
"Sudah aku tidak apa-apa!" mengapa kalian menangis? tanya Zidan kepada orang-orang yang hadir menjenguk dirinya. Zidan berusaha meraih tubuh Yuli kepelukannya, seolah dirinya tidak ingin kehilangan Yuli.
Yuli mengelus wajah suaminya yang sudah terlihat pucat. Karena terlalu banyak mengeluarkan darah dan menahan rasa sakit yang ia rasakan saat ini. Tetapi Zidan berusaha terlihat baik baik saja.
"Sayang kamu jangan menangis lagi, jelek lihatnya tau." ucap Zidan sambil berusaha mengebangkan senyumya walau dirinya berusaha menahan rasa sakit akibat luka dan patah tulang yang ia alami. Yuli terus menggenggam erat tang Zidan untuk memberikan kekuatan kepada Zidan.
Sementara Surya, Washington dan Maya berpamitan dari rumah sakit setelah menyelesaikan segala yang diperlukan Zidan selama dirawat dirumah sakit Dirgantara. Tak terkecuali Avena yang selalu setia mengontrol kondisi Zidan saat ini, membuat hati Yuli sedikit lega.
"Ka, Avena ke ruang kerja Avena dulu, jangan lupa kakak harus banyak makan dan minum. agar kondisi kakak kembali pulih." ujar Dokter Avena kepada Zidan dan Yuli, agar Yuli memperhatikan pola makan Zidan Selama mendapat perawatan dirumah sakit.
"Maafin kakak sudah merepotkan kamu adikku yang manis." ucap Zidan mampu membuat dokter Avena tersenyum.
"Kakak bisa saja, masih sempat sempatnya Kakak godain Avena." ucap Avena sambil langsung berlalu dari ruang rawat Zidan.
Yuli hanya menatap Zidan dengan tatapan sendu. Rasa bersalah menyelimuti hati Yuli saat ini melihat kondisi suaminya tidak berdaya. Yang biasa Sidah berkutat di leptopnya di kantor besar Dirgantara group. Sementara Zidan melihat istrinya dengan tatapan penuh arti.
Zidan tau isi hati istrinya saat ini, kalau Yuli saat ini pasti merasa bersalah. Sungguh Zidan tidak merasa kecewa terhadap Yuli. Karena tuntutan Yuli malam itu benar adanya. wanita juga butuh kasih sayang dari suami, Bukan hanya materi. Apalagi janji Zidan kepada Yuli, mereka akan pergi bulan madu setelah pernikahan mereka berlangsung.
Tetapi sudah tiba bulan lamanya pernikahan Zidan dan Yuli, Zidan tak kunjung menepati janjinya. Hal itu membuat Zidan merasa bersalah kepada istrinya. Iapun paham akan kekesalan Yuli terhadapnya.
"Sayang lebih baik kamu istirahat. Pasti kamu sudah lelah." ucap Zidan meminta kepada Yuli agar Yuli segera istirahat. Ia tau kalau saat ini Yuli pasti lelah
Semetara ditempat lain, David dan Laura baru mendapat kabar, kalau Zidan sedang berada dirumah sakit akibat kecelakaan yang menimpa Zidan. Avena sengaja menghubungi David dan memberitahu kalau Zidan juga dirawat dirumah sakit yang sama dengan pak Hasan,orangtua kandung Laura.
__ADS_1
Laura dan David berniat melihat Zidan setelah mereka berkunjung keruang rawat inap pak Hasan. David seolah tidak percaya mendengar kabar tentang Zidan yang mengalami kecelakaan. Karena sebelumya, Zidan masih menghampiri David ke kantor Hamdan Group.
****
Mas ....mas darimana saja? Aira sama baby Sandiago ke kantor tapi mas malah tidak ada dikantor." tanya Aira kepada Washington yang baru tiba dirumah setelah pulang dari rumah sakit.
"Maafkan mas sayang!" mas tadi dari rumah sakit. Soalnya Zidan mengalami kecelakaan." sahut Washington sambil mengecup kening Istrinya.
"Apa mas?
"Zidan kecelakaan? tanya Aira belum percaya kalau Zidan suami sahabatnya mengalami kecelakaan.
"Ya sayang, tadi pagi Zidan mengalami kecelakaan lokasinya tidak jauh dari rumah Zidan.
"Tapi Zidan tidak kenapa-kenapa kan mas?
Malam itu juga Aira menghubungi Yuli. Ia tau kalau pikiran Yuli saat ini sedang kalut. Ia tidak ingin sahabatnya larut dalam kesedihan. ia berusaha memberikan penghiburan untuk Yuli. Berharap Yuli sabar merawat Zidan Sampai Zidan benar benar pulih.
Washington menghampiri istrinya setelah selesai melakukan ritual mandinya. Washington melihat Aira baru selesai berbicara dengan Yuli dalam sambungan telepon selulernya, Washington Langsung memeluk Aira dari belakang membuat Aira sedikit terkejut dengan Kehadiran suaminya disana yang tiba tiba memeluknya dari belakang.
"Astaga mas!" mas mengagetkan Aira Washington bukannya menjawab Aira ia malah langsung memberikan kecupan hangat di bibir manis Aira membuat Aira sedikit terhenyak mendapat serangan mendadak dari suaminya. Tetapi lama kelamaan justru Aira malah membalas kecupan Washington dan lidah mereka saling bertautan disana.
Aira semakin mende$@h, karna tangan Washington sudah mulai menjalar kebalik dress tipis yang dikenakan Aira saat ini, perlahan tangan Washington memainkan gunung kembar milik Aira membuat Aira semakin mende$@h seolah dirinya ingin meminta lebih dan lebih lagi .
__ADS_1
Sungguh nikmat rasanya tangan Washington semakin berkelana dibalik dress tipis yang kenakan Aira.
"Mas .....Auh..." de$@h Aira membuat Washington semakin melancarkan aksinya. Ia menuntun Aira naik keatas tempat tidur. Setelah memastikan kalau baby Sandiago sudah tertidur pulas didalam boxnya.
"Sayang.....!" bisik Washington karna Washington ingin mendapatkan respon dari Aira. Washington menuntun Aira memainkan adik kecilnya yang sudah lancang depan. Seolah adik kecilnya ingin dilepas dari sarangnya. Aira melakukan apa yang diminta suaminya. Ia tidak ingin membuat suaminya kecewa dengan pelayanannya.
Aira ingin membuat Washington benar benar puas dengan pelayanannya. Aira langsung melahap bagian adik kecil milik washington membuat Washington semakin merasakan sensasi yang luar dengan pelayanan Aira yang sangat luar biasa baginya.
"Auh....sayang....lagi sayang." de$@h Washington karna dirinya benar benar menikmati gerakan yang dilakukan Aira. Washington tidak mau kalah dari Aira, kali ini Washington ingin memimpin permainan dan ia langsung memainkan adik kecilnya dibagian area sensitif milik Aira membuat Aira semakin mende$@h..
Setelah kurang lebih satu jam dalam permainan, akhirnya Washington dan Aira benar benar mencapai puncaknya.
"Ah....ah..." des$@h Washington setelah adik kecil milik Washington memuntahkan lahar putih kental dibagian Area lembah sungai milik Aira.
Washington langsung terkulai lemas disamping Aira, ia langsung mengecup kening Aira
"Thanks my wife, i love you my wife." ucap Washington sambil langsung mengecup kening Aira .
"I love you too my husband." sahut Aira sambil mengebangkan senyumnya
Entah karna faktor kecapekan sehingga Aria dan Washington langsung tertidur pulas mengarungi alam mimpinya. Keduanya benar benar menikmati indahnya malam itu hingga mereka melupakan makan malam.
Semantara sang asisten rumah tangga yang sudah menyiapkan makan malam untuk majikanya. Terlihat sudah menunggu Aira dan washington disana untuk menyantap makan malam yang sudah dihidangkan asisten rumah tangga itu.Tetapi ketika mereka sudah menunggu sekitar dua jam, sang majikan tak kunjung turun. Membuat sang asisten memilih meninggalkan ruang makan berniat untuk istirahat.
__ADS_1
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏