Mama Muda

Mama Muda
KENYATAAN PAHIT


__ADS_3

Setelah selesai berbicara kepada Mami Yolanda Maya langsung menghampiri suaminya berniat untuk meminta penjelasan akan apa yang dikatakan oleh mami Yolanda.


"Mas tolong jelaskan sama Maya, apa maksud semua ini?


"Maksud kamu sayang?"


"Apa mas tidak memberitahu kepada mami, kalau setelah selesai resepsi pernikahan kita, kita langsung tinggal disini?"


Surya menghela napas panjang. Ia tidak ingin memberitahu yang sebenarnya kepada Maya.


"Tidak apa apa sayang!" biarkan ini kejutan buat mami." ucap Surya berbohong.


Maya menatap suaminya, ia mencoba mencari kebohongan Dimata Surya.


"Mas lebih baik mas terus terang sama Maya, apa yang sebenarnya mas tutupi dari Maya?


"Tidak ada sayang!"


"Tapi mengapa mas tidak memberitahu kepada Maya kalau kita langsung pindah kerumah ini mas?


"Kan sudah mas katakan barusan sayang, Biarkan ini menjadi kejutan buat mami. Karna mami sama sekali Belum mengetahui kalau mas memiliki rumah ini." ucap Surya meyakinkan istrinya.


Maya mencoba untuk mempercayai apa yang dikatakan suaminya. Tetapi entah mengapa Maya merasa ada sesuatu yang ditutupi suaminya darinya.


"Ya sudah mas!" tidak apa apa habis sarapan kita langsung kerumah utama untuk menemui mami."


"Apa kamu yakin sayang?"


"Iya kenapa tidak mas?"


"Tidak apa apa!" siapa tau kamu terpaksa karna mami sudah menghubungi kita."


"Tidak kok mas!" Maya tidak apa apa. Lebih baik massiap siap gih." ucap Maya meminta kepada suaminya agar segera bersiap pergi kerumah utama keluarga Dirgantara untuk menemui mami Yolanda.


Sejujurnya Surya malas untuk menemui mami Yolanda. Karna rencana jahat yang direncanakan oleh mami Yolanda dan dokter Sandra membuat Surya membenci Ibu kandungnya sendiri.


Tetapi Maya sama sekali tidak mengetahui rencana jahat mami Yolanda dan dokter Sandra. Sehingga Maya beranggapan kalau mami Yolanda benar benar menerimanya sebagai menantu keluarga Dirgantara.


"Sudah siap mas?"


"Bentar sayang!"ucap Surya

__ADS_1


"Lama Banget mas!" sudah seperti wanita saja." ucap Maya sambil terkekeh.


Surya sangat ragu melangkahkan kakinya keluar dari rumah, pergi kerumah utama keluarga Dirgantara. Karna Surya tidak ingin Maya akan kecewakan dan sakit hati mendengar kenyataan, kalau mami Yolanda sama sekali tidak menginginkan Maya menjadi menantu keluarga Dirgantara.


Tetapi karna permintaan dari istrinya, sehingga dengan terpaksa Surya mengikuti keinginan istrinya menemui mami Yolanda di rumah Utama.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih empat puluh menit, Surya dan Maya tiba di rumah utama milik keluarga Dirgantara.


"Maya sangat takjub melihat ruang milik keluarga Dirgantara disamping luas, taman yang indah dan rapi membuat Maya Begitu mengagumi rumah utama keluarga Dirgantara.


"Yuk masuk sayang!" ucap Surya kepada Maya sambil menggandeng tangan Maya masuk kerumah utama.


Sedangkan satpam yang bertugas di rumah utama keluarga dirgantara memarkirkan mobil yang dikendarai oleh Surya. Tetapi Surya sangat terkejut dengan adanya mobil sahabatnya terparkir disana.


"Ngapain Zidan disini?" tanya Surya dalam hati.


"Pak....." mami ada?


"Ada Den!" tapi sepertinya lagi bicara serius dengan tuan Zidan."


"Bicara serius dengan Zidan?


"Ia Den!"


Mendengar apa yang dibicarakan oleh mami Yolanda dan Zidan, air bening sebening embun menetes dari pelupuk mata Maya. Surya memegang erat tangan Maya, pertanda dirinya ingin memberikan kekuatan dan dukungan kepada istrinya.


"Jadi karna ini mas, tidak membawa Maya ke rumah ini?"


"Jadi karna ini juga mas berbohong sama Maya? pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan Maya kepada Surya. Surya tidak mampu berkata-kata karna memang apa yang dikatakan Maya, benar adanya.


Surya Isak tangis Maya membuat mami Yolanda dan Zidan menoleh kearah belakang dan melihat sosok Maya dan Surya sudah berada disana.


"Bos......" panggil Zidan


"Maya....." ucap mami Yolanda sembari langsung menghampiri Maya. Tetapi ketika mami Yolanda maju Beberapa langkah, Maya mundur. Surya tau kalau istrinya kecewa kepada mami Yolanda.


Surya berusaha untuk menenangkan Maya.


"Surya menahan tubuh mami Yolanda agar tidak mendekati Maya. Padahal mami Yolanda hanya ingin meminta maaf kepda Maya. Tetapi karna Maya sudah mendengar apa yang dibicarakan Zidan dengan mami Yolanda, membuat Maya tidak percaya sedikitpun kepada mami Yolanda.


"Kenapa nak?

__ADS_1


"Kenapa kalian baru pulang?"tanya mami Yolanda kepada Surya.


"Maaf mi!" sepertinya tidak ada yang menginginkan istri Surya tinggal disini, jadi untuk apa Surya pulang kerumah ini?"


"Maksud kamu apa nak?"


"Tidak perlu pura-pura tidak tau mi!" semuanya kami dengar kok, Apa yang mami bicarakan bersama Zidan barusan. Jadi untuk itu Surya dan Maya memutuskan untuk tidak tinggal dirumah ini." Surya ingin tinggal bersama wanita yang Surya cintai dirumah Surya sendiri tanpa adanya mami yang berniat untuk memisahkan Surya dengan istri Surya.


"Jujur Surya sangat kecewa kepada mami." ucap Surya sambil langsung menarik tangan Maya keluar dari rumah utama keluarga Dirgantara.


"Surya...... tunggu!" teriak mami Yolanda memanggil putranya. Tetapi Surya tetap saja melangkahkan kakinya keluar dari rumah utama dan langsung menaiki mobil yang ia kendarai sebelumnya.


Setelah berada di dalam mobil, Surya melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju kediaman Pak Alberto. Sementara airmata Maya masih tetap mengalir di wajah cantiknya membuat Surya merasakan apa yang dirasakan oleh istrinya.


"Maafkan mas sayang!"


"Tidak apa-apa Mas!" semua ini bukan salah Mas kok." lagian Maya yang selalu ngeyel tidak mengikuti apa yang Mas katakan.


Sehingga Maya harus mendengar apa yang dibicarakan oleh pak Zidan dan juga Mami Yolanda.


"Seandainya Maya menuruti apa yang Mas katakan, pasti Maya tidak akan mendengar semuanya apa yang mereka bicarakan. Yang membuat hati Maya terasa sakit bagai tertusuk duri tajam." ucap Maya.


"Ya sudah kamu tenang saja!" Mas akan selalu ada di sampingmu, Jangan khawatir. Sekarang kita menemui Bintang ya!" Mas sudah sama merindukan Putri kita." ucap Surya sambil mengembangkan senyumnya ke arah Maya. Berharap Maya sedikit terhibur jikalau dirinya mempertemukan Maya dengan Putri mereka.


"Iya Mas!" namanya juga sudah sangat merindukan Bintang." sahut Maya. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit surya dan Maya pun tiba di kediaman Pak Alberto. Bu Nurhayati yang melihat mobil milik Surya tiba di halaman rumah, langsung menghampiri Surya dengan Maya.


"Assalamualaikum Bu!" sapa Maya sambil berusaha mengembangkan senyumnya agar ibu Nurhayati tidak melihat raut wajah kesedihan di wajah cantik Maya


"Ibu merindukanmu nak!" ucap Bu Nurhayati sambil langsung memeluk Maya.


"Maya juga sangat merindukan ibu!" ucap Maya.


"Papi dan Bintang di mana Bu?


"Ada di taman belakang lagi bermain sama papi."


Kemudian Bu Nurhayati dan Maya pun langsung berlalu pergi menuju taman belakang diikuti oleh Surya.


"Assalamualaikum Papi!" ucap Maya sambil langsung memberikan salam kepada pak Alberto. Mendengar suara khas dari bundanya Bintang langsung berlari memeluk Maya dan juga Surya.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2