
Mulai hari itu hubungan antara Laura dengan Ibu Rosita semakin dekat dan Ibu Rosita pun berusaha mencari tahu keberadaan orang tua dan adik-adik Laura. Karena selama ini Laura sangat mengkhawatirkan papa dan adik-adiknya yang ia tinggal pergi begitu saja tanpa kabar.
Sore harinya setelah selesai mengerjakan pekerjaannya di toko bunga milik Ibu Rosita, Laura berpamitan kepada Ibu Rosita untuk segera kembali ke rumah keluarga David. sementara Ibu Rosita ingin mencari alamat yang sudah diberikan Laura kepadanya.
Ibu Rosita ingin mengetahui Di mana alamat orang tua Laura dan ingin mengetahui keadaan keluarga Laura. Dengan menggunakan mobil pribadi milik Ibu Rosita, Ibu Rosita melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju alamat yang diberikan Laura kepadanya. Tentunya setelah menutup toko bunga miliknya.
Ibu Rosita menelusuri jalan ibukota menuju alamat yang diberikan oleh Laura. Perlahan demi perlahan Ibu Rosita mencari alamat itu. ada beberapa orang yang ditanya oleh Ibu Rosita. Tetapi salah satu diantara mereka belum ada yang mengetahui alamat itu di mana persis. Hingga Ibu Rosita berhenti dan bertanya kepada salah seorang yang bekerja sebagai pemulung.
Ibu Rosita menghentikan mobilnya kemudian menghampiri pria paruh baya itu yang sudah terlihat beruban.
"Permisi,"
"Ya ada apa nyonya? sahut pria paruh baya itu sambil mengambil botol plastik yang ada di tong sampah.
"Apa Anda mengenal seseorang yang bernama pak Hasan? katanya dia bekerja sebagai pemulung di sekitaran sini
" ucap Ibu Rosita kepada pria itu yang kebetulan yang ia tanya adalah Pak Hasan yang merupakan ayah kandung Laura sendiri.
"Saya yang bernama Hasan Mengapa anda mencari saya nyonya? tanya Pak Hasan kepada Ibu Rosita.
"Alhamdulillah akhirnya saya menemukan bapak."sahut Ibu Rosita sembari meminta kepada Pak Hasan untuk mengikutinya duduk di warung yang ada di sekitaran itu.
"Tolong ikut saya Pak, saya ingin membicarakan sesuatu kepada bapak ." ucap Ibu Rosita kepada Pak Hasan membuat Pak Hasan sedikit heran melihat wanita paruh baya yang terlihat modis dan elegan ingin berbicara kepadanya.
"Tapi Ada perlu apa anda ingin Berbicara saat kepada saya nyonya? apaan kita sebelumnya pernah kenal? tanya Pak Hasan karena dirinya penasaran Mengapa wanita itu memintanya untuk mengikuti dirinya duduk di warung yang ada disekitar tempat itu.
"Apa Anda ayahnya Laura? tanya Ibu Rosita berhati-hati
__ADS_1
" Ya Laura putri saya. Tapi Entah mengapa empat bulan terakhir ini dia sudah tidak ada kabar sama sekali. Saya sangat khawatir dengan kondisinya saat ini. Entah di mana dia berada sekarang." ucap pria paruh baya itu dengan nada begitu sedih mengingat putrinya yang sudah tidak ada kabar beberapa bulan terakhir.
"Bapak tenang saja alhamdulillah kondisi Laura saat ini baik-baik saja. Anda tidak perlu khawatir makanya saya ingin mencari tahu alamat anda karena Laura ingin mengetahui kabar Anda sekarang.
Laura sendiri yang meminta saya datang ke sini, mencari tahu kabar kalian. Karena untuk saat ini, Laura belum bisa bertemu kalian karena sibuk bekerja. " ucap Ibu Rosita kepada Pak Hasan.
"Kalau boleh tahu rumah Bapak ada di mana? tanya ibu paruh baya itu kepada Pak Hasan.
"Rumah saya tidak jauh dari sini, kalau anda berkenan silakan mampir ke sana. Tetapi mobil Anda harus ditinggal di sini. Karena mobil tidak bisa masuk ke dalam gangnya." ucap pak Hasan kepada Ibu Rosita.
"Tidak apa-apa Pak, biarkan mobil saya ditinggal di sini. Saya ingin kenal dengan adik-adik Laura." ucap Ibu Rosita sembari mengembangkan senyumnya. Kemudian mereka pun berjalan menelusuri gang di daerah rumah kontrakan Pak Hasan. di sana terlihat banyak barang-barang rongsokan yang sudah terkumpul yang akan dijual untuk biaya kehidupan sehari-hari keluarga Pak Hasan.
Jadi pekerjaan Pak Hasan selama ini mengumpulkan barang-barang bekas ini?" tanya Ibu Rosita penasaran. Tetapi ia berusaha hati-hati bertanya agar Pak Hasan tidak tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh Ibu Rosita.
"Ya bu saya bekerja mencari barang rongsokan dan botol-botol bekas untuk dijual. Hanya ini yang dapat saya lakukan untuk membiayai kehidupan kami sehari-hari. Karena tidak ada yang mau mempekerjakan saya sekarang dengan kondisi kesehatan saya seperti ini" ucap pak Hasan karna pak Hasan sudah lama mengalami penyakit asama
Tetapi untuk di dalam rumah jangan ditanya kebersihannya. Rumah kecil itu terlihat rapi dan bersih walau rumah itu kecil tetapi tertata dengan rapi. Membuat suasana di dalamnya menjadi nyaman.
Pak Hasan memanggil kedua anaknya yaitu adik dari Laura. untuk sekedar berkenalan kepada Ibu Rosita tetapi kedua adik Laura sudah pergi memulung setelah pulang sekolah. Kemudian Ibu Rosita pun memberitahu maksud dan tujuannya datang ke rumah mereka.
Ibu Rosita juga memberikan beberapa lembar uang pecahan seratus ribu untuk membantu kehidupan ekonomi keluarga Laura. Tentunya Ibu Rosita mengatakan kalau uang itu dari Laura sendiri yang dititipkan kepada Ibu Rosita. Membuat Pak Hasan merasa bahagia menerima uang itu.
"Jadi bagaimana Bu? mengapa Laura sampai saat ini belum bisa pulang ke rumah?" Tanya Pak Hasan kepada Ibu Rosita.
"untuk beberapa bulan ke depan Laura belum bisa menemui kalian karena terikat kontrak kerja. Kalian Tenang saja Laura baik-baik saja sekarang. Kalau kalian tidak percaya kalian bisa menghubunginya Laura besok pagi dengan menggunakan telepon seluler." ucap Ibu Rosita kepada Pak Hasan.
"Terima kasih Ibu sudah memberikan informasi mengenai keadaan putri saya. Jujur saya merasa bersalah kepada putri saya selama ini. Karena sudah membuatnya menjadi tulang punggung keluarga. Apalagi dengan kondisi kesehatan saya yang seperti ini membuat saya menjadi tidak mampu berbuat apa-apa.
__ADS_1
"Terima kasih juga sudah memberikan bantuan kepada kami Semoga Allah membalas kebaikan Ibu."ucap pak Hasan kepada Ibu Rosita. Tiba-tiba Lita dan Bambang kembali ke rumah setelah membantu Pak Hasan mencari botol botol bekas di luar.
"Assalamualaikum? sapalita dengan ramah sembari langsung memberi salam kepada Pak Hasan.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kalian sudah pulang?
"Ya ayah tadi kami mencari Ayah di sana tetapi kami tidak menemukan ayah sehingga kami memutuskan untuk segera pulang ke rumah. Setelah kami mendapat informasi kalau Ayah sudah pulang duluan ke rumah." ucap lita sembari menatap Ibu Rosita dengan tatapan penuh tanya.
Ada tamu yah? tanya Bambang kepada Pak Hasan karena melihat Ibu Rosita ada di sana.
"Ya nak ini Bos kakak kamu ibu Rosita namanya. Katanya akhir-akhir ini kakak kalian tidak bisa pulang ke rumah karena terikat kontrak kerja. Jadi untuk saat ini Kakak belum bisa pulang ke rumah kita." ucap Pak Hasan kepada kedua adik-adik Laura. Lita dan Bambang memberi salam kepada Ibu Rosita.
Kemudian Lita berlalu Ke dapur untuk sekedar membuatkan minum untuk Ibu Rosita dan ayahnya.
"Silakan Bu,ucap Lita sembari memberikan air minum kepada Ibu Rosita.
"Maaf hanya ini yang ada di rumah ini." ucap Lita sembari mengembangkan senyumnya setelah menyuguhkan dua gelas teh manis di meja yang sudah tidak layak pakai itu.
"Terima kasih, tidak apa-apa sebentar lagi juga saya akan pulang ini sudah hampir malam sahut Ibu Rosita sembari menyeruput segelas teh manis buatan Lita. Setelah selesai berbincang-bincang kepada Pak Hasan dan juga kedua adik-adik Laura Ibu Rosita berpamitan kepada mereka untuk segera kembali ke rumah karena hari sudah hampir malam.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya.jangan lupa beri Like coment vote dan hadiahnya ya Trimakasih
sambil menunggu karya ini up yuk mampir ke karya emak
__ADS_1