
Setelah satu bulan lamanya, Yuli yang selalu memimpin permainan di antara mereka. karena Zidan saat itu tidak dapat melakukan pergerakan lebih leluasa. Karena kondisi tangan Zidan saat itu masih dalam keadaan sakit dan tidak dapat digerakkan secara leluasa. Tetapi untuk saat ini, Zidan benar-benar dapat membuat istrinya merasa puas dan mampu mengimbangi permainan Yuli.
"Sayang semoga benih cinta kita segera tumbuh disini ya." ucap Zidan sambil mengelus perut Yuli yang masih rata. Ia berharap benih cinta mereka segera tumbuh di dalam rahim Yuli.Yuli mengebangkan senyumnya menatap suaminya dengan tatapan penuh harap. Sejujurnya Yuli juga menginginkan hal yang sama seperti yang diinginkan Zidan saat ini
"Semoga ya mas, Yuli juga ingin seperti Maya dan Aira yang sudah memiliki buah hati yang dapat membuat suasana rumah mereka menjadi ramai. Zidan memberikan kecupan hangat di kening Yuli. Yuli menenggelamkan kepalanya di dada bidang suaminya. Berharap Yuli dapat tertidur pulas malam itu.
****
Pagi hari yang indah, Yuli terbangun dari tidur. Ia melirik jarum jam Baker yang ada diatas nakas, jam sudah menunjukkan pukul 4.30 pagi, ia bangkit dari pembaringannya dan langsung berlalu masuk kekamar mandi berniat untuk membersihkan diri.
Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Yuli langsung membangunkan Zidan, Yuli ingin sekali lagi itu sholat subuh berjamaah dengan suaminya. Ketika Yuli membangunkan suaminya, Zidan langsung menarik tubuh Yuli kepelukannya.
"Mas!" bangun sayang, sholat subuh yuk." ajak Yuli berharap suaminya langsung terbangun dan langsung membersihkan diri agar Yuli dan Zidan melakukan sholat pagi itu. Zidan langsung bangkit dari pembaringanmya setelah memberikan kecupan hangat di kening dan bibir manis Yuli dengan sekilas
Cup ....
"Morning kiss sayang." ucap Zidan sambil langsung berlalu meninggalkan Yuli disana dan masuk ke kamar mandi. Yuli menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya yang rada konyol menurutnya. Tetapi Yuli menikmati kekonyolan suaminya.
Setelah Zidan selesai melakukan ritual mandinya, Zidan menghampiri Yuli yang sudah menakan mukenah dan siap melakukan sholat subuh pagi itu.
__ADS_1
"Sayang kita Sholat yuk." ajak Yuli. Zidan mengebangkan senyumnya. Ia bahagia sekali Yuli selalu mengingatkan Zidan agar selalu tidak melewatkan waktu sholat.
"Trimakasih sayang, kamu sudah mengingatkan mas untuk tidak lupa melakukan sholat lima Waktu. " ucap Zidan sambil mengebangkan senyumnya. Pagi itu Zidan dan Yuli melakukan sholat subuh berjamaah. Yuli memang wanita yang selalu tidak lupa untuk mengingatkan suaminya untuk menunaikan ibadah sholat.
Hal itu yang membuat Zidan semakin sayang dan cinta kepada Yuli, walau Yuli pernah kesal kepada Zidan yang selalu sibuk dengan urusan kantor. Bahkan Zidan sampai membawa pekerjaan kantornya kerumah, membuat waktu Zidan tersita dan kurang memberikan waktu luangnya kepada Yuli istrinya.
Tetapi seiring berjalannya waktu mereka akhirnya saling memahami. Yuli ingin sekali mendapatkan perhatian lebih dari suaminya saat itu. Sehingga ada sedikit pertengkaran diantara mereka. Hingga mengakibatkan Zidan mengalami kecelakaan, karna mengejar Yuli ke kantor pergi terlebih dahulu tanpa berpamitan kepada suaminya.
****
David menatap Laura dengan tatapan mendalam. Ia merasa tidak tega melihat wajah Laura yang tampak kusut. Karena David tahu Kalau Laura pasti sangat mengkhawatirkan dirinya selama David berada di rumah Sakit.
"Tidak Mas," Laura harus menemani Mas di sini. Laura tidak ingin kembali ke rumah sendiri. Kita harus pulang bareng ke rumah Laura sambil menatap David dengan tatapan seksama. "Tapi Mas khawatir kepada kamu sayang, mas tidak ingin kamu sakit nanti hanya karena mengkawatirkan mas." ucap David sambil mengembangkan senyumnya.
"Tidak perlu mengkhawatirkan Laura mas, Laura baik-baik saja yang penting masih cepat sembuh."ucap Laura sambil memberikan kecupan hangat di wajah tampan David.
Tiba-tiba suara deringan ponsel milik David terdengar jelas di telinga Laura dan juga David. Mereka sama sekali tidak mengetahui siapa yang menghubungi David saat ini. karena nomor yang memanggil nomor ponsel milik David, tidak ada tersimpan di nomor kontak David.
Sehingga Laura penasaran dengan sosok Siapa yang menghubungi David saat ini. Ia pun langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponsel David. Karena semua sangat penasaran siapa yang menghubungi nomor ponsel David saat ini.
__ADS_1
Laura sengaja tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Tetapi suara ancaman terdengar jelas di telinga Laura, hingga Laura pun menekan tombol speaker agar dapat mendengar Siapa yang menghubungi dirinya.
Suara ancaman itu, membuat Laura sedikit mengkhawatirkan kondisi David saat ini. Ia pun langsung merekam pembicaraan Apa yang dibicarakan si penelpon dari ujung telepon." ketika David mengeluarkan suaranya, nomor ponsel yang menghubungi David saat itu langsung terputus.
Sehingga Laura pun menatap David dengan tatapan tanya Ia pun bertanya kepada David apa David mengenal suara yang menghubungi dirinya atau tidak. Yang ternyata David sama sekali tidak mengenal suara yang menghubungi nomor ponselnya.
Laura juga bertanya kepada David Siapa yang menganiaya dirinya. Tetapi David sama sekali tidak mengenal pria yang menganiayanya Davis. Karena ketika David sudah dihadang oleh 4 orang berpostur tubuh tegap dan besar, ia sudah mulai tidak sadarkan diri karena pukulan demi pukulan yang di lakukan oleh tersangka.
Samar samar mendengar suara seseorang datang menghampiri keempat orang itu, ketika David sudah berada di gedung Tua tempat David disekap.Tetapi pria itu menggunakan masker, kacamata dan topi sehingga David susah untuk mengenalinya.
David juga menjelaskan kepada Laura, ketika David mulai dihadang, hingga terjadi baku hantam dengan orang yang menganiaya David saat itu. Laura langsung memeluk David setelah Laura mendengar penjelasan David. Ia bersyukur David selamat dari orang orang yang berniat jahat itu.
Itu semua tidak luput dari bantuan Andika teman lama David. Laura juga memberitahu kepada David tentang siapa yang membantu dirinya memberitahu tempat david disekap. Bahwa sore itu Andika melihat David dihadang seseorang. Hal itu membuat David merasa heran, mengapa Andika melihat Zidan di sekap seseorang disana.
Kemudian David menghubungi nomor ponsel Andika. Berharap Andika dapat menghampirinya ke rumah sakit. untuk sekedar bertanya kepada Andika, Mengapa Andika saat itu melihat dirimu dihadang orang lain dan memilih tidak membantu nya saat itu. Dan memilih untuk mengikuti mereka membawa David kemana.
Hingga Andika menemui Laura ke Rosita Florist, yang ternyata Laura sudah pulang dan berjalan menuju rumah David. Untung saja David masih bertemu dengan Laura, sehingga. Mereka dapat menyelamatkan David dengan bantuan Surya dan Washington
Bersambung......
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏