
Maaf kalau pertanyaanku menyinggung perasaan. Kamu ada hubungan apa dengan Arsen? tiba-tiba Zidan bertanya seperti itu kepada Yuli.
Dia itu teman baikku. Baik dalam segala hal.Semenjak kecil kami berteman selain itu Arsen juga kakak sepupuku." ucap Yuli berterus terang kepada Zidan. Ia tidak ingin menciptakan kebohongan kepda Zidan. Karena menurutnya jika di mulai berbohong, maka untuk menutupi kebohongannya sebelumnya. Akan berbohong kembali.
Hal itu yang dilakukan Yuli kepada Zidan.
"Oh iya, kamu tinggal dimana?
"Aku tinggal bersama bibi saya di jalan Malioboro." ucap Yuli.
"Kalau orangtua kamu dimana?
"Aku hanya anak rantau ke Jakarta. Kalau orangtua saya ada di baukuheni Lampung." ucap Yuli
Kamu kan kuliah? kok kamu mau kerja di restoran dan sebagai pencuci piring sih?
"Maaf mas, sebenarnya saya sudah banyak memasukkan lamaran ke perusahaan perusahaan . Tapi tak satupun yang menerima saya bekerja. Jadi daripada saya menganggur tidak mendapatkan pendapatan sama sekali, lebih baik saya kerja di restoran itu. Karna kebetulan hanya di restoran itu saja yang menerima saya saat itu.
Jadi saya memutuskan untuk menerima pekerjaan itu. Yang penting halal dan tidak melanggar norma agama " ucap Yuli sambil mengebangkan senyumnya. Zidan begitu salut dengan prinsip Yuli yang tidak mau gengsi dalam mengerjakan pekerjaannya. Yang penting pekerjaaan itu halal dan tidak melanggar norma agama.
Zidan tidak memberitahu kalau bos atau pemilik restoran tempat Yuli bekerja, wanita yang pernah ada dimasa lalu Zidan. Tapi dia lebih baik tidak memberitahu kepada Yuli. karena jika Zidan memberitahu kepada Yuli maka bisa-bisa Yuli akan berkecil hati.
__ADS_1
Oh iya jika kamu tidak mau saya antar ke tempat kos MU atau ke tempat Bibi kamu, kapan-kapan deh gue mampir ke sana." ucap Zidan sebarin langsung memberikan kartu namanya kepada Yuli.
"Iya mas tidak apa-apa." ucap Yuli kembali langsung berpamitan melajukan motornya tinggal arah jalan raya menuju tempat tinggalnya. Zidan pun berlalu dari bengkel milik Arsen. di perjalanan Zidan terus teringat dengan apa yang dikatakan oleh Yuli.
"Wanita yang luar biasa, jarang-jarang wanita unik seperti dia."Zidan dalam hati.
Sementara kedua orang tua Dokter Sandra tampak terus gelisah memikirkan keadaan Sandra yang berada di balik jeruji besi. Hal itu membuat kondisi kesehatan ibu Amora semakin drop. Hingga Ibu Amora terpaksa harus di rawat di rumah sakit.
"Mami!, jangan seperti ini, Papi yakin ada jalan keluarnya. Ibu tenang saja."Sandra jangan terlalu dipikirkan. Bagaimana nanti Sandra jika mengetahui Mami sampai sakit seperti ini gara-gara memikirkan dia?" Jadi papi mohon Mami jangan terlalu memikirkannya.
kalau sudah begini kan papi pasti semakin repot disamping ingin mengurus Sandra yang ada di penjara, sekarang Papi harus merawat ibu lagi. Pekerjaan di kantor menjadi terbengkalai. Apa Mami tidak kasihan sama papi kewalahan untuk menghadapi ini semua?
"Bantu Papi untuk melewati ini semua mami!"ucap Pak Anggara sembari mengelus wajah pucat istri.
"Ibu akan berusaha, untuk menenangkan pikiran.Agar kondisi kesehatan ibu akan baik-baik saja." ucap Ibu Amora sambil berusaha mengembangkan senyumnya kepada suaminya. Karena dirinya sudah tidak tega melihat Pak Anggara yang sudah kelelahan untuk mengurus dokter Sandra yang ada di penjara dan juga dirinya.
Apalagi Pak Anggara harus tetap bekerja di kantor. Pekerjaan Pak Anggara semakin terbengkalai ketika ibu Amora dirawat di rumah sakit. Hal itu membuat Ibu Amora semakin merasa bersalah kepada suaminya.
"Mudah-mudahan Ibu cepat sembuh Dan jangan terlalu dipikirkan semuanya. Papi yakin semuanya akan baik-baik saja. Mungkin belum waktunya. Itu pembelajaran buat Putri kita agar berpikir jernih dalam melakukan tindakan.
Papi yakin Di balik semua ini pasti ada hikmahnya. Jadi papi mohon cepat sembuh mom..." Ibu Amora menatap suaminya dengan tatapan sendu. Ia tahu kalau perkataan suaminya itu hanyalah untuk menghibur dirinya.
__ADS_1
****
Bintang......bintang...... cucu-cucu Oma!" Kamu di mana sayang? panggil Ibu Nurhayati melihat cucunya tidak ada di ruang tengah. Bintang yang sedang asyik bermain air keran di taman sampai basah kuyup tampak bahagia. sampai-sampai ia tidak memperdulikan panggilan dari Omanya.
"Mas cucu kita di mana? kok Nur tidak terlihat?
"lho kok tanya sama mas sih? bukannya tadi kamu temannya bermain?
"Iya, tapi tadi mami tinggal sebentar, terus Nur datang kemari sudah tidak ada di teras."ucap Nurhayati membuat pak Alberto ikut panik.
Dengan sedikit panik pak Alberto pun sedikit berlari untuk mencari tahu keberadaan cucunya. Tanpa mereka sadari Bintang sudah tertawa cekikikan bermain air sendirian. Tiba-tiba Ibu Nurhayati mendengar suara tawa yang lagi bahagia dari arah taman bunga Anggrek Milik ibu Nurhayati.
Sehingga Pak Alberto dan Bu Nurhayati pun langsung melihat kearah taman itu. Yang ternyata mereka sudah melihat bintang di sana basah kuyup, Bermain air dengan selang.
Hal itu membuat Pak Alberto dan ibu Nurhayati langsung tertawa ngakak Bahkan mereka pun mengabadikan keadaan bintang dengan menggunakan ponsel milik mereka yang ternyata melihat Bintang sangat bahagia bermain air kran dengan pakai selang sambil mengguyur tubuhnya.
Setelah mereka abadikan momen itu, Pak Alberto mengirimkan video kegirangan Bintang ke nomor whatsApp milik Surya. Melihat itu semua Surya langsung tertawa ngakak iya pun tidak henti-hentinya tertawa melihat tingkah Putri nya itu.
"Ya Allah putriku sampai segitunya! Gumam dengan nada kecil. Tetapi masih bisa didengar Maya.
"Ada apa sih Mas kok tertawa sampai segitunya?tanya Maya sambil menghampiri suaminya. Zidan pun menunjukkan video yang dikirimkan oleh Pak Alberto kepadanya. Melihat itu semua, Maya pun langsung tertawa ngakak melihat tingkah putrinya yang tampak bahagia bermain air dengan keran.
__ADS_1
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏