Mama Muda

Mama Muda
PAK ALBERTO KOMA


__ADS_3

Ketika dokter sudah memberitahu kondisi Pak Pak Alberto yang sebenarnya kepada Maya, Maya pun sangat terpukul. Ia tidak menyangka kalau papanya mengalami hal strategis seperti itu. Padahal hal itu yang dijaganya selama ini.


"Mas apa yang akan aku lakukan?" ucap Maya kepada Surya sembari langsung memeluk Surya.


"Kamu tenang saja sayang?" mas akan mengusut tuntas kasus ini. Aku tidak akan membiarkan wanita iblis seperti mereka yang rendah menghancurkan kehidupan orang-orang yang aku sayangi. Mas akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjebloskan mereka ke dalam penjara.


"Maya juga meminta kepada Surya agar membuka kedok klinik milik Dr Robert.


"Kamu tenang saja kita lebih baik fokus sekarang untuk kesembuhan papa dan setelah itu baru kita pikirkan yang lain."


Maya menganggukkan kepalanya. Tiba-tiba Maya teringat dengan baby Bintang. Maya pun menghubungi Bu Nurhayati untuk memberitahu keadaan Pak Alberto kepada Nurhayati.


"kring.....


"Kring....


"Kring....


Bu Nurhayati yang melihat ponselnya berdering langsung meraih ponselnya yang berada di atas nakas. Bu Nurhayati melihat di layar ponselnya Maya yang memanggil. Bu Nurhayati pun langsung mengangkat telepon selulernya


"Halo assalamualaikum nak?


"Waalaikumsalam Bu!" ucap Maya sambil terisak


"Ada apa Nak Mengapa kamu menangis?


Kemudian, Maya menceritakan apa yang terjadi kepada Pak Alberto.


Mendengar apa yang diceritakan oleh Maya Bu Nurhayati pun ikut meneteskan air matanya "Betapa banyak tantangan hidup yang kamu jalani putriku." Tapi Ibu yakin kamu pasti bisa melewati ini semua, tidak pernah Allah memberikan cobaan yang kita tidak sanggup memikulnya." ucap Bu Nurhayati kepada Maya.

__ADS_1


"Bu tolong jaga bintang untukku Bu!" mohon Maya kepada Bu Nurhayati.


"Tanpa kamu minta pun Ibu pasti akan menjaga cucu kamu tenang saja


"Terima kasih Bu Ibu sangat baik pada Maya.


"Tidak perlu berterima kasih kepada ibu. Kamu itu putriku dan Bintang cucuku sudah sewajarnya Ibu menjaga kalian.ucap Bu Nurhayati.


Setelah Maya memberitahu kepada.bi Nurhayati kala mereka sedang berada dirumah sakit,Maya pun memutuskan sambungan teleponnya selulernya kepada Bu Nurhayati setelah menceritakan apa yang terjadi kepada Pak Alberto dan dirinya juga memohon kepada Nurhayati untuk menjaga Bibi bintang selama Ia berada di rumah sakit untuk memantau perkembangan kesehatan Alberto.


"Lebih baik kamu istirahat dulu Sayang sepertinya kamu sudah lelah!


"Bagaimana Maya bisa istirahat Mas sementara papa berjuang antara hidup dan mata didalam Sana karena ulah wanita setan itu?" ucap Maya kepada surga sambil terisak.


Maya merasa tidak sabar Surya. yang ingin sekali melihat ayahnya yang sedang berbaring di ruang ICU, hingga dirinya meminta izin kepada dokter agar Maya diizinkan masuk melihat papanya yang sedang dirawat di ruang ICU.


Setelah bernegosiasi kepada dokter, dokter mengzinkan Maya masuk ke ruang ICU untuk melihat kondisi papanya. Setelah mendapat izin dari dokter Maya pun langsung berlari masuk ke ruang ICU tanpa mengingat sosok Surya berada di sana.


"Papa ini Maya, bangun pa!" papa tidak sayang Sama Maya? Kalau papa benar-benar sayang sama Maya ayo papa bangun....... papa sekarang?" Maya tidak ingin hidup sendiri di dunia ini tanpa kehadiran papa."


"Maafkan Maya pa?" Maya yang selama ini keras kepala kepada papa, Tetapi sejujurnya Maya sangat menyayangi papa." ucap Maya sambil terus mengelus wajah pucat pak Alberto yang sedang terbaring lemah di atas tempat tidur yang disediakan pihak rumah sakit.


"Papa Tenang saja aku akan mengusut tuntas kasus ini dan aku tidak akan membiarkan siapapun yang menyakiti papa lagi, aku tidak akan tinggal diam."


Maya terus berbicara kepada Pak Alberto berharap Pak Alberto segera sadar.


"Ayo pa bangun demi Maya!


"Apa papa tega membiarkan Maya hidup sendiri seperti?!

__ADS_1


"Sedangkan masih Ada papa saja hidup Maya sudah terhina pa!" apalagi ketika papa sudah tidak ada lagi nanti!" pasti maya akan semakin menderita pa!"


"Maya mohon bangun pa." ucap Maya sembari meneteskan air matanya.


Tetapi pak Alberto sama sekali tidak menunjukkan respons apa apa membuat Maya Sakin mengkawatirkan kondisi pak Alberto.


Maya semakin putus asa, ia tidak mampu berkata kata lagi." suaranya sudah tidak mendengar lagi karna terus menerus menangis.


Maya keluar dari ruang ICU karna waktu yang diberikan dokter untuk menemui pak Alberto masuk kedalam ruangan sudah habis. Mau tidak Mau Maya harus ikut peraturan dari rumah sakit. Surya tidak tega melihat kekasih yang sangat ia cintai terus menangis. Surya meraih ponselnya yang ada disaku celananya dan mencari nomor Sese disana."


"Lakukan sesuai dengan perintahku, aku tidak ingin ketiga manusia iblis itu hidup dengan tenang semetara kekasihku meraung Raung di rumah sakit ini akibat ulah mereka. dan pastikan kedok klinik aborsi itu terbongkar."perintah Surya kepada salah satu kepercayaannya yang kebetulan berprofesi sebagai seorang polisi.


Satu minggu sudah Berlalu, kondisi Pak Alberto sama sekali tidak menunjukkan apa-apa. Hal itu membuat Maya sedikit Frustasi Ia pun berencana untuk menemui Pak Alberto ke ruang ICU kembali."


Sementara Bu Nurhayati pun datang ke rumah sakit untuk sekedar menjenguk pak Alberto


Bu Nurhayati membawa baby Bintang kerumah sakit. yang mana sejak kejadian yang menimpa Pak Alberto Baby Bintang jarang berinteraksi kepada Maya hingga dibintang sangat merindukan Maya.


Maya yang melihat kedatangan Bu Nurhayati ke rumah sakit , merasa terkejut. Mya bertanya kepada Nurhayati Mengapa Nurhayati membawa Baby Bintang ke rumah sakit. Tetapi Nurhayati hanya menjawab dengan senyuman dan berkata "Bintang sangat merindukanmu nak, pikirkan masa depanmu, Jangan begini terus kasihan Bintang." ucap Bu Nurhayati kepada Maya.


Maya pun langsung meraih Putri semata wayangnya dan membubuhi bintang kecupan demi kecupan. Karna sejujurnya maya juga sangat merindukan putrinya, yang selama ini ia perjuangkan dari orang-orang yang tidak menginginkannya lahir ke dunia ini.


Maya pun memutuskan membawa baby Bintang masuk ke ruang ICU, melihat kondisi pak Alberto. Maya berharap jika Pak Alberto tidak dapat bertahan kelak, Bintang pernah Bertemu dengan opanya.


"Selamat siang pa!" ini Maya dan ini cucu papa Maya berharap papa bisa bertahan. Apa papa tidak ingin melihat cucu papa ini." ucap Maya bermonolog kepada pak Alberto yang sama sekali tidak mengetahui kehadiran mereka di sana.


Karena kondisi Pak Alberto saat ini sedang koma. Tiba-tiba baby Bintang menangis histeris di ruang ICU, suaranya begitu menggema memenuhi seluruh ruangan yang ditempati oleh pak Alberto. Membuat Maya semakin kwatir. Dia pun bertanya di dalam hati Mengapa tiba-tiba putrinya menangis histeris di sana.


Bersambung.....

__ADS_1


Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2