Mama Muda

Mama Muda
KEBENARAN SUDAH MULAI TERUNGKAP


__ADS_3

Tetapi untuk menayangkan hal sensitif itu, Dokter Avena Harus lebih berhati hati agar Ibu Canada dan suaminya tidak curiga kalau Avena sudah mengetahui masa lalu Dokter Avena dan apa yang dilakukan oleh ibu Canada kepada keluarganya.


Avena berpamitan kepada ibu Canada untuk membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri, Avena kembali menghampiri Ibu Canada dan sang ayah. ketika dokter Avena menghampiri Ibu Canada dan sang ayah, Ia pun memberanikan diri menanyakan perihal Ibu Soraya dan juga tuan Hamdan.


"Mom!"ada sesuatu yang ingin Avena tanyakan kepada mami. Apa Mami sama papi mengenal Nyonya Soraya dan Tuan Hamdan? Tanya Dokter Avena kepada Ibu Canada dan juga suaminya. Ibu Canada langsung terlihat gugup. Ia seolah tidak mampu menatap dokter Avena ketika dokter Avena mengatakan perihal nyonya Soraya dan Tuan Hamdan


"Apa Mami dan Papi mengenal Nyonya Soraya dan Tuan Hamdan? dokter Avena kembali bertanya kepada ibu Canada dan juga suaminya.


"Untuk apa kamu menanyakan hal itu? ucap ibu Canada dengan gugup.


"Ada seseorang yang mengaku keluarga besar nyonya Soraya dan Tuan Hamdan datang ke rumah sakit untuk mencari tahu tentang Nyonya Soraya dan Tuan Hamdan ."ucap dokter Avena kepada ibu Canda. Membuat Ibu canda semaki gugup


"Yang kami tahu kalau Nyonya Soraya dan Tuan Hamdan sudah meninggal dunia akibat kecelakaan 20 tahun yang lalu. Tetapi Mengapa baru sekarang keluarga besarnya mencari tahu keberadaan Nyonya Soraya dan juga Tuan Hamdan? tanya ibu Canada sedikit gugup.


"Avena juga tidak tahu mom, tetapi sepertinya mereka mengenali Avena. Tetapi Avena sama sekali tidak mengenal mereka. mereka mengatakan kalau Avena mirip sekali dengan Nyonya Soraya dan Tuan Hamdan.


"Avena ingin bertanya sama mami dan Papi. apa Avena adalah anak kandung Papi sama Mami? Tanya Dokter Avena kepada Ibu Kanada membuat ibu Canada sangat terkejut akan pertanyaan dokter Avena.

__ADS_1


"Kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu?


"Entahlah mi!" ada seseorang yang mengatakan kepadaku. Kalau aku bukanlah anak kandung Mami dan Papi. Justru orang itu mengatakan kepadaku kalau aku adalah anak adopsi Mami dan Papi. Tolong beritahu Avena yang sebenarnya mom."mohon dokter Avena kepada kedua orangtuanya.


"Kamu seharusnya bersyukur sudah merawat kamu dari sejak kecil sampai besar dan kami kuliah kan kamu menjadi seorang dokter. Apa itu tidak cukup menandakan kasih sayang kami kepadamu."ucap Ibu canda dengan nada tinggi. Hal itu membuat dokter Avena semakin yakin kalau yang dikatakan oleh Sandra benar adanya.


Dokter Avena langsung terdiam. Tetapi yang dikatakan oleh dokter Sandra kalau ibu canda dan suaminya akan gugup jika dirinya bertanya mengenai Nyonya Soraya dan Tuan Hamdan Ibu canda akan gugup. Yang ternyata tebakan dari Sandra benar adanya.


"Aku yakin Mami dan Papi menyembunyikan sesuatu kepadaku." gumam dokter Avena di dalam hati.


Walaupun senyuman itu dipaksakan oleh dokter Avena. Karena sedikit demi sedikit dokter Avena mengetahui masa lalunya yang pahit oleh karena orang tua angkatnya sendiri.


Sejujurnya dokter Avena ingin sekali berterus terang kepada ibu canda bahwa dirinya sudah mengetahui jati dirinya sebenarnya. Tetapi karena Zidan memintanya untuk merahasiakan sementara waktu. Sebelum mereka dapat mengusut tuntas pembunuhan kedua orang tua mereka.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? jika memang benar Ibu Canada dan suaminya lah yang merencanakan membunuh ibu kandung dokter Avena dan juga kak Zidan. Dokter Avena berencana untuk menjebloskan kedua orang tua angkatnya ke dalam penjara.


Tetapi ia harus terlebih dahulu memiliki bukti-bukti yang kuat. Walau mereka sudah membesarkan Dokter Avena. Yang bersalah tetaplah harus dihukum. Apalagi itu termasuk pembunuhan berincana.

__ADS_1


Setelah berusaha berbicara dengan kedua kedua orang tua dokter Avena, Ia pun berpamitan kepada ibu Canada untuk segera istirahat. Setelah tiba di kamar pikiran dokter Avena sangat terganggu akan pernyataan Ibu Canada dan juga Dokter Sandra.


" Ya Allah berilah hamba petunjukmu tunjukkanlah kebenaran-mu doa."dokter Avena di dalam hati. Kalau memang benar Papi dan Mami yang membunuh kedua orang tuaku itu sama saja aku dibesarkan oleh seorang pembunuh." Gumam dokter Avena di dalam hati sesekali ia menatap foto kedua orang tuanya yang dikirimkan Zidan kepada dokter Avena.


Tiba-tiba Zidan menghubungi Dokter Avena. dengan suara parau dokter Avena menyahuti sambungan telepon seluler dari Zidan.


"Assalamualaikum Kak!" sapa dokter Avena


"Waalaikumsalam!" Adikku yang cantik Bagaimana kabarmu apa kamu baik-baik saja?tanya Zidan.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih.


jangan lupa follow outhor Morata agar kalian mendapatkan notifikasi bab bab baru dari karya Morata. dan jangan lupa kepoin karya karya Morata lainnya.


Trims

__ADS_1


__ADS_2