
Karena saya kasihan melihat mas Zidan sudah terlihat kelelahan menyetir sendiri mulai dari Bakauheni sampai Kota Jakarta." ucap Yuli kepada Avena sembari mempersilahkan Avena masuk ke dalam apartemen.
"lalu kak Zidan di mana Kak?
"Mas Zidan masih istirahat di kamar. Kasihan dia sepertinya dia masih kelelahan." ucap Yuli sambil mempersilahkan Avena duduk di sofa.
Tiba-tiba Zidan terbangun dari tidurnya. Ia langsung keluar dari kamar tanpa membersihkan diri terlebih dahulu. Zidan melihat kedua wanita yang ia sayangi sedang asyik bercerita. Zidan menghampiri keduanya
"Kalian pagi-pagi sekali sudah ngerumpi. lagi ngerumpi apa sih?" tanya Zidan kepada Yuli dan Avena.
"Enak aja ngatain kita ngerumpi, emangnya siapa yang ngerumpi . kakak pikir kami emak emak komplek? celetuk Avena sambil memukul mukul punggung kakaknya.
"Jadi itu, lagi ngapain Kalau bukan ngerumpi?
"Kami hanya membicarakan masalah pesta pernikahan Kakak dengan kak Yuli. Kebetulan Avena memiliki teman EO yang handal menangani pesta pernikahan kakak. Itu yang kami bicarakan bukan seperti tuduhan kakak yang mengatakan kami ngerumpi. ucap dokter Apena sembari menatap kakaknya dengan tatapan tajam.
Hal itu membuat Zidan langsung bergidik nyeri melihat tatapan Avena seolah ingin menelannya. Zidan langsung berlalu masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri. Agar tidak di amuk kedua wanita yang ia tuduh ngerumpi.
Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Zidan pun kembali menghampiri kedua wanita yang sangat ia sayangi.
"Kalau Mas sudah selesai mandi lebih baik kita langsung sarapan. Yuli sudah memasak sarapan pagi untuk kita. Dan sepertinya itu cukup untuk kita bertiga." ucap Yuli sembari menarik tangan dokter Avena berlalu meninggalkan ruang tamu menuju meja makan sederhana yang ada di apartemen milik Zidan.
Zidan sudah melihat nasi goreng yang tersedia di atas meja makan. Membuat Zidane sangat bingung melihat sudah tersedia menu sarapan pagi di atas meja. padahal yang ia tahu kalau persediaan makanan di apartemen miliknya sudah habis.
"loh sayang Memangnya kamu kapan memasak ini? bukankah persediaan makanan di apartemen ini sudah habis?" tanya Zidan merasa heran.
"Yuli tadi berniat belanja ke supermarket tetapi supermarket nya belum buka, karena terlalu pagi. Jadi Yuli memutuskan untuk belanja di grosir depan." ucap Yuli sambil mengembangkan senyumnya.
__ADS_1
Kemudian Yuli pun menyendok nasi goreng ke piring Zidan dan juga Dokter Avena agar meraka sama sama menyicipi nasi goreng buatan Yuli. Zidan mencicipi nasi goreng buatan Yuli Begitu juga dengan dokter Avena. dokter Avena makan dengan lahap karena masakan Yuli benar-benar cocok di lidahnya.
Dokter Avena bersyukur karena Avena belum sarapan dari rumah dan dapat menikmati
masakan calon kakak iparnya.
"Jujur nasi goreng ini sangat enak dan lezat pas di lidah Avena." puji dokter Avena setelah menghabiskan nasi goreng miliknya.
"Ya nasi gorengnya sangat enak." sahut Zidan sembari kembali menyodokkan nasi goreng milik Yuli yang belum habis ke mulutnya.
"Mas masih kurang? tanya Yuli kepada Zidan kemudian Zidan menganggukkan kepalanya sehingga Yuli pun Memberikan sebagian jatahnya kepada Zidan.
"Habis masakan kamu sangat lezat jadi Mas merasa pengen nambah dan nambah lagi." ucap Zidan sambil terkekeh. Meja makan sederhana milik Zidan dipenuhi dengan canda dan tawa. Karena pujian Zidan kepada Yuli Begitu juga dengan dokter Avena.
Setelah selesai sarapan pagi, dokter Avena kembali membicarakan perihal rencana pernikahan Zidan dengan Yuli. Ia meminta Zidan dan Yuli mempercayakan Avena untuk menangani pesta pernikahan kakaknya itu. Dokter Avena benar-benar Ingin turun tangan langsung menangani pesta pernikahan Zidan.
Setelah selesai berbicara mengenai rencana pernikahan Zidan dengan Yuli, dokter Avena pun berpamitan kepada Zidan dan Yuli untuk segera kembali bertugas ke rumah sakit Dirgantara. Ia juga tidak melupakan tugasnya menjadi seorang dokter kandungan di rumah sakit Dirgantara.
Sepeninggalan dokter Avena Zidan kembali menghubungi surya dan memberitahu Kalau dokter Avena menawarkan diri untuk mengurus segala keperluan pernikahannya dengan Yuli.
Surya pun bernapas lega Zidan mempercayakan dokter Avena mengurus segala keperluan pernikahannya. Karena sebelumnya dokter Avena sudah meminta izin kepada Surya agar dirinya diizinkan untuk mengurus segala keperluan pernikahan kakaknya. Dokter Avena ingin melakukan yang terbaik buat kakaknya yang sudah lama terpisah dengannya semenjak Kecil.
"Bagus deh kalau kamu mempercayakan itu semua kepada dokter Avena. Karena sebelumnya dokter Avena sudah datang menemui saya untuk meminta izin kalau Avena benar-benar ingin mengurus pernikahan kalian.
Avena merasa bahagia dapat mengurus pernikahan kakak kandungnya sendiri." ucap Surya kepada Zidan. Setelah selesai berbicara dengan Surya, Zidan memutuskan sambungan telepon selulernya dan kembali menghampiri Yuli.
Sementara Maya yang Mendengar pembicaraan antara Surya dengan Zidan dalam sambungan telepon seluler, Maya menghampiri Surya.
__ADS_1
"Mas Apa benar dokter Avena yang akan menangani semua urusan pesta pernikahan Zidan dan Yuli? tanya Maya kepada suaminya.
"Ya sayang, karena sebelumnya dokter Avena
sudah menemui Mas di kantor dan memohon agar dirinya yang menangani pesta pernikahan kakaknya. Avena ingin, kalau pernikahan Zidan ia tangani sendiri. "sahut Surya sembari mengembangkan senyumnya dan meraih tubuh maya kepelukannya.
"Mas jujur Maya sangat bangga kepada dokter Avena. Walaupun mereka baru saling mengetahui kalau mereka adalah kakak beradik. Tapi rasa sayang diantara mereka benar benar membuatku iri. Ucap Maya.
"Mengapa harus iri sayang?
"Karna Maya tidak memiliki saudara kandung" sahut Maya sambil memeluk suaminya dengan erat.
"Tapi kamu sudah memiliki mas, Bintang dan juga Jupiter. Putra putri kita yang membuat kita akan tersenyum melihat canda dan tawa mereka sayang. " ucap Surya sambil mengembangkan senyumya dan memberikan kecupan hangat di bibir mungil Maya.
"Ya mas benar. Maya sangat bahagia Alloh mempertemukan Maya dengan mas. Maya benar benar bahagia menjadi istri seorang Surya Dirgantara. Disamping suamiku orang kaya raya, Tampan, baik dan perhatian kepada Maya Wulandari istri dan anak anaknya. " ucap Maya sambil langsung memeluk dan mengecup bibir ranum Surya.
Membuat Surya merasa mendapat sinyal lampu hijau, kalau Surya mendapat jatah saat itu dari Maya istrinya. Surya kembali mengecup bibir mungil Maya dan mulai me*u*tnya membuat Maya mulai mende$@h membuat Surya semakin melancarkan aksinya dan kembali memainkan lidahnya. disana.
Maya yang tidak mau kalah dari Surya ia langsung membalas permainan itu hingga mereka beradu didalamnya. Tangan Surya sudah mulai menjalar kebagian gunung kembar Himalaya milik Maya. Membuat Maya semakin mengeluarkan Suara merdunya membuat Surya semakin mempercepat gerakannya.
Maya berusaha mengimbangi irama permainan Surya. Hingga Surya benar benar menikmati permainan mereka saat itu. setelah satu jam beradu permainan, Surya mencapai puncaknya. Hingga dia benar benar terkulai lemas. Surya mengecup kening Maya
"Thanks my wife and i love you forever." ucap surya dibalas anggukan dari Maya.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya. jangan lupa tekan love, like,coment,vote dan hadiahnya ya Trimakasih 🙏🙏🙏
__ADS_1