
"Pak Alberto hanya terdiam ia tidak menjawab Tetapi Pak Alberto juga memiliki keinginan yang kuat untuk segera sembuh. Pak Alberto dan Bu Nurhayati memutuskan untuk membawa Pak Alberto untuk berobat ke rumah sakit yang berada di Singapura. Yang kebetulan.
"Sekarang Nur akan meminta Asisten mas untuk menangani pekerjaan mas dikantor selama kita berada di Singapura. Tentunya harus di pantau putri kita." ucap Ibu Nurhayati.
Tapi sepertinya Maya juga sangat repot sekarang karna Surya sekarang berada di Manado." ucap pak Alberto kepada Ibu Nurhayati.
"Nur sudah meminta kepda Maya, untuk membantu menangani pekerjaan mas di kantor. Dan Surya besok sudah sampai di Jakarta. Mas tenang saja, semua pasti bisa teratasi." ucap Ibu Nurhayati.
"Bu Nurhayati pun meminta kepada asisten pak Alberto untuk mempersiapkan keberangkatan Ibu Nurhayati dan pak Alberto ke Singapura esok hari. Untuk melakukan pengobatan disana.
"Apa kamu yakin kalau mas berobat kesana mas bisa sembuh?" tanya pak Alberto.
"Nur yakin mas!" karna sudah banyak yang berhasil melakukan pengobatan disana."
"Ya sudah kalau begitu, semoga mas salah satunya yang beruntung dapat sembuh berobat kesana." kata pak Alberto penuh harap.
Ditempat lain, Maya sangat gelisah ketika ibu Nurhayati menghubungi dirinya dan memberitahu kalau kondisi kesehatan pak Alberto saat ini sedang tidak baik. Dan Bu Nurhayati juga meminta kepada Maya untuk menggantikan tugas pak Alberto di Alberto group untuk sementara waktu. Untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab Pak Alberto selama ini di kantor Alberto Group.
"Sebenarnya Papi sakit apa sih Mengapa Ibu tiba-tiba memintaku untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab papi sebagai presiden direktur di perusahaan Papi." tanya Maya dalam hati karena Maya sama sekali tidak bisa memejamkan matanya sama sekali malam itu. Sehingga dirinya memilih untuk keluar dari kamarnya. Ia pun berniat untuk menghubungi Surya. Tetapi Maya mengingat apa yang dikatakan Surya. Kalau dirinya malam itu akan istrihat saat berbicara kepada Bintang dan Maya.
Mudah-mudahan kondisi kesehatan Papi tidak seburuk yang aku bayangkan." gumam Maya dalam hati. Malam itu Maya benar-benar tidak bisa memejamkan matanya sedikitpun. Entah apa yang membuat Maya malam itu sangat gelisah.
****
Keesokan harinya Pak Alberto dan juga Ibu Nurhayati sudah berangkat ke Kota Singapura. Untuk melakukan pengobatan di sana. Apalagi dokter teman ibu Nurhayati bertugas di sana.
"Setelah membereskan segala keperluan yang akan digunakan di Singapura, Ibu Nurhayati dan pak Alberto langsung berangkat ke bandara Soekarno Hatta. Menuju bandara Changi Singapura.
Sekitar kurang lebih 2 jam dalam perjalanan Ibu Nurhayati dan Pak Alberto tiba di Bandara Changi Singapura. Sebelumnya ibu Nurhayati sudah menghubungi dokter Bernhard Kalau pak Alberto akan melakukan pemeriksaan di rumah sakit tempat dokter benhard praktek.
Ketika pak Alberto dan ibu Nurhayati sudah tiba di rumah sakit itu, terlihat dokter Benhard sudah menunggu kedatangan Ibu Nurhayati dan Pak Alberto.
__ADS_1
"Selamat sore Pak Alberto sapa dokter Benhard kepada Ibu Nurhayati dan juga Pak Alberto.
"Selamat sore Dokter Benhard!" sahut ibu Nurhayati dan pak Alberto sambil menjabat tangan dokter Benhard.
"Ada yang bisa saya bantu ?"
"Seperti yang sudah saya beritahu sebelumnya. Suami saya sedang sakit dan ini hasil leb terakhir saat berada di Indonesia." ucap Bu Nurhayati sambil menunjukkan hasil terakhir pemeriksaan saat berada di rumah sakit Jakarta. Membuat pak Alberto bingung dari mana Bu Nurhayati mendapatkan hasil rekam medis yang dilakukan pak Alberto secara diam diam.
Dokter Benhard langsung memeriksa hasil lab tersebut dan kembali memeriksa kondisi kesehatan pak Alberto. Agar dokter Benhard mengetahui pengobatan yang bagaimana yang harus dilakukannya kepada pak Alberto.
Ketika Dokter Benhard melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan pak Alberto,
Dokter Benhard menggelengkan kepalanya. membuat Ibu Nurhayati sangat kwatir akan kondisi kesehatan pak Alberto selama ini.
"Bagaimana dokter Benhard Apa penyakit suami saya masih memiliki harapan untuk sembuh?" tanya Bu Nurhayati penuh harap.
"Semua penyakit bisa disembuhkan oleh Yang maha kuasa kita hanya dapat berusaha dan berdoa memohon kesembuhan dari sang khalik. Jangan pernah berhenti berharap dan memohon kepada yang maha kuasa. Dokter hanya sebagai jalan untuk mengobati penyakit yang diderita para pasien.
"Kamu harus kuat mas!" jangan kamu pikirkan apa-apa. Maya dan Surya pasti bisa menangani perusahaan mas Tanpa adanya mas di sana. Jadi lebih baik mas tenangkan diri dan berusahalah kuat agar Mas bisa sembuh seperti yang dikatakan Dokter Benhard tadi." ucap Ibu Nurhayati kepada pak Alberto berharap pak Alberto kuat dalam menjalani pengobatan di Singapura.
"Dokter Benhard pun memulai pengobatannya saat itu juga. Ibu Nurhayati selalu setia mendampingi pak Alberto di rumah sakit Singapura.Tak henti hentinya Ibu Nurhayati terus menyemangati Pak Alberto
Di tempat lain surya yang mendapat telepon seluler dari Maya begitu terkejut memberitahu kalau Pak Alberto pergi ke Singapura untuk melakukan pengobatan. Yang selama ini mereka tidak mengetahui kondisi kesehatan pak Alberto bahwa pak Alberto memiliki penyakit yang serius. Sehingga Surya meminta kepada Mami Yolanda untuk segera bersiap kembali ke Jakarta.
"Mom jalan-jalannya kapan-kapan saja ya. Kita akan datang kemari lain kali saja. Sekarang kita harus kembali ke Jakarta." ucap Surya kepada Mami Yolanda sedikit panik.
"Memangnya ada apa kenapa kamu sepertinya panik seperti itu?" tanya Mami Yolanda kepada Surya.
"Nanti Mami juga akan tahu. Sekarang juga kita harus berangkat ke Jakarta. Karena kondisi kesehatan Pak Alberto saat ini sedang memburuk dan sekarang Pak Alberto dan Bu Nurhayati sedang berada di Singapura." ucap Surya kepada Mami Yolanda membuat mani Yolanda sedikit terkejut mendengar apa yang dikatakan Surya kepadanya.
"Memangnya pak Alberto sakit apa?
__ADS_1
"Selama ini Mami tidak pernah mendengar Kalau Pak Alberto memiliki penyakit yang sangat serius seperti yang kamu katakan." ucap Mami Yolanda kepada Surya.
"Surya juga belum tahu mom!" tetapi Maya mengatakan kalau ibu Nurhayati menghubunginya agar Maya membantu asisten Papa untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab Papa sebagai pemilik perusahaan di kantor Alberto Group.
Sepertinya Maya juga sangat kewalahan saat ini karena Maya harus merawat Bintang dan juga Jupiter di sana. Kemudian dia harus pergi ke kantor untuk membantu asisten Papa menjalankan perusahaan Papa." ucap Surya kepada Mami Yolanda sambil membereskan barang bawaannya untuk kembali ke Jakarta.
"Ya sudah kalau begitu Apa kamu sudah memesan tiket kita?
"Sudah mom!" jam keberangkatan kita 2 jam lagi mami harus segera bersiap-siap karena kita akan langsung berangkat ke bandara." ujar Surya agar mami Yolanda segera bersiap untuk berangkat ke Jakarta.
****
"Papi Hua...Hua....Hua" tangis Maya membuat para asisten rumah tangga dan Bintang ikut bersedih Melihat Maya menangis ketika mendapatkan sambungan telepon seluler dari Bu Nurhayati Kalau Bu Nurhayati hari itu juga akan berangkat ke Singapura bersama Pak Alberto.
"Mami ....mami kenapa menangis? tanya Bintang kepada Maya karena bintang melihat Maya menangis sesenggukan.
"Tidak apa apa sayang!" kamu jangan rewel ya dan doakan Opa agar Opa segera sembuh." ucap Maya.
"Memangnya opa sakit mom?"
"Iya Sayang!" tolong doain ya sayang." ujar Maya kepada Bintang.
"Bintang pasti akan mendoakan Opa seluruh keluarga kita. Agar Alloh SWT memberikan kesehatan dan kesembuhan kepada Opa dan seluruh keluarga kita sehat sehat." ucap Bintang.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏🙏🙏
jangan lupa like coment dan votenya....
mampir kekarya emak yang lain juga.
__ADS_1