
Keesokan harinya Zidan pergi ke rumah sakit Dirgantara sesuai dengan janji dokter ahli forensik dokter Idries, hasil tes DNA Zidan dan juga Dokter Avena hari ini sudah bisa diketahui hasilnya. Terlihat Zidan sangat antusias untuk segera tiba di rumah sakit.
Sebelumnya Zidan sudah memberitahu kepada Surya agar dirinya terlambat tiba di kantor. Setelah tiba di rumah sakit Zidan pun langsung ke ruangan dokter ahli forensik. Dokter itu pun sudah menunggu kehadiran Zidan di sana.
"Selamat pagi Tuan Zidan!"
"Selamat pagi juga Dokter Idris."
"Silahkan duduk tuan Zidan, ada sesuatu hal yang harus anda ketahui. Bahwasanya menurut penelitian kesesuaian genetik antara Tuan dan juga dokter Avena 98% memiliki kesamaan. Zidan bisa dipastikan Kalau tuan Zidan dan dokter Avena adalah saudara kandung." ucap dokter Idries kepada Zidan sembari langsung memberikan amplop putih yang berisi hasil tes DNA antara Zidan dan juga dokter Avena.
Mendengar penuturan dari dokter ahli forensik itu Zidan begitu bahagia. Ia pun langsung memeluk dokter itu dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena dirinya telah menemukan sosok adik kandungnya yang sudah lama ia cari. Sungguh hadiah yang luar biasa menurut Zidan.
"Sama-sama Tuan Zidan!"Tetapi Bagaimana jika kedua orangtua angkat Avena tidak terima akan kenyataan ini? ucap dokter ahli forensik itu kepada Zidan.
"Biarkan itu menjadi urusanku dokter, yang pasti aku ingin memiliki hidup yang baru bersama adik kandungku satu-satunya yang sudah lama aku cari-cari selama ini."
Setelah mendapatkan hasil tes DNA itu, Zidan berniat ingin langsung menemui dokter Avena di ruang kerjanya. Tetapi ketika Zidan sudah berada di ruang kerja Avena, Avena tidak ada di ruangannya membuat Zidan sedikit kecewa Padahal dirinya ingin langsung memberitahu bahwasanya Avena adalah adik kandungnya yang selama ini ia cari.
Zidan bertanya kepada salah satu suster yang bertugas di sana.
"Sus hari ini dokter Avena praktek tidak?
"Maaf Pak!" Dokter Avena sedang ada operasi sesar Di ruang operasi. Makanya dokter Avena tidak ada di ruangannya.
Zidan menganggukkan kepalanya paham. Kalau Avena sedang mendapat tugas penting sehingga dirinya memilih menunggu di ruang kerja Avena.
Setelah menunggu beberapa menit kemudian dokter Avena kembali ke ruangannya. Ketika dokter Avena tiba, dokter Avena begitu terkejut melihat kehadiran Zidan di sana. Zidan langsung berdiri dari tempat duduknya sembari langsung memeluk Avena.
"Adikku.....Hua Hua hua"tangis Zidan membuat dokter Avena semakin bingung ketika Zidan memanggilnya adik dan memeluknya.
"Kak Zidan ada?" Apakah Zidan ada masalah?"
__ADS_1
Zidan menggelengkan kepalanya. Ia pun memberikan amplop putih yang diberikan oleh dokter Idries kepadanya.
"lihat ini!" Sahut Zidan sembari langsung memberikan amplop putih. Membuat dokter Avena semakin bingung.
"Apa ini?
"Itu adalah bukti jika kau itu adalah adikku yang hilang bertahun-tahun silam."ucap Zidan kepada dokter avena.
"Maksud kakak?
"Kak Zidan kakak kandung kamu, dan kau Adik kandungku. Kita terpisah saat kejadian tragis yang mengalami keluarga kita.
"Kejadian apa? Avena tidak mengerti tolong jelaskan kepadaku kak."
Kemudian Zidan pun menceritakan kronologis hilangnya dokter Avena dari kehidupannya Zidan saat itu. Sehingga Avena Langsung menangis histeris ketika dirinya mengetahui sosok jati dirinya yang sebenarnya.
Lalu bagaimana bisa kakak melakukan tes DNA kepada Avena?
"Apakah ini hanya mimpi?
"Tidak adikku, kau adalah adik kandungku."tinggallah bersama kakak, Kakak sudah sangat lama mencari mu." ucap Zidan kepada dokter Apena sembari kembali meraih tubuh dokter Avena ke pelukannya.
"Kakak...... seru dokter Avena sembari terisak
"Adikku......"sahut Zidan. Pagi itu suara tangis kebahagiaan menggema di ruangan dokter Avena.
Membuat suster yang kebetulan berniat masuk ke ruangan itu menjadi heran dan bertanya-tanya.
"Pantas Selama ini Mami dan papi kurang menyayangiku, yang mereka sayangi hanyalah kak David." Ratap dokter Avena di dalam hati sembari tetap menatap Zidan dengan tatapan penuh arti.
"Kak, untuk saat ini sepertinya Avena belum bisa tinggal bersama kakak. Karena masih ada urusan yang harus aku selesaikan. Avena ingin meminta penjelasan langsung dari Papi dan mami. Entah mereka akan berterus terang kepadaku atau tidak. Yang pasti aku harus bertanya kepada mereka mengenal jati diri Avena. Walaupun aku sudah mengetahui nya dari kakak.
__ADS_1
Zidan pun mengangguk paham, Ia tidak memaksakan kehendaknya meminta Avena tinggal bersama dirinya apalagi Zidan belum menikah pandangan orang akan sulit diartikan jika mereka tinggal berdua di apartemen yang sama. Apalagi selama ini orang mengetahui Zidan tinggal hanya sendiri di apartemennya.
Zidan dan Avena sepakat kalau Avena tetap tinggal di rumah keluarga David untuk sementara waktu. Dan dokter Avena mengungkap kejadian yang dialami keluarganya. Ia bertekad untuk mengusut tuntas kasus itu yang sudah lama berlalu.
****
Zidanel kembali ke kantor ketika dirinya sudah selesai berbicara dan sepakat kepada dokter Avena untuk menjalani kehidupan mereka masing-masing sebelum kasus yang menimpa keluarganya terkuat. Apalagi dugaan surya mengarah kepada keluarga David yang mengasuh dokter Avena sejak kecil.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit, Zidan tiba di kantor. Ia sudah melihat Yuli sedang asyik mengerjakan pekerjaan kantor yang sudah diberikan oleh Zidan sebelumnya. Zidan memeluk Yuli sembari Langsung menangis.
"Ada apa Pak Zidan? Mengapa anda menangis?
"Ternyata kecurigaan ku bahwa dokter Avena itu adalah adik kandungku benar adanya. menurut penelitian dokter ahli forensik Kalau dokter Avena itu 98% adalah adik kandungku.
"Bapak serius?
Zidan menganggukkan kepalanya.
"Syukurlah kalau begitu ternyata usaha Pak Zidan selama ini sudah membuahkan hasil. Semoga dokter Avena dapat menerima kenyataan ini semua."ucap Yuli sembari melonggarkan pelukannya dari Zidan
"Sekarang Pak Zidan tidak perlu bersedih lagi, yang penting Pak Zidan sudah mengetahui kalau adik bapak sebenarnya baik-baik saja.
"Terima kasih Yul kamu sudah menjadi sandaranku ketika aku sedang rapuh."
"Tidak apa-apa pak zidan dan namanya juga kita teman.
"Teman?"
"Iya, Memangnya selama ini kita musuh? tidak bukan?"Saya tidak mengatakan Kamu itu musuh saya Pak!" ucap Yuli sambil terkekeh
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏