
Sungguh luar biasa menurut Maya. Tetapi bagaimanapun kamu Aira Dan juga Anisa kamu pernah sahabatku. Aku akan belajar memaafkan kalian Mungkin belum sekarang Tetapi entah esok hari nanti berikan aku waktu."ucapnya sembari langsung menyeruput kopi pesanannya.
Surya menatap Maya dengan tatapan penuh arti, Ia mengerti perasaan istrinya yang telah dikhianati para sahabatnya yang sudah ia anggap sebagai saudara. Tetapi mampu melakukan hal keji terhadap Maya.
"Katakan kepadaku ,siapa sebenarnya Ayah janin yang ada di kandungan? tanya Maya kepada Aira, berharap Aira mau berterus terang kepada Nya.
Aira tertunduk malu dan ia pun menangis.
"Kamu kenapa menangis?
"Aku sudah merasakan sama halnya yang kamu rasakan dulu, mungkin ini karma untukku karena telah menghianati dan menghinamu pada saat kamu terpuruk."sesal Aira.
Penyesalan selalu Datang terlambat itulah yang terjadi saat ini Aira. Jadi untuk kedepannya Jangan pernah kamu memandang rendah orang lain. Karena kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi di kehidupan kita kelak.
seperti yang kamu rasakan saat ini. Mungkin kamu tidak pernah membayangkan mengalami ini. Tetapi Apa yang terjadi?
Apa Kevin ayah kandung dari janin yang ada dalam kandungan mu?
Aira terbelalak ia merasa heran Maya mengetahui, Ayah bayi yang ada terakhirnya adalah Kevin sang pemilik kafe tempat mereka saat itu bekerja.
"Kamu tidak perlu malu kepadaku. Sebenarnya aku tahu Kevin berada di mana. Tetapi sepertinya dia sudah bahagia bersama wanita lain. Ia sudah menikah dengan wanita pilihannya. Aku tahu seperti apa Kevin, sehingga dari dulu Aku sengaja menghindarinya. Tetapi aku mengetahui kalau kamu sangat mencintainya.
Sehingga kamu selalu salah paham kepada aku atas sikap Kevin terhadapku. Kamu mengira aku memberikan respon kepada Kevin. Aku melakukan itu agar aku tidak korban Kevin berikutnya. Sudah berapa wanita yang hamil dibuatnya aku sudah mencari tahu itu sebelumnya. Tetapi karena rasa cinta mu yang amat dalam kamu miliki terhadap Kevin sehingga matamu buta untuk melihat yang sebenarnya.
__ADS_1
Rawatlah anakmu dengan baik-baik. Dia tidak bersalah. Aku yakin kamu mampu melakukannya. ucap Maya bijaksana.
Bintang yang sedang asyik bermain datang menghampiri Maya dan juga Surya.
Papi....mami.....Bintang mau yang itu."ucap Bintang sembari menunjukkan mainan yang ada di dalam toko.
Sebentar ya sayang, nanti mami dan Papi akan beli kok untuk Bintang. Mami ada perlu dengan teman-teman mami." ucap Maya kepada putri semata wayangnya. Tetapi Bintang tetap merengek ingin segera dibelikan untuknya.
Mau tidak mau Surya pergi bersama Bintang. sungguh pemandangan yang luar biasa menurut Aira. Padahal Ia tidak mengira kalau kehidupan Maya akan berakhir bahagia bersama laki-laki yang sangat ia cintai. Selama ini Aira dan Anisa sudah banyak salah terhadap Maya. Mereka sudah menyadari kesalahannya itu.
****
Di tempat lain Nyonya Yolanda sudah tampak gelisah menunggu kedatangan Putra dan menantunya. Ia ingin segera kembali ke rumah. Mami Yolanda sudah merasa bosan berada di rumah sakit. Walaupun fasilitas yang disediakan di kamar ruang rawat inapnya layaknya seperti berada di rumah. Tapi tetap saja mami Yolanda merasa tidak nyaman.
"Hallo assalamualaikum Bi.... Ada apa Bibi menghubungi?
"waalaikumsalam tuan, nyonya meminta Tuan agar segera menjemputnya di rumah sakit. Karena pihak rumah sakit sudah mengijinkan kan Nyonya pulang dari rumah.
"Baik Bi!" titah Surya, tapi tolong katakan sama Mami menunggu dulu soalnya Surya masih diluar bersama Maya dan Bintang." ucap Surya kepada asisten rumah tangga keluarga Dirgantara.
Setelah membeli mainan untuk Bintang, Surya kembali menghampiri Maya bersama ketiga temannya.
Sayang!"
__ADS_1
"Iya mas!"
"Kita harus segera kerumah Sakit, mami sudah merengek minta pulang dari rumah sakit. Dan barusan Bibi menghubungi mas." ucap Surya kepada Maya.
Iya sudah tidak apa apa Mas , kita segera kerumah sakit. Lagian Maya sudah siap kok." ucap Maya sambil berpamitan kepada Yuli, Aira dan Anisa.
Aira menatap kepergian maya.dam Surya dan juga bintang , yang tampak keluarga bahagia dan harmonis. Aira meratapi nasibnya Giman kelak. Olah karna kecemburuan dan iri hati yang ia miliki hingga ia tega menyakiti hati sahabatnya sendiri.
"Apakah aku masih laya bahagia may?
"Apa Allah masih mau memaafkan wanita yang sangat berdosa ini? ratap Aira tak dapat membendung air matanya di depan kedua temannya.
"Sudahlah Ra, tenangkan hatimu. Mungkin Allah sedang menguji mu. Jadi serahkan semua sama yang kuasa." ucap Yuli Kepada Aira yang selalu mengingatkan kedua sahabatnya agar tidak melakukan hal hal yang aneh aneh. Tetapi karna Anisa dan Aira selalu mengancam Yuli, sehingga Yuli memilih untuk diam.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
mampir ya ke karya baru mulai terbit loh
__ADS_1