminya.


Ketika Maya dan Surya sudah berada di dalam kamar utama, Surya langsung meraih tubuh Maya tanpa memberikan aba aba sama sekali, Surya langsung mengecup bibir manis Maya, perlahan kecupan itu semakin dalam hingga Maya mengeluarkan De$@hanya. Maya mulai membalas kecupan demi Kecupan yang dilakukan Surya terhadapnya.


"Mas..... Auh..." seru Maya membuat adik kecil Surya langsung bangkit seketika.


" Ah ....mas....ah"suara merdu Maya kembali terdengar jelas di telinga Surya. Membuat Surya semakin mempercepat gerakannya. Ia pun menuntun tangan Maya untuk memainkan adik kecilnya yang sudah lancang depan. Maya melakukan seperti yang diminta oleh suaminya. Agar suaminya merasa puas dan menikmati surga dunia.

__ADS_1


"Auh.....sayang ... Auh"suara merdu dari Surya terdengar jelas di telinga Maya. Ia pun langsung melahap adik kecil Surya dengan mulutnya. Membuat Surya semakin mengeluarkan de$@han yang sangat luar biasa, suara merdunya kembali terdengar.


" Auh ....lagi sayang please....lagi"ucap Surya meminta kepada istrinya agar Maya terus melakukan seperti yang dimintanya.


Merasa jiwa kelaki-lakian Surya semakin bangkit. Ia langsung membalikkan tubuh istrinya di atas ranjang, agar lebih leluasa memainkan gunung kembar milik Maya. Berkali-kali Surya mengecup dan membuat tanda merah di bagian gunung kembar Maya pertanda kepemilikannya.


lalu Maya yang tidak mau kalah dengan suaminya. Ia pun langsung mengecup leher jenjang suaminya. Membuat tanda merah di sana pertanda kepemilikan Maya. Merasa sudah semakin tidak tahan lagi, Surya meminta dan memberi aba-aba kepada istrinya. Bahwa ia akan memasukkan adik kecilnya kebagian goa milik Maya.


"Sayang bisa ya dimasukin?" ucap Surya meminta izin kepada istrinya.


lalu Maya pun menganggukkan kepalanya. pertanda Ia setuju akan permintaan suaminya. Ia tidak ingin mengecewakan suaminya.


Perlahan surya memasukkan adik kecilnya kebagian goa milik Maya. Membuat Maya sedikit meringis."Auh....ah.....Auh" suara Maya terdengar jelas di telinga Surya. Surya pun semakin mempercepat gerakannya dan memainkan adik kecilnya di bagian goa milik Maya. Hingga adik kecil Surya sampai mengeluarkan atau memuntahkan cairan putih.


" Trimakasih sayang kamu sangat mengerti kepada suamimu ini."ucap Surya kepada Maya sambil mengembangkan senyumnya kepada Maya. Karna Surya benar benar puas dengan pelayanan Maya malam ini.


"Sama-sama Mas..... aku juga mencintaimu" ucap Maya dan langsung membalas ciuman suaminya.Entah karna faktor kecapean, Surya dan Maya langsung tertidur pulas mengarungi alam mimpi mereka. Setelah mereka sama sama menikmati indahnya percintaan mereka malam itu.


****

__ADS_1


Ditempat lain, Antonio dan pak Adrian berniat untuk menemui ke-dua orangtua Laura. Karna Pak Adrian benar benar ingin mengetahui sosok Laura sebenarnya. Ia sudah pernah menawarkan bantuan kepada Laura, jika suatu saat Laura membutuhkan bantuan dari Pak Adrian.Pak Adrian akan siap membantunya jika suatu saat Ayah dari bayi yang dikandungnya menuntut hak asuh kepada Laura.


"Bagaimana mungkin pak Adrian akan membantu Laura jika Antonio menuntut hak asuh kepada Laura. Sungguh tidak mungkin jika Pak Adrian membantu Laura Karena bagaimanapun ayah kandung dari bayi yang dikandung Laura itu adalah Antonio Putra kandung Pak Adrian sendiri. Itu berarti bayi yang ada di dalam kandungan Laura itu adalah cucu dari Pak Adrian.


Pak Adrian gelisah memikirkan hal itu. iya merasa tidak tega merebut anak itu kelak dari tangan Laura. Padahal sebelumnya Laura sudah memberitahu keluh kisahnya mengenai bayi yang ada di dalam kandungannya. Karena lelaki yang sudah menghamilinya sudah memutuskan hubungan dengan Laura saat Laura ingin memberitahu kalau dirinya sedang hamil.


"Apa yang harus aku lakukan?


"Sungguh aku tidak tega melihat Laura jika laura harus kehilangan anak yang sudah ia perjuangkan selama ini. Jika saya membantu Antonio merebutnya dari tangan Laura."gumam Pak Adrian dalam hati tetapi sekilas Ia juga menginginkan nama pak Adrian tercemar di nama belakang anak Laura kelak.


"Kamu bisa bertanggung jawab kepada anak itu. Tetapi tidak harus tinggal bersama kamu. Kamu berikan uang bulanannya, sesekali kamu bisa bertemu dengan anak itu." Ucap pak Adrian kepada Antonio. Membuat Antonio merasa heran dengan sikap papanya. Yang tidak ingin merebut anak yang ada di dalam kandungan Laura kelak menjadi hak asuh jatuh ke tangan Antonio.


Antonio pun bertanya kepada Pak Adrian.


" Pa....., apa tidak ada kemungkinan kita memenangkan hak asuh anak itu jika kita bawa karena hukum."? ucap Antonio kepada Pak Adrian membuat Pak Andrian langsung menatap Antonio dengan tatapan tajam.


"Apa pantas kamu mendapatkan hak asuh anak yang ada di dalam kandungan Laura? sungguh tidak mungkin kamu pantas mendapatkan hak asuh anak itu. Karena kamu selama ini tidak mau tahu dengan kehidupan wanita itu dan juga bayi yang ada di dalam kandungannya.


"Papa berharap kamu paham dengan apa yang Papa pikirkan saat ini. Papa tau persis bagaimana sakitnya hati Laura saat itu sampai sekarang melihat kamu. Mungkin jika itu terjadi kepada Papa, maka Papa tidak akan pernah memaafkan kamu. Tetapi Papa sadar Papa yang salah semua ini. Karena Papa yang minta kamu memutuskan hubungan kamu dengannya." Ucap pak Adrian merasa bersalah.

__ADS_1


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏


__ADS_2