
Hingga David juga tertular penyakit tersebut dari istrinya. Hingga dokter Avena berusaha membawa David berobat sampai ke luar negeri. Agar penyakit yang diderita kakaknya dapat sembuh yang ditularkan oleh istrinya sendiri. Penyakit yang dialami oleh David dapat disembuhkan. Tetapi dengan konsekuensinya tidak dapat memiliki keturunan lagi.
Setelah penyakit David sembuh, David memilih untuk bercerai dengan istrinya. Semantara istrinya kembali ke keluarganya yang berada di daerah Wuhan. David ingin hidup Normal seperti lelaki lainya. Apalagi setelah dirinya berkonsultasi kepada Dokter spesialis yang terkait dengan penyakit yang dideritanya saat itu membuat David menyesali Aya yang ia lakukan selama ini.
Hal itulah yang membuat ibu Canada mencari tahu keberadaan Aira. Tetapi Aira yang sudah mengetahui maksud dan tujuan dari ibu Canada, sehingga dirinya memilih untuk menghindar dari keluarga David.
Karena semenjak David meninggalkannya begitu saja dan memilih menikah dengan wanita lain. Rasa kecewa dan sakit hati yang dirasakan oleh Aira begitu dalam. Dan Aira tidak ingin memiliki urusan lagi dengan keluarga David. Hingga Aira memilih untuk menghindari keluarga David dan minta tolong kepada Surya untuk mengurus kepulangannya ke tanah Manado.
Maya dan Surya memang benar-benar teman yang sangat pengertian mereka rela berkorban untuk kebahagiaan sahabat-sahabat mereka. Sehingga Surya membantu Aira, agar Aira dapat kembali ke kampung halamannya dengan selamat. Dan biaya kepulangan Aira ditanggung oleh Surya, suami dari sahabat Aira.
Dokter Avena masuk ke dalam rumah melihat sekeliling tidak ada orang di sana. Tetapi ocehan terdengar dari kamar yang ditempati oleh laura. Perdebatan antara Laura dengan David begitu terdengar ke ruang tamu. Hingga Dokter Avena pun menghampiri Laura dan melihat David dan Laura sedang berdebat.
Kalian kenapa ribut ribut? tanya dokter Avena yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar yang laura
"Entahlah dokter, Pria ini selalu ingin ikut campur dengan urusan ku. Bahkan dia sok sok perhatian kepadaku." ucap Laura kepada dokter Avena.
"Memangnya kamu kenapa?
Tiba-tiba saja kepalaku merasa pusing dan aku muntah-muntah." ucap Laura kepada dokter Avena. Kemudian dokter Avena memeriksa kondisi Laura. Ia pun mengembangkan senyumnya. Ini biasa dirasakan oleh wanita hamil muda. Kamu tidak apa-apa. Tetapi kamu butuh istirahat dan jangan lupa makan dan minum vitaminnya. Agar kondisi kesehatan kamu dan bayi kam baik." ucap Dokter Avena
"Jadi beneran dia lagi hamil? tanya David kepada dokter Avena. Ya memang saya hamil memangnya siapa yang ingin berbohong kepadamu. Kamunya saja tidak percaya." ucap Laura kepada David.
__ADS_1
"Apa semua orang hamil merasakan apa yang kamu alami?" tanya David kepada Laura. Laura mengangkat bahunya. Karena ia tidak tahu menjawab apa. Ia baru pertama kali hamil sehingga tidak mengetahui apa-apa tentang kehamilan. Tetapi dokter Avena yang menjawabnya.
Pengorbanan seorang ibu sangat luar biasa ketika mengandung anak sampai melahirkan ke dunia ini. jika ibu muda sedang hamil Biasanya mengalami mual dan muntah makan tidak berselera. Bahkan tidurnya tidak nyenyak sampai akhirnya wanita melahirkan seorang bayi. Selama sembilan bulan bayi di dalam kandungan ibunya. Tidak pernah merasa nyaman dalam tidurnya.
Jadi kamu jangan main-main kepada perempuan karena tugas seorang perempuan cukuplah berat. Apalagi ketika wanita melahirkan anaknya. Nyawa wanita itu sangat terancam. Tidak sedikit dari wanita yang meregang nyawa saat melahirkan." ucap dokter Avena kepada David. Membuat David langsung terpelongo.
David merasa tidak percaya akan hal yang diberitahu oleh Dokter Avena. Tetapi karna.dokter Avena adalah seorang dokter ahli kandungan membuat David tidak bisa menentang apa yang dikatakan oleh dokter Avena. Dan David membayangkan Apa yang dirasakan Aira saat Ini. Membuat David merasa bersalah besar kepada Aira.
Kemudian David meminta dokter Avena untuk memberitahu Di mana keberadaan Aira sekarang. Tetapi dokter Avena juga tidak mengetahui Di mana posisi Aira. Karna yang tau posisi Aira hanya Surya, Maya, Yuli, dan Zidan
"Tolong kasih tahu kepada saya di mana Aira sekarang? tanya David kepada dokter Avena
Menurut keterangan dari teman-teman kost Aira bahwa Aira pindah keluar kota. Aira tidak berada di kota Jakarta lagi." ucap dokter Avena kepada David. David mengacak rambutnya karena dirinya merasa bersalah akan apa yang dilakukannya kepada Aira
Sementara di tempat lain tepatnya di tanah Manado, Aira sudah mulai merasakan sakit yang amat di bagian perutnya. Membuat ia sedikit gelisah tetapi ia enggan membangunkan Washington.
Washington yang tertidur lelap bersamanya di satu kamar yang sama, walaupun mereka belum ada ikatan pernikahan. Tetapi karena kedua orang tua dan kerabat Aira yang mengambil kesimpulan sendiri. Kalau mereka adalah pasangan suami istri yang datang dari kota Jakarta. Kedua orang tua Aira mengira kalau Aira sudah menikah di Jakarta bersama Washington sehingga Aira datang dalam kondisi hamil.
Entah mengapa seiring berjalannya waktu, Washington merasa nyaman dengan Aira. Ia pun merasakan getaran yang hebat jika berdekatan dengan Aira. Ia sudah mulai jatuh cinta kepada Aira. Walaupun Aira mengandung benih orang lain di rahimnya.
Tetapi karna sikap manis dan perhatian Aira kepada Washington membuat Washington merasa nyaman. Padahal baru saling mengenal ketika Surya meminta Washington mengantarkan Aira kembali ke kampung halamannya.
__ADS_1
Washington tidak mengetahui kalau itu adalah salah satu rencana Surya dan Maya, untuk mendekatkan Washington dengan Aira. Karna menurut Surya dan Maya, hanya Washington yang cocok untuk mendampingi Aira. Makanya Surya meminta langsung kepda asistenya itu, untuk menghantarkan Aira.
"Aduh sakit !" teriak Aira membuat tidur Washington sedikit terusik. Ia pun langsung terbangun dan menghampiri Aira.
"Kamu kenapa sayang? tanya Washington kepada Aira.
"Perutku sakit banget. Aku tidak tahu harus bagaimana. Padahal dari tadi aku sudah mengolesinya dengan minyak kayu putih. Tetapi tetap juga sakit. dan Aira juga ingin buang air besar ke kamar mandi. Tetapi ketika Aira sudah di kamar mandi, tak kunjung keluar." ucap Aira kepada Washington
Hal itu membuat Washington sedikit panik
Ia menuntun Aira kembali duduk di atas tempat tidur, tetapi ketika Aira ingin duduk di atas ranjang air ketuban sudah pecah. membuat Washington semakin panik. Ia berteriak meminta tolong kepada orang yang ada di rumah itu, sembari menggendong tubuh Aira keluar dari kamar.
"Kamu tahan ya sayang, kita akan segera ke rumah sakit. Bertahanlah mas tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu dan bayi kita. Mas mencintaimu Sayang." ucap Washington dengan tulus.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih.
jangan lupa follow outhor Morata agar kalian mendapatkan notifikasi bab bab baru dari karya Morata. dan jangan lupa kepoin karya karya Morata lainnya.
Trims
__ADS_1