
"Silakan duduk mom," ucap Maya sembari berdiri dari tempat duduknya menuju sofa dan mempersilahkan Mami Yolanda duduk di sana.
"Ada apa mam kok Mami tiba-tiba menghampiri Maya sampai ke kantor?
"ada sesuatu yang ingin membicarakan kepada kamu tapi tolong Kamu jangan tersinggung."ujar Mami Yolanda kepada Maya.
"Ada apa mam cerita saja sama nama-nama ya.
Kemudian Mami Yolanda menceritakan tujuannya datang menghampiri Maya ke kantor dan Ia memohon kepada Maya agar memikirkan keinginan Mami Yolanda.
"Nak ibu sudah tua, memang benar Bintang itu cucu mami juga, Tapi alangkah baiknya kalian berpikir melakukan program kehamilan untuk adiknya Bintang.
Ketika Mami Yolanda mengatakan itu kepada Maya, Maya merasa mual dan pusing dan ingin muntah. Maya langsung berlari ke kamar mandi. Maya memuntahkan semua isi perutnya membuat Maya keringat dingin, tubuhnya lemas dan wajahnya pucat. Membuat mami Yolanda sangat mengkhawatirkan Maya.
Mami Yolanda takut, kalau Maya kelelahan sehingga Maya mengalami pusing.
"lebih baik kita sekarang ke rumah sakit nak, karena sepertinya Surya juga lagi berada rumah sakit untuk memantau perkembangan Rumah Sakit kita di sana."
"Maya tidak apa-apa mom, hanya sedikit pusing saja. Mungkin istirahat sebentar saja ini sudah pulih." tepis Maya karena ia tidak ingin pergi ke rumah sakit. Maya sangat takut yang namanya jarum suntik karena sejak kecil Maya takut disuntik oleh dokter. Maya lebih baik memilih memakan obat daripada disuntik.
"Ayolah sayang, kamu ini sudah lemas dan muka kamu juga sudah pucat."ujar mami Yolanda kepada Maya.
Mami Yolanda langsung menghubungi surya dan meminta Surya untuk menjemput Maya di kantor. Tetapi Maya meminta kepada Surya agar tidak perlu menjemputnya. Dan ia akan pergi bersama mami Yolanda ke rumah sakit.
Dengan terpaksa, Maya mengiyakan permintaan Ibu mertuanya. Karena Maya juga tidak ingin mengecewakan mami Yolanda.
__ADS_1
Di rumah sakit, tepatnya Rumah Sakit milik keluarga Dirgantara. Tim dokter yang melihat kehadiran Mami Yolanda dan Maya di sana langsung menunduk hormat.
"Kalian mau apa lagi sekarang tolong minta dokter ahli untuk menangani kondisi kesehatan menantu saya."perintah mami Yolanda
"Dokter Handoko langsung datang menghampiri mami Yolanda
"Selamat siang Nyonya ada yang bisa kami bantu?
"Menantu saya sedari tadi muntah-muntah dan iya sepertinya sudah lemas dan pucat. Sekarang kamu periksa mengapa itu terjadi kepada menantu saya. Dan berikan yang terbaik kepada menantu saya.
"Baik nyonya!
Maya masuk ke ruang pemeriksaan dokter Handoko langsung mengembangkan senyumnya ketika selesai memeriksa kesehatan Maya.
"Maaf Nyonya sebaiknya ibu Maya lebih baik diperiksa ke dokter kandungan, karena menurut pemeriksaan Saya. Ibu Maya sedang mengandung. Tetapi untuk lebih pastinya Ibu Maya lebih baik diperiksa oleh dokter kandungan." ujar dokter Handoko kepada Mami Yolanda.
Surya yang mengetahui istrinya berada di rumah sakit, langsung datang menghampiri Maya. Karena sebelumnya mami Yolanda sudah menghubungi surya dan memberitahu kalau Maya berada di rumah sakit.
Ketika dokter kandungan sudah memeriksa kondisi kesehatan Maya, dan dokter kandungan pun memastikan kalau Maya sedang hamil 2 minggu.
"Selamat ya Pak istri anda positif hamil dan usia kandungannya 2 minggu. Tolong dijaga, karena usia kehamilan yang masih muda Itu rentan. Jadi tolong kurangi beraktifitas dan beristirahat total." ujar dokter kandungan itu kepada Surya sambil memberi selam kepada Surya dan Maya.
Mendengar pernyataan dokter kandungan itu yang mengatakan kalau Maya sedang hamil 2 minggu, Mami Yolanda meloncat kegirangan membuat dokter kandungan itu, dan beberapa perawat yang bertugas di rumah sakit ikut mengembangkan senyumnya. Mereka tidak berani bersuara karena melihat mami Yolanda meloncat kegirangan karna mereka sadar yang meloncat kegirangan itu pemilik Rumah Sakit tempat mereka mengais rezeki.
"Akhirnya Mami sebentar lagi akan menggendong cucu darah daging putraku sendiri." ucap mami Yolanda sambil langsung memeluk Maya. Maya kurang percaya apa yang dikatakan oleh dokter kepadanya. Bahwa dokter mengatakan kalau Maya hamil.
__ADS_1
Karena sebelumnya, Maya tampak biasa-biasa saja tanpa merasakan gejala.
"Terima kasih sayang!" kamu sudah memberikan kabar gembira dan kado terindah untuk Mas." ucap Surya sambil memeluk istrinya.
Sementara Pak Alberto dan ibu Nurhayati sama sekali tidak mengetahui kabar itu. Karena Mami Yolanda Maya dan Surya tidak memberitahu. Surya meminta kepada Maya untuk sementara waktu berhenti beraktivitas di kantor. Surya memilih untuk membagi waktunya membantu Alberto di perusahaan milik papa mertua nya.
Setelah dokter memeriksa dan memberikan beberapa macam vitamin untuk Maya, Surya, mami Yolanda dan Maya berniat untuk langsung pulang ke rumah. Mereka tidak ingin membuat Maya terlalu kelelahan sehingga Surya memilih untuk langsung pulang.
"Jujur Mami sangat bahagia sekali mendengarkan kabar Ini dari kamu. Padahal Mami tadi ingin membicarakan hal ini kepada kamu may. Tetapi sebelum Mami mengatakannya kepada kamu. kamu sudah memberikan kabar yang paling membahagiakan untuk Mami,"
Terima kasih sayang sudah hadir di keluarga Dirgantara dan membawa kebahagiaan di keluarga Dirgantara.
"Sama-sama mom," doakan Maya sehat-sehat saja dan calon cucu Mami juga baik di dalam." ucap Maya kepada Mami Yolanda.
Karena keasyikan ngobrol tanpa terasa mereka tiba di kediaman Pak Alberto.
Surya menggendong tubuh Maya keluar dari mobil.
"Mas turunin Maya, malu dilihat Bintang nanti. Maya tidak kenapa-kenapa Mas, Kenapa harus digendong?Maya masih bisa jalan Kok." gerutu Maya karena melihat suaminya terlalu lebay dan terlalu over protektif.
"Sudah kamu tenang saja nanti kamu kecapean."
"Masa jalan dari halaman sampai rumah saja kecapean Mas!"
"Pokoknya mas tidak mau tahu kamu harus istirahat total." tukas Surya
__ADS_1
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏