
Sore harinya tepatnya pukul 15.00 sore, Rossi berangkat dari Bandara Soekarno Hatta menuju bandara Sam Ratulangi. Berharap setelah dirinya tiba di sana, Rossi memulai hidup yang baru. Jauh dari orang-orang yang menghujatnya saat berada di kota Jakarta.
Rasa cinta yang dimiliki Rossi membuat dirinya harus meninggalkan kota kelahirannya. Termasuk dengan kedua orangtuanya. Sungguh disayangkan, Seharusnya cinta dapat membuat kita bahagia. Tapi itu tidak berlaku bagi seorang Rossi yang salah mencintai suami orang lain.
Dan Rossi ingin melakukan segala sesuatu untuk mendapatkan orang yang ia cintai. Dan caranya salah seharusnya kalau Rossi mencintai Zidan, Ia membiarkan Zidan bahagia dengan wanita pilihan hatinya. Bukan malam mempermalukan diri sendiri.
****
Washington sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, karena luka yang dialami Washington tidak terlalu parah. Hati Aira lega ketika mendengar penjelasan dari dokter, kalau luka yang dialami suaminya tidak terlalu parah. Sehingga hari itu juga, washington diperbolehkan pulang oleh dokter yang sebelumnya merawat Washington.
"Mas lain kali, jangan buat Aira kwatir dong." ucap Aira sambil tangannya kirinya tetap menggenggam tangan Washington, dan baby Sandiago digendong dengan balutan gendang agar baby Sandiago merasa nyaman saat Aira menggendong baby Sandiago.
Washington dan Aira berjalan menelusuri klinik yang lokasinya tidak jauh dari kantor Dirgantara Group. Tentunya setelah memastikan kondisi Washington baik-baik saja. Washington berpamitan kepada karyawan yang sudah membantu dirinya membawa Washington ke klinik.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit, dari kantor Dirgantara menuju kediaman Washington dan Aira Washington menghentikan mobilnya. Washington turun dari mobil bersama Aira dan baby sandiago.
Yang ternyata Maya dan Surya sudah berada di rumah mereka. Sebelumnya karyawan yang membawa Washington ke klinik sudah memberitahu kepada Surya mengenai kejadian yang dialami Washington saat ini. Surya juga sudah mengetahui kalau saat ini Rossi sudah melarikan diri.
Sepertinya wanita yang membuat kamu terluka sudah merasa ketakutan. ia melarikan diri ke luar kota." ucap Surya ketika melihat Washington berjalan menghampirinya.
"Bos Serius kalau Rossi sudah melarikan diri? takut juga dia ternyata. Aku kira Rossi tidak ada takut-takutnya." ucap Washington sambil cengengesan.
"Oh ya Bos Dari mana Bos tahu kalau saat ini Rossi sudah melarikan diri ?" Washington balik bertanya kepada Surya Dirgantara.
__ADS_1
"Ada yang menghubungi saya sekitar 1 jam yang lalu. Dan dari dia juga saya mengetahui kalau kamu bertengkar dengan Rossi mengakibatkan kamu terluka seperti ini.
Saya tidak apa-apa kok Bos!" hanya luka kecil saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan sekarang."ucap Washington sambil mempersilahkan surya dan Maya duduk di ruang tamu. Rumah yang sudah menemani mereka setelah Washington dan Aira berada di Jakarta.
Rumah itu mereka tempati ketika Aira dan Washington kembali dari Manado, tanah kelahiran Aira sendiri. Rossi tidak mengetahui kalau Kota Manado merupakan kota tanah kelahiran Aira.
"Bagaimana kalian bisa bertengkar sampai kamu terluka seperti ini? Surya bertanya kepada Washington membuat Washington langsung tertawa cengengesan mengingat dirinya bertengkar,karena Washington mengingatkan Rossi agar berubah dan mengatakan hal yang seharusnya ia katakan kepada Rossi.
"Saya tidak mengetahui Kenapa Rossi melempar saya menggunakan sepatu high heels nya. Ketika saya memberikan surat pemecatan yang Bos berikan kepada saya. Tetapi ketika dirinya membaca surat pemecatan itu, seolah Rossi tidak terima.
Hingga Rossi pun menyalahkan aku dengan apa yang terjadi saat ini kepadanya. Padahal menurutku dia sendiri yang membuat masalah di kehidupannya. Tetapi dia malah menyalahkanku.
"Sudahlah mas!" tidak perlu diperpanjang lagi. Yang penting kamu sudah tidak apa-apa
Baby sandiago yang sudah tertidur pulas digendongan Aira sebelumnya, Aira langsung membaringkannya di atas tempat tidur. Berharap baby sandiago tetap tertidur pulas ketika dirinya menyiapkan makanan untuk Washington dan juga Surya.
Yuli seharusnya ada di sini, agar kita dapat ngobrol bersama seperti mengingat masa Saat kuliah dulu." Celetuk Aira kepada Maya. Maya mengembangkan senyumnya Ia pun mengingat kala mereka masih duduk di bangku kuliah bersama. Persahabatan mereka saat itu begitu dekat.
Tetapi entah kenapa karena hasutan dan iming iming dari Nyonya Maria dan Riska saat itu, membuat Aira dan teman-temannya gelap mata. Aira dan Anisa saat itu merupakan sahabat Maya, yang menaruh iri kepada Maya karna hidup Maya bergelimangan harta.
Sementara mereka hidup hanya pas-pasan, hanya mengharapkan kiriman bulanan dari orang tua mereka masing-masing.
Aira dan Anisa merasa kalau Maya sangat beruntung. Tetapi mereka tidak mengetahui kalau kehadiran Nyonya Maria dan Riska di kehidupan Maya, membuat hidup Maya di rumah bagai hidup di neraka.
__ADS_1
Tidak ada kedamaian di sana. Apalagi ketika Pak Alberto tidak berada di rumah, sehingga Nyonya Maria dan Riska memperlakukan Maya dengan tidak baik sehingga Maya memilih untuk menghabiskan waktunya di luar bersama teman-temannya. Seperti Aira Yuli dan Anisa.
Tetapi Aira dan Anisa mampu menghianati persahabatan mereka. Apalagi Setelah nyonya Maria memberikan uang yang lumayan banyak untuk Aira dan Anisa membuat mereka mampu menjebak Aira dan Aliando saat itu.
Iming-iming harta kekayaan akan diberikan oleh Nyonya Maria dan juga Riska, jika mereka berhasil merebut harta kekayaan orang tua Maya. Kalau Pak Alberto sudah Tiada
Aira dan Anisa sepakat melakukan konspirasi itu. Membuat hidup Maya saat itu menjadi menderita. Penderitaan yang dialami oleh Maya selama kurang lebih 1 tahun, berbuah manis ketika dirinya sudah menikah dengan Surya Dirgantara. Walau hubungan antara mereka awalnya ditentang oleh Mami Yolanda.
" Ya seharusnya Yuli ada di sini, pasti kita akan tertawa bareng mengingat masa masa lalu kita saat duduk di bangku kuliah."sahut Maya sambil terus membantu Aira menyiapkan makanan untuk Washington dan juga Surya.
Asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Aira pun tersenyum melihat interaksi majikannya yang hanya tertawa cengengesan ketika menyiapkan makanan untuk suami mereka. Syukurlah Nyonya Dan Tuan hidup bahagia. Aku senang melihatnya." gumam asisten rumah tangga itu ketika melihat senyum manis dari wajah Aira.
Padahal sebelumnya asisten rumah tangga itu, sudah khawatir jika Aira menonton rekaman video tentang tuduhan Rossi yang mengatakan kalau Washington memiliki hubungan khusus dengan Yuli. Rossi mengatakan itu untuk memperlancar rencananya agar Zidan segera menceraikan Yuli dan memilihnya menjadi pendamping hidupnya.
Setelah makanan sudah tertata rapi di atas meja makan, Aira dan Maya pun menghampiri Washington dan juga surya yang duduk sambil bercerita di ruang tamu. Meminta kepada Kedua lelaki itu agar segera mengikuti mereka duduk di ruang makan untuk menikmati hidangan yang sudah mereka sediakan sebelumnya.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
sambil menunggu karya ini up, yuk mampir kekarya emak yang lain
__ADS_1