Mama Muda

Mama Muda
KEDATANGAN PAK ADRIAN


__ADS_3

"Tapi bagaimanapun mas tetap kwatir kamu kenapa kenapa do tempat kerjaan. Kan kalau kamu ada dirumah, selalu ada orang yang menemani kamu dirumah asisten rumah yang setia melayani kamu dirumah ini sayang." ujar David sambil meraih tubuh Laura kepelukannya.


David belum mengetahui kalau Laura sudah memodali pak Hasan sebuah bengkel kecil, dengan menggunakan uang hasil bekerja di Rosita florist. Tanpa menggunakan uang pemberian David. Laura merasa Dia harus bekerja, agar uang tabungan Laura sendiri dapat Laura manfaatkan saat bersalin nanti. Tanpa harus mengharapkan siapa pun membayar uang persalinannya.


"Sudah mas!" mas tenang saja, Laura tidak apa apa kok. Lagian Laura disana hanya duduk merangkai bunga." ucap Laura berharap David kembali mengijinkannya bekerja di Rosita florist.


David hanya terdiam, kemudian ia menganggukkan kepalanya.


"Ya sudah kalau begitu perginya sekalian saja bareng mas, habis nganterin kamu mas langsung kekantor." sahut David sambil berjalan mendahului Laura. David tidak ingin Laura menggunakan ojek online jika Laura berangkat ke Rosita Florist. Ia sangat khawatir mengingat kondisi kehamilan Laura saat ini sudah menginjak 7 bulan.


Laura dan David pun langsung berangkat menuju Rosita Florist. Mereka tidak ingin menunda-nunda waktu. Apalagi saat ini akan menghadiri meeting di salah satu perusahaan penyelenggara lelang yang ingin diikuti perusahaan yang dipimpin oleh David.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit dengan menggunakan mobil milik David, Laura dan David tiba di Rosita Florist. David menghentikan mobilnya tepat di depan Rosita florist dan langsung turun membukakan pintu untuk Laura.


Berharap Laura dapat keluar dengan leluasa. Ia pun membantu Laura turun dari mobil miliknya. Mengingat kondisi perut Laura sudah semakin membesar. Sejujurnya David merasa tidak tega membiarkan Laura bekerja di usia kehamilannya yang sudah menginjak 7 bulan.


Tetapi karena permohonan Laura yang tidak bisa ditolak, sehingga David pun akhirnya mengizinkan Laura bekerja lagi. Ketika Laura tiba di Rosita florist alangkah terkejutnya melihat kehadiran Pak Adrian di sana. Pak Adrian menatap Laura dari ujung kaki hingga ujung rambut.


Tatapan Pak Adrian kepada Laura membuat Laura merasa tidak nyaman saat itu. Padahal David saat itu sudah langsung berpamitan untuk menghadiri acara lelang tender yang diikuti perusahaan miliknya.


Laura berusaha mengabaikan tatapan Pak Adrian. Ia pun langsung masuk ke ruang kerjanya,untuk merangkai bunga pesanan yang sudah dipesan pelanggan Rosita Florist. Pak Adrian pun mengikuti Laura kemudian Ia pun meminta waktu kepada Laura untuk berbicara dengannya.

__ADS_1


Laura tidak dapat menolak mengingat Pak Adrian merupakan pelanggan setia Rosita florist. Sehingga Laura tidak dapat berbicara kasar atau menolak Pak Adrian berbicara kepadanya.


"Saya ingin berbicara kepadamu nak!"ucap pak Adrian kepada Laura dengan hati-hati. entah apa niat pak Adrian dan ingin membicarakan apa kepada Laura. Laura sama sekali tidak mengetahui. Pertanyaan demi pertanyaan timbul di hati Laura.


Ia merasa ragu memberikan waktu berbicara kepada Pak Adrian. Tetapi jika dirinya tidak memberikan waktu kepada Pak Adrian. Ia juga penasaran apa yang ingin dibicarakan Pak Adrian kepadanya. Sehingga Laura pun memilih memberikan waktu kepada Pak Adrian.


"Ada apa Pak Bapak? mau bicara apa kepada saya? tanya Laura dengan suara selembut mungkin.


"Apa keputusanmu tidak dapat dirubah lagi nak? Antonio benar-benar mencintai kamu tetapi Mengapa kamu mengabaikan Antonio bukankah benih yang ada di dalam kandungan kamu itu benih Antonio? jika memang benih yang ada di dalam kandungan kamu benih Antonio mengapa kamu lebih memilih hidup bersama David?" tanya Pak Adrian penuh dengan selidik.


Pertanyaan ini sudah pernah Bapak pertanyakan kepada saya. Saat berada di rumah orang tua saya. Jawabannya tetap sama seperti dulu pak. Saya tidak ingin laki-laki yang tidak bertanggung jawab seperti Antonio. Apalagi Antonio yang memutuskan hubungan dengan Saya. Bukan saya yang memutuskan hubungan dengannya.


Saya juga tahu diri sehingga saya memilih untuk berusaha melupakan Antonio. Sebelumnya, saya minta maaf kepada bapak Kalau saya lebih memilih Mas David daripada Antonio." ucap Laura kepada Pak Adrian.


"Tapi bagaimanapun bayi yang ada di dalam kandungan kamu itu Darah daging Antonio. Bagaimana bisa dia hidup bersama laki-laki yang bukan Ayah kandungnya? tanya Pak Adrian kepada Laura.


Banyak sekali anak hidup bersama ayah sambungnya. Dan kehidupan rumah tangga mereka juga bahagia. Sama seperti kehidupan rumah tangga Kak Surya Dirgantara dan Maya bin Alberto Dirgantara saat ini mereka hidup bahagia.


Padahal Bintang bukanlah darah daging Surya Dirgantara ucap Laura membuat Pak Adrian merasa heran mengapa Laura mengenal Surya dirgantara. Yang notabennya, Surya Dirgantara merupakan orang berpengaruh di negara ini.


Apalagi Surya Dirgantara memiliki kuasa hukum yang di atas dari Pak Ardian. Membuat Pak Ardian pun langsung bertanya kepada Laura. Bagaimana bisa kamu mengenal Surya Dirgantara?" tanya Pak Adrian kepada Laura.

__ADS_1


Surya Dirgantara merupakan Kakak Mas David dan juga dokter Avena. Hubungan mereka begitu dekat. Meraka selalu saling bahu membahu dalam segala hal. Pasti pak Ardian juga mengenal Kak Zidan yang merupakan kakak kandung dokter Avena.


Saya banyak belajar dari mereka. Sehingga saya lebih memilih hidup bersama lelaki yang menerima saya, sewaktu saya terpuruk. Bukan menerima saya ketika saya hidup bahagia. Mas David salah satunya lelaki yang menerima saya saat Laura merasa dalam keadaan terpuruk.


Ketikan Antonio memutuskan hubungan kami, hidupku hancur berantakan. Bahkan Laura berniat untuk mengakhiri hidup saat itu. Tetapi Laura berpikir panjang sehingga Laura berniat untuk menggugurkan kandungan Laura dulu.


Pertemuan saya dengan dokter Avena membuat saya sadar kalau bayi yang ada di dalam kandungan Saya tidak bersalah. melainkan yang memiliki kesalahan di sini Laura dan juga Antonio. Sehingga dokter Avena meminta kepada saya agar saya tetap mempertahankan dan merawat bayi yang ada di dalam kandungan Saya.


Dokter Avena juga mengatakan kepada saya, kalau dirinya akan membantu kehidupan saya bersama bayi yang saya kandung dan itu benar-benar dilakukan dokter Avena. Dokter Avena sama sekali tidak ingkar janji. Sehingga saya dapat berdiri kokoh di sini sekarang, di hadapan Pak Adrian." ucap Laura kepada Pak Adrian.


Membuat Pak Adrian langsung terdiam tidak dapat berbicara apa-apa lagi. Apalagi ketika Laura mengatakan kalau Surya Dirgantara merupakan Kakak seorang David. Pak Adrian merasa khawatir jika dirinya melakukan sesuatu hal kepada Laura, maka Surya Dirgantara pasti tidak akan tinggal diam. membuat Pak Adrian saat itu sedikit gentar mendengar penjelasan dari Laura mengenai hubungan David dengan Surya Dirgantara saat itu.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏


jangan lupa like coment vote dan hadiahnya ya Trimakasih


sambil menunggu novel ini up kembali yuk mampir ke karya baru emak "SUAMIKU RACUN DUNIA"


__ADS_1


__ADS_2