Mama Muda

Mama Muda
SANGAT KACAU


__ADS_3

Sepeninggalan Andika Yuli kembali masuk ke dalam ruangannya untuk melanjutkan Tugasnya di kantor Dirgantara group. Tetapi Yuli tidak luput dari perhatian Zidan. Setelah memastikan Andika pergi dari lingkungan Dirgantara Group, Zidan kembali menghampiri Yuli. Ia sudah tidak peduli lagi Bagaimana Yuli mengomel terhadapnya.


Zidan langsung menggendong tubuh Yuli masuk ke dalam ruangannya. Dan mengunci pintu ruangannya rapat-rapat. Agar Yuli tidak bisa melarikan diri darinya. Beberapa jam saja Yuli mendiamkan Zidan hati Zidan sangat kacau.


"Lepaskan aku!" pekik Yuli sambil memberontak Ingin turun dari gendongan Zidan. Tetapi Zidan seolah tidak mendengar teriakan dari Yuli. Orang-orang yang ada di kantor tidak peduli dengan keduanya mereka mengetahui kalau Yuli dan Zidan pasangan kekasih.


Apalagi jabatan Zidan di kantor Dirgantara group wakil dari Surya membuat orang-orang di sana tidak ingin ikut campur dengan urusan Bos mereka saat ini.


"Lepaskan aku!" ucap Yuli tetapi Zidan sama sekali tidak peduli dengan ocehan Yuli


"Mau apa kamu?


"Mas hanya mau kamu sayang!"


"Mas tidak bisa kamu diamkan seperti ini. kacau jadinya tidak ada pekerjaan yang bisa terselesaikan."ucap Zidan sambil langsung mengecup bibir mungil Yuli.


Ketika Zidan memastikan kalau pintu sudah tertutup rapat, Zidan mendudukkan Yuli di atas sofa sembari terus memeluk Yuli seolah Zidan takut kalau Yuli akan lari darinya.


"Lepaskan sesak tahu dipeluk melulu seperti ini." gerutu Yuli.


"Siapa suruh dari tadi kamu mendiamkan mas. Mas bingung sama kamu. Tadi pagi Mas menjemputmu ke rumah, tetapi kamu sudah keburu pergi tanpa menunggu mas." ucap Zidan terus terus memeluk Yuli.


Yuli terdiam. Ia sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Zidan. Pertanyaan dan nasehat kedua orang tuanya membuat Yuli bersikap dingin terhadap Zidan. Ia mengira kalau Zidan sama sekali tidak serius menjalin hubungan dengannya. Apalagi setelah Zidan mendapatkan harta kekayaan kedua orang tua kandungnya kembali membuat Yuli menjadi lebih minder kepada Zidan


Yuli sama sekali tidak peduli lagi jika Zidan akan meninggalkannya. Karena ia sadar Siapa dirinya saat ini. Hanyalah seorang karyawan biasa yang bekerja di perusahaan Dirgantara. Padahal Zidan sama sekali tidak peduli dengan harta kekayaan yang sudah ia miliki sekarang. Yang ia tahu hanya menjalankan tugas dan tanggung jawabnya saat ini di kantor Dirgantara group. Yang dipercayakan Surya menjalankan perusahaan itu sekarang.


Apalagi setelah kondisi kesehatan Pak Alberto yang menurun membuat Surya harus menangani perusahaan milik Pak Alberto Papa mertuanya sendiri. Ia ingin menyelamatkan perusahaan Papa mertuanya dari orang-orang yang berniat jahat terhadap perusahaan Pak Alberto. Setelah mengetahui kondisi kesehatan Pak Alberto saat ini menurun

__ADS_1


Hal itulah yang membuat Surya mempercayakan perusahaan Dirgantara dijalankan oleh Zidan. Orang satu-satunya yang dipercayai Surya Dirgantara.


"Katakan sama mas Apa kesalahan Mas sehingga kamu mendiamkan mas semenjak tadi pagi. Bahkan kamu pergi sendiri ke kantor tanpa menunggu Mas?" tanya Zidan kepada Yuli.


Yuli tidak menjawab. ia seolah tidak peduli akan pertanyaan Zidan kepadanya. Yang ia pikirkan saat ini jawaban apa yang akan ia jawab kepada kedua orang tuanya jika suatu saat kedua orang tuanya akan menanyakan hal yang sama kepadanya.


"Sayang ada apa ini?tanya Zidan


"Sepertinya kita tidak dapat melanjutkan hubungan ini lagi. lebih baik kamu mencari wanita lain yang sepadan dengan mu. Yuli tidak sebanding dengan kamu."ucap Yuli kepada Zidan sambil memalingkan wajahnya agar Zidan tidak dapat melihat air bening yang mengalir di wajah cantik Yuli.


Bagai petir di siang bolong saat Zidan mendengar kata-kata itu dari mulut Yuli sendiri. Ia bingung Mengapa tiba-tiba Yuli berubah. Padahal yang ia tahu selama ini kalau Yuli sangat mencintai Zidan. Tetapi Mengapa Yuli berubah? pertanyaan itu yang tidak dapat Zidan pecahkan sampai sekarang.


"Kenapa kamu tiba-tiba memutuskan hubungan ini sayang? Mas sangat sayang dan cinta sama. Mas tidak pernah peduli siapa kamu dan siapa Mas. Di hadapan Allah kita itu sama tidak ada perbedaan."ucap Zidan sembari menatap Yuli. Tetapi Yuli memalingkan wajahnya dari Zidan.


Zidan tidak tahu sama sekali alasan Yuli memutuskan hubungan dengan Zidan.


"Sayang ada apa ini?


Tetapi Zidan tidak membiarkan begitu saja Yuli pergi dari hadapannya. Ia langsung memeluk Yuli dan memberikan kecupan hangat bibir Yuli.


"Mas tidak akan pernah terima kalau kamu memutuskan mas dengan sepihak tanpa mas mengetahui Apa alasan kamu. Hari ini juga Mas akan pergi ke kampung untuk meminta restu kepada kedua orang tua kamu." ucap Zidan membuat Yuli menatap Zidan dengan tatapan tajam.


Yuli meninggalkan Zidan di ruangannya dengan deraian air mata ia berusaha membuka pintu ruangan Zidan.


"Ahhk.........kenapa jadi begini? teriak Zidan di ruangannya. Ia tidak menyangka dengan mudahnya Yuli memutuskan hubungan dengan. Tetapi perjuangan Zidan tidak sampai di situ saja.Karna ia sangat mencintai Yuli


Ia berusaha meyakinkan Yuli kalau dia benar-benar sangat mencintai Yuli. Zidan langsung menghubungi Surya dengan menggunakan telepon selulernya.

__ADS_1


Ketika sambungan telepon Zidan tersambung kepada Surya, Zidan langsung membicarakan intinya kepada Surya yang meminta izin cuti beberapa hari. Zidan ingin menyelesaikan masalahnya dengan Yuli.


Surya mengerti dengan perasaan Zidan saat ini yang sangat kacau. Hingga Surya pun mengizinkan Zidan cuti beberapa hari. Apalagi Washington saat ini sudah mulai beraktivitas seperti semula di kantor Dirgantara. Ia juga paham kesibukan Zidan belakangan ini, Membuat hubungan Zidan dengan Yuli semakin renggang.


Setelah Zidan mendapat izin dari Surya untuk cuti beberapa hari, Zidan berniat untuk menemui kedua orang tua Yuli yang ada di kawasan Sumatera yaitu baku Heni. Zidan keluar dari ruangannya dan langsung menarik tangan Yuli tanpa peduli dengan tatapan orang-orang di sana.


"lepaskan tanganku, kau menyakitiku."ucap Yuli sambil menatap pergelangan tangannya yang sudah memerah. Zidan tidak sadar kalau genggaman tangannya sangat erat membuat tangan Yuli menjadi merah.


"Maafkan Aku aku tidak sengaja melakukannya."ucap Zidan sembari meraih tubuh Yuli kepelukannya. Kemudian Zidan dan Yuli keluar dari kantor Dirgantara.


"Kita mau ke mana?


"Sudah ikut saja tidak perlu banyak komentar.


"Kita mau ke mana? suara Yuli semakin meninggi.


"Kita akan menemui kedua orang tua kamu sekarang juga.


"Untuk apa?


"Untuk meminta Restu agar mereka merestui hubungan kita dan kita akan segera menikah."ucap Zidan kepada Yuli.


Yuli hanya terdiam. Ia tidak menjawab lagi apa yang dikatakan oleh Zidan kepadanya.


"Kenapa diam Ada yang salah dengan keputusan Mas? tanya Zidan kepada Yuli.


Yuli hanya menatap Zidan dengan tatapan penuh tanya.

__ADS_1


Bersambung.....


hai hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya. Jangan lupa tekan love, like coment vote dan hadiahnya ya Trimakasih 🙏🙏💓 iii


__ADS_2