
"Sudah Bu, Ibu tidak perlu khawatir percayakan ini kepada Laura. mudah-mudahan Laura tidak mengecewakan pemesanannya ya Bu."sahut Laura sambil meraih bunga yang sudah ia rangkai sebelumnya.
"Berikan saya alamatnya bu biar langsung saya antarkan." ujar Laura
"Apa kamu yakin bisa menghantarkannya langsung?
"Mengapa tidak? wanita hamil juga wanita yang kuat. kalau tidak kuat maka tidak mampu akan melahirkan bayi ke dunia ini
Sahut Laura sembari tertawa cengengesan. baru kenal setengah hari saja Laura dan Ibu Rosita sudah begitu dekat. Laura berpamitan kepada Ibu Rosita setelah menerima alamat kantor tempat pemesanan bunga itu.
Dengan menggunakan sepeda motor matic milik toko bunga itu, Laura berlalu dari sana menuju alamat kantor pemesanan bunga itu. Sekitar lima belas menit kemudian, Laura tiba di salah satu kantor pengacara terkenal di kota ini.
"Selamat pagi Pak!" sapa Laura kepada scurity yang bertugas menjaga keamanan di kantor itu.
"Ya Selamat pagi Nona, Ada yang bisa saya bantu? tanya security itu kepada Laura
"Saya dari toko bunga Rosita florist ingin menghantarkan bunga ini ke kantor ini. ucap Laura sembari menunjukkan bunga yang ia rangkai sebelumnya.
"Oh Silakan masuk, bunga itu sepertinya sudah ditunggu Pak Adrian. ucap security itu kepada Laura sembari mempersilahkan Laura masuk ke kantor pengacara itu.
Laura mengetuk pintu dan setelah dipersilahkan masuk Laura baru masuk ke ruangan Pak Adrian.
Ia tidak menyangka kalau lelaki yang memesan bunga itu adalah pria yang sudah beruban.Dan sudah mulai terlihat keriput di wajahnya.
"Permisi Pak saya dari Rosita florist ingin menghantarkan bunga ini ke kantor Bapak." ucap Laura sembari menunjukkan bunga rangkaiannya kepada lelaki paruh baya itu. sepertinya lelaki itu sudah berumur sekitar 60 tahunan.
"Kamu siapa? biasanya Bukan kamu yang menghantarkan bunga untuk saya ucap lelaki paruh baya itu kepada Laura.
"saya Laura pekerja baru di Rosita florist. maaf jika rangkaian Saya tidak sesuai dengan keinginan Anda Pak." ucap Laura sembari menundukkan kepalanya. lelaki paruh baya itu menatap Laura dari ujung kaki hingga ujung rambut.
__ADS_1
"Apa kamu sedang hamil? tanya lelaki itu penuh dengan selidik
"Ya tuan Saya sedang hamil 5 bulan.
lelaki itu menganggukkan kepalanya pertanda ia paham jika Laura mengatakan kalau kehamilannya sudah berumur 5 bulan.
"Seharusnya kamu tidak boleh kecapean. Dan suami kamu seharusnya tidak membiarkan kamu bekerja seperti ini." ucap pria yang ada dihadapannya.
"Mau gimana lagi Pak untuk bertahan hidup saya harus bekerja kalau tidak bekerja Saya mau makan apa dengan calon anak saya ucap Laura Sambil tertawa cengengesan.
Pria itu merasa tersentuh ketika Laura mengatakan keluhannya walaupun Laura masih baru ia kenal.
"Suami kamu tidak bekerja?
"Saya tidak memiliki suami.
"lalu? pria paruh baya itu semakin ingin mengetahui sosok Laura.
"Kalau begitu Apa boleh saya mengetahui Siapa nama laki-laki yang menghamilimu? Siapa tahu saya bisa bantu kamu untuk menemukannya.
"Saya tidak perlu bertemu lagi dengannya karena semenjak dia mencampakkan saya, saya sudah menganggapnya mati. Lebih baik saya menata hidup saya ke depannya supaya lebih baik."ucap Laura berterus terang kepada lelaki paruh baya itu membuat pria itu semakin tersentuh.
"Kamu wanita yang luar biasa alangkah bodohnya lelaki yang sudah menyia-nyiakan kamu. Pasti dia akan menyesal telah meninggalkanmu dalam situasi seperti ini." sahut pria paruh baya itu sembari terus menatap dan memeriksa rangkaian bunga yang diberikan oleh Laura kepadanya.
Karena merasa puas bunga rangkaian Laura pria paruh baya itu pun membayar lebih kepada Laura.
"Kalau kamu membutuhkan bantuan saya, kamu bisa menghubungi saya." ujar pria paruh baya itu sembari memberikan kartu namanya kepada Laura. Laura meraih kartu nama itu sembari mengucapkan terima kasih kepada lelaki itu.
"Terima kasih Pak anda sudah baik sekali memberikan tips kepada saya untuk lain kali tidak perlu memberikan tips kepada saya. Ini sudah menjadi kewajiban saya sebagai pegawai perangkai bunga di toko Rosita Flores."ucap Laura sembari mengembangkan senyumnya.
__ADS_1
"Jangan sungkan, itu adalah rezeki kamu dan anak kamu yang ada di dalam kandungan." sahut pria itu sambil mengebangkan senyumnya. Setelah Laura menerima kartu nama lelaki paruh baya itu, Laura berpamitan untuk segera kembali ke Rosita floris.
Beberapa menit kemudian Laura tiba di Rosita florist dan langsung memberikan uang yang diberikan oleh pria paruh baya itu kepada Ibu Rosita. Ibu Rosita begitu terkejut ketika Laura memberikan uang lebih pembayaran dari bunga yang dirangkainya.
"uangnya ini untuk kamu jangan kamu berikan semua karena harga sudah dibandrol. ini berarti tips untuk kamu diberikan pemilik kantor itu kepadamu. Karna dia merasa puas dengan bunga rangkaian mu." ucap Ibu Rosita sembari memberikan uang lebih itu kepada Laura.
Sementara di tempat lain David sudah mencari keberadaan Laura . Tetapi ia tidak kunjung menemukannya hingga Ia pun bertanya kepada salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di sana.
"Bi Laura pergi ke mana ya Kok saya tidak melihat Laura mulai dari tadi pagi?" tanya David kepada Bi Iyem
"Maaf tuan Nona Laura tadi pagi sudah berpamitan kepada dokter Avena Kalau hari ini dirinya pergi ke suatu tempat.
"Kemana dia? tanya David dalam hati.
"Apa Bibi mengetahui kemana Laura pergi?
"Maaf den Bibi sama sekali tidak mengetahui karena ketika Nona Laura berbicara kepada dokter Avena baby sedang membersihkan dapur." ucap asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman David.
Jam sudah menunjukkan pukul 15.00 sore tetapi Laura tak kunjung pulang membuat David merasa gelisah dan kwatir dengan kondisi Laura saat ini. Hari itu David sama sekali tidak masuk ke kantor karena kepalanya terasa pusing terlalu banyak meminum alkohol malam itu.
"Kamu ke mana Sayang kenapa sampai sekarang belum pulang?" gumam David dalam hati sembari menghubungi nomor ponsel milik Laura. Tetapi karena Laura sedang sibuk merangkai bunga di Rosita florist, hingga dirinya mengabaikan telepon seluler itu.
karena Laura tak kunjung mengangkat teleponnya, David memutuskan untuk menghubungi dokter Avena. Setelah sambungan telepon seluler itu tersambung David langsung menanyakan keberadaan Laura kepada dokter Avena membuat dokter Avena merasa khawatir karena Laura berpamitan pergi hanya untuk sebentar saja.
"Saya memberikan izin pergi, Tetapi hanya untuk sebentar saja dan saya juga memberikan uang beberapa kepada Laura tetapi Laura menolaknya. Laura mengatakan kalau dirinya tidak lagi membutuhkan uang itu saat ini." dokter avena menjelaskan kepada David dan ia pun merasa sangat bingung, dan khawatir ke mana Laura pergi sampai pukul 15.00 sore tidak pulang ke rumah.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya. jangan lupa like, coment vote dan hadiahnya ya Trimakasih 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
mampir juga ke karya emak yang lain ceritanya di jamin seru deh