
"Terima kasih Mas!" Mas sudah membawa kebahagiaan untuk Maya. Yang selama ini tidak Maya dapatkan." ucap Maya sambil mengembangkan senyumnya.
Di tempat lain Pak Alberto dan juga Bu Nurhayati sudah menunggu kedatangan surya dan Maya. Karena sebelumnya mereka berjanji untuk datang Kerumah pak Alberto. Hingga Pak Alberto pun meminta ibu Nurhayati untuk menghubungi Surya.
Kring
Kring
Kring
Suara ponsel Surya terdengar jelas di telinga mereka. Sehingga Surya pun harus melepaskan pelukannya dari Maya. Ia melihat yang menghubungi dirinya adalah nomor ponsel milik Bu Nurhayati. Sehingga buru-buru Surya langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar telepon seluler surya tersambung dan dapat berbicara kepada ibu Nurhayati.
"Halo assalamualaikum Nak!"
"Waalaikumsalam ma!" sahut Surya
"Kalian dimana nak kok belum datang ke rumah?
"Memangnya ada apa ma?
" Apa bintang rewel?
"Tidak, Bintang tidak rewel dia baik sekarang Bintang sudah tidur." ucap Bu Nurhayati kepada Surya.
"Apa kalian menginap di sana?
"Tidak ma, ini sebentar lagi kami mau pulang.
"Apa kalian masih singgah ke rumah?
"Sepertinya besok pagi aja ma, kasihan Maya dia sudah capek dan ingin istirahat." ucap Surya kepada Bu Nurhayati didalam sambungan telepon selulernya.
"Ya sudah kalau begitu kalian baik-baik ya nak." ujar Ibu Nurhayati sambil langsung menutup sambungan telepon selulernya kepada Surya.
"Bagaimana Sayang apa mereka singgah ke sini?
"Sepertinya tidak Mas, kata Surya Besok pagi saja mereka datang kemari."
"Memangnya Mereka lagi berada di mana?
__ADS_1
"Sekarang Mereka ada di rumah utama keluarga Dirgantara.
"Oh bagus kalau begitu."
"Lebih baik kita langsung istirahat Sayang." ucap Alberto kepada Bu Nurhayati sembari langsung menggandeng tangan Ibu Nurhayati. Yang kebetulan bintang sudah tertidur pulas di kamarnya.
"Mas apa menurutmu Yolanda sudah benar-benar menerima Maya sebagai menantunya? tanya Bu Nurhayati kepada Pak Alberto karena dirinya merasa khawatir dengan keadaan Maya di rumah utama keluarga Dirgantara.
"Memangnya kenapa kamu nanya begitu sayang?
"Maaf Mas kalau Nur belum memberitahu sebenarnya kepada mas, sebelum Maya menjalin hubungan dengan Surya. Ternyata Surya lah yang membantu Maya selama ini yaitu pria misterius yang diceritakan Maya kepada Nur. Yolanda sering menghina dan mencaci Maya. Karena menurut Yolanda Maya wanita murahan, memiliki anak tetapi tidak punya suami. Padahal Yolanda sama sekali tidak mengetahui pokok permasalahannya. Sehingga dirinya marah besar kepada Maya setelah mengetahui kalau putranya Surya menjalin hubungan dengan Maya.
"Tapi sepertinya Mas lihat dari mimik Yolanda sepertinya Yolanda sudah benar-benar menerima Maya sebagai menantu." ucapan Alberto kepada istrinya.
"Jujur.....Nur juga memperhatikannya dan sepertinya Yolanda sudah berubah. Tetapi rasa khawatir masih ada di benak Nur mas karena kita tidak mengetahui hati seseorang bagaimana." ucap Bu Nurhayati kepada suaminya.
"Sudah tidak perlu kamu pikirkan yang penting kita doakan saja yang terbaik kepada anak kita." ucap Alberto kepada Bu Nurhayati sembari mengecup kening Bu Nurhayati.
"Kamu benar-benar cantik." puji Pa Alberto kepada istrinya.
"Mas bisa aja ingat umur sudah tua."
"Yang benar masih kuat?
"Iya dong mau coba tidak?"
Bu Nurhayati pun hanya nyengir, Nurhayati tidak menjawab sama sekali. Tetapi pak Alberto sudah langsung mengecup bibir manis istrinya. mereka benar-benar menikmati malam indah pada saat itu. Usia pernikahan mereka masih tergolong seumur jagung. Bahkan mereka baru saling mengenal. Tetapi mereka terlihat sangat bahagia.
Apalagi Pak Alberto sangat mengerti keinginan Ibu Nurhayati. Begitu juga dengan ibu Nurhayati mereka sudah saling memahami dan perlahan cinta tumbuh di antara mereka. Sehingga malam itu memang benar-benar malam yang istimewa buat pasangan Pak Alberto dan juga Ibu Nurhayati.
"Sayang boleh ya, Mas meminta hak mas sebagai suami kamu? pinta Pak Alberto kepada Ibu Nurhayati. Karena sudah dua bulan pernikahan mereka, Pak Alberto sama sekali belum menjamah Bu Nurhayati. Pak Alberto tidak ingin memaksakan kehendaknya jika Ibu Nurhayati belum siap untuk melayaninya.
Ketika pak Alberto meminta haknya sebagai suami dari ibu Nurhayati . Bu Nurhayati pun mengembangkan senyumnya ia sudah menyadari kalau dirinya sudah berkewajiban untuk melayani Alberto baik itu secara lahir dan batin.
Melihat istrinya mengembangkan senyumnya Alberto merasa mendapat lampu hijau dari istrinya. Pak Alberto kembali langsung melahap bibir manis Ibu Nurhayati. perlahan ciuman itu semakin mendalam, Sehingga mereka pun benar-benar menikmati percintaan mereka di malam yang indah itu.
Setelah mencapai puncaknya Pak Alberto pun langsung mengecup kening Nurhayati.
"Terima kasih sayang untuk malam ini. Mas sudah salah menilaimu selama ini ternyata kamu benar-benar wanita yang aku cari selama ini."ucapkan Alberto sembari kembali mengecup kening Bu Nurhayati. Entah karna faktor kecapekan sehingga pak Alberto langsung terkulai lemas di samping bu Nurhayati. Tidak menunggu waktu lama, pasangan suami istri paruh baya itu pun Langsung tertidur pulas mengarungi alam mimpinya.
__ADS_1
Sementara di tempat lain Mami Yolanda memohon kepada surya dan juga Maya agar malam itu Maya dan Surya menginap di rumah utama keluarga Dirgantara. Karena Mami Yolanda masih sangat merindukan sosok Putra dan menantunya.
"Menginaplah malam ini disini." Pinta mami Yolanda kepada Maya dan juga Surya.
"Tapi ma..... kami harus pulang!"
"Mami mohon malam ini aja, sebelum kalian berangkat bulan madu ke California.mohon mami Yolanda. Maya pun menatap suaminya dengan tatapan penuh tanya.
"Ya sudah mom. .... malam ini Maya dan Surya menginap di sini." ucap Surya sembari langsung berpamitan kepada Mami Yolanda untuk langsung pergi ke kamar miliknya yang selama ini menemani Surya . Maya mengekori Surya dari belakang karena selama ini Maya sama sekali belum pernah ke kamar pribadi milik suaminya yang berada di di rumah utama keluarga Dirgantara.
"Ini kamar kamu Mas?
"Iya sayang!"
”Sudah lama tidak Mas tempati, tapi kok masih rapi seperti ini dan bersih?
"Bibi yang selalu membersihkannya jika mas tidak ada di rumah ini.
"Oh Oh Maya kira ada istri mas disini yang selalu membersihkan kamar ini." ucap Maya sambil nyengir.
"Kamu ini kalau ngomong jangan ngelantur sayang,"
"Tidak akan ada wanita lain di hati mas selain kamu dan Bintang, Percaya sama Mas. Harus berapa kali Mas katakan kepada kamu." ucap Surya kepada Maya.
Padahal Maya mengeluarkan kata-kata itu hanya untuk menjahili suaminya. Maya langsung mengalungkan tangannya di leher jenjang surya. Dan langsung mengecup bibir manis Surya tanpa memberikan aba-aba membuat Surya merasa di awang-awang mendapat serangan mendadak dari istrinya.
Surya benar-benar menikmati kecupan dari istrinya. Sehingga Surya pun langsung membalas kecupan itu.
"Mas menginginkannya Sayang, apa kamu mengizinkannya?" tanya Surya kepada Maya.
"Mas apa-apaan sih kok harus bertanya lagi Maya ini hanya milik Mas seutuhnya tidak ada yang bisa menikmati Maya selain Mas."ucap Maya.
Maya langsung memeluk suaminya perlahan tangan Maya sudah mulai menjalar di bagian area belut milik suaminya.
Hal itu membuat Surya langsung mengeluarkan de$@hanya dan meminta Maya untuk kembali melakukan hal yang sama. Bahkan ia pun meminta lebih dari apa yang saya lakukan Maya terhadapnya.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1