
Persiapan pernikahan Maya dan Surya sudah rangkum 60%. Surya sangat bahagia dengan rencana pernikahan mereka. Apalagi Mami Yolanda sudah memberikan mereka Restu. Surya sudah meminta kepada EO untuk mencetak undangan dan juga menyediakan gedung mewah di hotel berbintang lima yang ada di kota Jakarta.
"Mas apa ini tidak terlalu mewah?
"Tidak sayang mas ingin menunjukkan kepada semua orang kalau kamu itu istriku yang paling cantik dan kamu layak bahagia.
"Kamu ingat dengan sahabatmu Aira?
"Iya ada apa Mas? lebih tepatnya mantan sahabat.
"Dia bekerja di perusahaan EO yang akan mengatur rencana pernikahan kita.
"Maksud kamu?
"Aira dan Anisa juga lah yang bertugas menangani untuk mendesain interior Hotel tempat kita menikah.
"Tapi mengapa harus mereka Mas? apa Tidak ada orang lain lagi?
"Karena perusahaan tempat mereka lah EO terbaik di Kota Jakarta.Mas meminta kepada sahabat Mas yang notabennya pemilik EO tersebut yang ternyata Aira Dan juga Anisa bekerja di sana.
"tapi untuk apa Mas harus memakai jasa mereka?
"Nanti Maya takut mereka melakukan sesuatu kepada Maya, dan juga Bintang Mas. Maya takut mereka akan mempermalukan Maya lagi di hari pernikahan kita." ucap Maya
"Kamu tenang saja!" Mas akan mengatur semuanya, tinggal kamu mempersiapkan diri untuk menjadi istri dari seorang Surya dirgantara pemilik perusahaan terbesar di Indonesia." Ucap Surya sambil mengembangkan senyumnya kepada Maya.
Karena ia sudah melihat kekhawatiran di wajah Maya. Setelah Surya memberitahu kalau yang menangani pesta pernikahan mereka adalah Aira dan juga Anisa.
Sahabat Maya atau lebih tepatnya mantan sahabat Maya, yang mampu menghianati Maya hanya karena uang yang ditawarkan oleh Bu Maria membuat hidup Maya hancur berantakan.
" Apa Mas sudah bisa memastikan kalau mereka tidak akan melakukan sesuatu yang ingin mempermalukan Maya?
"Mas yakin sayang?" justru di pesta pernikahan kita kelak, akan membongkar kedok mereka menjadi seorang sahabat kamu yang mampu menghianati kamu hanya karena tawaran uang yang diberikan oleh Bu Maria.
"Kamu serius Mas?
"Iya sayang mas Serius kamu tenang saja.
***
Keesokan harinya Maya, Bintang dan Surya pergi ke rumah Pak Alberto sesuai dengan apa yang mereka rencanakan sebelumnya.
"Ayo Sayang kamu sudah siap?"
__ADS_1
"Sudah Mas!
"Apa Tante tidak ikut?
"Tante di rumah saja nak!"Kalian bertiga aja dulu. ucapkan Bu Nurhayati kepada surya dan juga Maya.
Kemudian Maya dan Surya sepakat untuk berangkat bertiga kediaman Pak Alberto. setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit Mereka pun tiba di kediaman Pak Alberto. Bi Halimah yang bertugas selama ini menjadi asisten rumah tangga di kediaman Pak Alberto, langsung berlari untuk menyambut kedatangan Maya. Apalagi Halimah sangat menyayangi Maya dan sudah menganggap saya sebagai putrinya sendiri.
"Maya.....teriak Bi Halimah sembari berlari memeluk Maya.
Sementara Pak Alberto yang sedang berbaring di atas tempat tidur. Mendengar suara seruan mobil dari luar. Hingga dirinya bangkit dari tempat tidur untuk melihat Siapa yang datang. Ketika pak Alberto melihat kalau Maya, surya dan bintang yang datang ke rumahnya, Pak Albert langsung keluar dari kamar untuk menghampiri Maya , Surya Begitu juga dengan Bintang.
"Kalian datang nak?" ucapkan Pak Alberto sambil langsung memeluk Maya dan meraih bintang dari gendongan Surya
tetapi ketika Alberto berniat untuk menggendong Bintang, Bintang langsung menangis histeris. Seolah dirinya Tidak mengenali Pak Alberto. Bintang memang belum mengenal Pak Alberto. Karena selama ini, Bintang tidak pernah di pertemukan oleh Maya kepada Pak Alberto. Bayangan masa lalu yang membuat hati Maya tidak ingin mempertemukan Bintang dan kepada Pak Alberto.
"Ini Opa sayang.......!" ucap Alberto sembari meneteskan air matanya. Sepertinya Pak Alberto, merasa bersalah kepada Bintang karena sudah meminta Maya pada saat itu untuk menggugurkan bintang. Karena hanya mempertahankan reputasi keluarga. Tanpa memikirkan dosa besar jika menggugurkan sebuah kandungan atau bayi yang tidak berdosa.
"Putri Mami jangan menangis dong ini Opa! ucap Maya kepada bintang memberikan pengertian kepada putrinya. Ia juga maklum Bintang menangis karena Bintang belum pernah sama sekali bertemu dengan Pak Alberto.
"Opa?
"Opanya bintang?
"Apa Kamu Opa ku?
"Iya sayang ini Opa!"sahut Alberto sambil meneteskan air matanya.
"Sama seperti Oma Nurhayati?
"Iya sayang!" ucap surya dan juga Maya. Bintang pun langsung memeluk Pak Alberto sambil langsung mencium wajah lelaki paruh baya itu. Membuat Alberto semakin merasa bersalah kepada Bintang.
"Maafkan Opa sayang!"ucap pak Alberto sembari mencium pipi tembam Bintang.
"Ini rumah kita, rumah opa, Mami, Papi dan juga Bintang ucap pak Alberto kepada bintang dibalas anggukan dari bintang. Pertanda dirinya mengerti apa yang dikatakan oleh Pak Alberto kalau bintang berada di kediaman opanya sendiri
"Mami apa ini Rumah Bintang juga?"
"Iya sayang!" ini Rumah Bintang juga." ucap Surya kepada bintang tanpa menunggu Maya menjawab pertanyaan Bintang.
"Rumah kita besar banget opa!
"Iya ini Rumah Bintang.
__ADS_1
"Opa serius?
"Serius dong sayang....!" Opa nggak mungkin berbohong sama cucu Opa yang cantik ini. ucap pak Alberto sambil mengembangkan senyumnya kepada Bintang.
Tiba-tiba Ibu Halimah datang dari dapur untuk menyuguhkan beberapa cemilan dan juga minuman.
"Silakan may, Pak!" ucap Bi Halimah.
sengaja memanggil Maya dengan sebutan nama. Karena selama ini, Maya tidak ingin Bi Halimah menganggap kalau dirinya adalah majikan. Tetapi Maya ingin berharap Bi Halimah menganggap Maya sebagai keluarga.
"Terima kasih Bi!"Bagaimana kabar Bibi apa bibi baik-baik saja?
"Alhamdulillah Bibi baik Maya.
"Syukurlah kalau Bibi baik-baik saja, oh ya Bi apa Bi Bibi sudah memberitahu kepada papa Apa Apa rencana Maya?
"Sudah dong mau, tapi sepertinya pak Alberto enggan untuk melakukannya.
ucap Bi Halimah sembari menatap pak Alberto yang sedari tadi berinteraksi dengan Bintang.
"Pa.....? Panggil Maya
"Ada apa nak?
"Maya berharap kalau Papa menikah dengan Bu Nurhayati!
"Maksud kamu Nak?
"Maya ingin keluarga yang lengkap pa....apalagi Maya mengetahui kalau benar mengetahui kalau Bu Nurhayati baik berhati malaikat. Jadi Maya mohon pa!" kabulkan permintaan Maya.
"Bukan Papa tidak mau sayang!" tapi bagaimana dengan ibu Nurhayati apa dia bersedia menikah dengan laki-laki yang sudah tua seperti papa.
"Papa tenang saja!" nanti Maya yang akan mengatur semuanya yang penting Papa setuju akan permintaan Maya." ucap Maya
Pak Alberto mengembangkan senyumnya. ia menatap putrinya dengan tatapan mendalam seolah dirinya ingin mengetahui sosok Nurhayati siapa sebenarnya. Kemudian Surya pun berkata kepada Pak Alberto kalau niat Mereka ingin mempersatukan Maya dengan Pak Alberto kembali, jika Pak Alberto menikah dengan Bu Nurhayati. Apalagi Bu Nurhayati sudah sah mengangkat Maya sebagai putrinya di mata hukum negara.
"Sekarang bukan tergantung papa, tapi tergantung Bu Nurhayati." ucap pak Alberto.
"Berarti Papa setuju nih, menikah sama ibu?tanya Maya dan Surya kompak. Pak Alberto langsung menganggukan kepalanya Ia pun tidak ingin mengecewakan putrinya.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏 yuk mampir ke karya kaya outhor yang lain, ceritanya ngak kalah sei kok
__ADS_1