
Keesokan harinya, keluarga kecil Surya dan mami Yolanda akan segera kembali ke kota Jakarta dengan menggunakan jet pribadi milik mami Yolanda. Sebelumnya Surya sudah menghubungi pilot dan co-pilot yang mengoperasikan jet pribadi milik mami Yolanda untuk mempersiapkan kepulangan keluarga Dirgantara ketanah air.
Setelah berpamitan kepada pak Alberto dan ibu Nurhayati, Maya, Surya , mami Yolanda dan juga Bintang dan Jupiter berlaku dari kediaman keluarga dirgantara yang ada di kota Changi. Beberapa menit kemudian mereka tiba di bandara. Dan langsung naik ke dalam pesawat jet pribadi milik Mami Yolanda.
****
Keluarga Surya sudah tiba di rumah utama keluarga Dirgantara. Hati Maya merasa lega ketika dirinya sudah menyaksikan kondisi kesehatan Pak Alberto berangsur-angsur membaik. Ia sangat bersyukur Ibu Nurhayati mengenal salah satu dokter ahli di bidang penyakit yang dialami pak Alberto.
"Mas akhirnya kita sudah sampai. Maya begitu bahagia karena kondisi kesehatan papa sekarang sudah berangsur-angsur membaik." ucap Maya ketika mereka sudah tiba di rumah utama keluarga dirgantara.
"iya sayang, mas juga bahagia melihat perkembangan kesehatan papa." ucap Surya
sementara Bintang dan Jupiter, Entah karna faktor kecapean Bintang dan Jupiter setelah selesai mandi dan makan malam, Bintang dan Jupiter langsung tertidur pulas.
"Sayang sini deh.
"Ada apa mas?"
"Mas sangat merindukanmu sayang. Dua Minggu kamu tinggalin mas sendirian disini. Membuat hari hari mas membosankan." ucap surya sambil langsung meraih tubuh Maya dalam pelukannya. Surya menutup pintu kamar mereka. Perlahan Surya menuntun Maya naik diatas kasur empuk yang sudah beberapa hari mereka tinggalkan.
Surya mengecup bibir mungil Maya yang begitu seksi dan begitu menggemaskan. Apalagi Surya dan Maya sudah sama sama merindukan memadu kasih bersama. Surya dengan lihai memainkan lidahnya beradu di rongga mulut Maya membuat Maya mengeluarkan suara merdunya.
"Sayang mas sangat merindukanmu, kamu tahan tiga ronde malam ini kan, membayar hutang kamu yang sudah beberapa Minggu meninggalkan mas sayang ." ucap Surya sambil kembali memainkan tangan Surya dibagian gunung kembar Himalaya milik Maya yang sudah lama ia rindukan.
Maya mengebangkan senyum ia tidak ingin mengecewakan Suaminya. Tidak dipungkiri kalau maya juga sangat merindukan suaminya yang begitu ia cintai. Maya membalas kecupan dan lu**Tan Surya. Ia benar benar merasakan sensasi yang sangat luar biasa.
Maya mulai Mende$@h membuat jiwa Surya semakin melonjak. Ia tidak ingin kalah dalam permainan Maya. Hingga Surya benar-benar memimpin permainan luar biasa. Perlahan Surya sudah mulai menuntun tangan Maya agar Maya memainkan adik kecil milik Surya yang sudah lancang depan.
__ADS_1
Maya melakukan permintaan Surya agar Surya tidak merasa kecewa terhadapnya. Maya berusaha mengimbangi permainan yang dilakukan boleh Surya membuat Surya benar benar merasa terbang ke langit ketujuh mendapat layanan yang luar biasa dari Maya saat ini. Hingga Surya benar benar mencapai puncaknya setelah satu jam dalam pergulatan di atas kasur empuknya yang sudah beberapa tahun ini mereka tempati.
"Trimakasih istri ku sayang mas sangat mencintai mu sayang." ucap Surya sambil mengecup kening Maya. dan langsung berbaring disamping Maya.
"Maya juga sangat sayang sama mas." ucap Maya sambil memeluk Surya yang sudah berbaring disampingnya.
Surya benar benar menikmati malam indah itu bersama Maya. Entah karna Faktor kecapean,Surya dan Maya langsung tertidur pulas setelah mengarungi alam mimpinya setelah pergulatan yang mereka lakukan hingga benar benar menguras tenaga Surya dan Maya.
****
Ditempat lain, Washington tampak bersiap ingin memulai aktivitasnya bekerja di kantor Dirgantara group.
"Sayang, tidak apa apa kan mas tinggal dirumah bersama putra kita. Soalnya mas sudah harus mulai bekerja lagi." ucap Washington kepada Aira.
"Tidak apa apa mas. Namanya juga mas bekerja untuk membutuhi kebutuhan kita juga kan? yang penting mas jangan macam macam di sana." ujar Aira sambil membantu memasang dasi Washington.
"Sudah tidak perlu malu, Kamu itu istri mas sayang." ucap Washington karna melihat wajah Aira merah merona seperti kepiting rebus.
"Ya sudah habis sarapan mas langsung berangkat bekerja, jangan sampai terlambat ." ujar Aira sambil menggandeng tangan Washington turun kebawah untuk menikmati sarapan pagi yang sudah dipersiapkan Aira sebelumnya.
Aira sengaja bangun lebih awal agar Aira dapat menyiapkan sarapan pagi suaminya. ia tidak ingin Suaminya berangkat kekantor tanpa sarapan pagi.
"Sayang putra kita dimana?
"Ada mas sedang tidur ditemani Bi Atun, kebetulan Bi Atun datang lebih awal hari ini." sahut Aira sambil memberikan sarapan pagi untuk Washington.
Washington menikmati sarapan lagi buatan Aira. Ia benar benar bangga memiliki istri seperti Aira yang pintar memasak.
__ADS_1
"Wah kalau makan lahap begini terus bisa bisa mas akan gemuk deh." ucap Washington sambil tertawa cengengesan ketika dirinya baru menyadari kalau Washington sudah menghabiskan sarapan paginya dengan waktu yang singkat.
Setelah selesai sarapan pagi, Washington berpamitan kepada Aira. Karna pagi ini Washington harus segera berangkat ke kantor.
"Mas pergi dulu ya Sayang. Tunggu mas dirumah, jika kamu perlu sesuatu kamu pesan online saja.
Ini gunakan untuk keperluan dirumah dan keperluan kamu juga." ucap Washington sambil memberikan gold card kepada Aira dan uang tunai pecahan seratus ribu beberapa lembar.
"Ini untuk apa uang sebanyak ini mas?"
"Itu untuk keperluan kamu, dan putra kita sayang. Jika kamu merasa kurang kamu katakan sama mas." ucap Washington
"Tidak mas, ini sudah melebihi dari cukup." ucap Aira sambil memeluk dan mengecup bibir ranum Washington.
"Mas pamit ya sayang!" ucap Washington sambil mengecup kening Aira. Aira melambaikan tangannya ketika mobil Washington sudah mulai melaju kearah jalan raya menuju kantor Dirgantara group.
Sepeninggalan Washington, Aira langsung kembali masuk kedalam rumah untuk menghampiri putranya yang masih tertidur pulas. Aira begitu bahagia mendapat perhatian dari Washington.
"Ya Alloh hamba bersyukur, engkau telah mengirimkan jodoh yang begitu sempurna buat Aira walau selama ini Aira dipenuhi dengan Dosa ya Alloh. Ampuni hamba mu ini ya Alloh."
Doa Aira dalam hati sambil menatap gold card yang diberikan Washington kepadanya .
Aira benar benar bahagia Alloh mempertemukannya dengan Washington. Ia tidak menyangka kalau dirinya mendapat lelaki yang baik seperti Washington. Karna Aira menyadari akan kesalahannya selama ini terhadap orang orang yang dekat dengannya.
Maya yang dulunya ia jebak membuat kehidupan Maya saat itu menderita mampu memaafkan Aira yang sudah benar benar menyakiti Maya. Justru selama ini Maya yang banyak membantu Maya setelah Aira ditinggal David begitu saja.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya. jangan lupa tekan love, like coment vote dan hadiahnya ya. Trimakasih 🙏🙏🙏🙏