Mama Muda

Mama Muda
KEPERGOK


__ADS_3

"Pak Zidan jangan bercanda. Dari tadi saya sudah serius Tapi bapak Terus bercanda.


"Memang Siapa yang bercanda?


"Dari tadi Pak Zidan bercanda melulu.


"Saya tidak bercanda, memang itu menurut saya." ucap Zidan.


Yuli hanya terdiam


"Oh Iya Besok pagi tolong temenin saya menemui dokter Idries dan doakan juga agar hasilnya sama seperti yang aku harapkan ucap Zidan kepada Yuli.


****


Di Manado.


Aira terbangun dari tidurnya ia menelisik seluruh isi ruangan yang ada di dalam kamar. iya menang ku sosok pria tertidur Andi di bawah tempat tidurnya dengan menggunakan karpet tebal.


"Kasihan dia!" gara-gara saya dia harus terlibat dan tersiksa begini. Apa yang harus aku lakukan? pertanyaan itu kembali timbul di benak Aira. Karena dirinya sama sekali tidak tega melihat pria asing yang tidak ia kenal terlibat dengan masalahnya sendiri.


Aira mengamati wajah tampan Washington. entah perasaan apa yang timbul di dalam hati Aira. Tanpa Aira sadari ternyata pria yang ada di kamarnya itu sudah memperhatikan gerak-geriknya. Karena Washington sebenarnya sudah terbangun dari tidurnya.


Tetapi dirinya enggan bangkit dari tidurnya karena dia tidak mengetahui apa yang akan dilakukannya di sana. Dia bingung bahkan untuk lokasi di daerah itu dia sama sekali buta. karena Dirinya benar-benar belum pernah menginjakkan kaki di bumi tanah Manado.


"Air bening mengalir luruh begitu saja di wajah cantik Aira. Mengingat masalah di kehidupannya yang rumit. Bahkan ia merasa bersalah kepada pria yang ada di dalam kamarnya harus menanggung semua karena perbuatannya sendiri. Washington bangkit dari tidurnya iya langsung menghapus air mata Aira.

__ADS_1


Kamu kenapa menangis? Apakah saya membuat kamu tersinggung? atau ada sesuatu yang kamu perlukan? katakan saja siapa tahu saya bisa membantumu. Tidak bagus wanita hamil menangis pagi-pagi seperti ini. Nanti anaknya bersedih."


"Maafkan saya!". Hanya kata-kata itu yang lolos begitu saja dari mulut wanita cantik itu.


"Mengapa kau harus minta maaf? kau tidak ada salah padaku."


"Aku sudah membebanimu dengan masalahku, Aku tidak ingin menambah dosa lagi dengan harus berbohong kepada kedua orang tuaku mengenai hubungan ini. Aku tidak ingin membuat kamu menderita disini.


"Memangnya siapa yang merasa menderita?


"Saya tidak pernah merasa menderita tinggal di sini kok. Kamu tenang saja, Anggap saja ini saya bekerja di perusahaan Pak Surya, kalau kamu merasa bersalah. Jadi tolong jangan membebani pikiranmu dengan pikiran macam-macam. Saya juga tidak ingin terjadi sesuatu kepada kamu apalagi kepada bayi yang ada di rahim kamu."ucap Washington sembari meraih tubuh Aira ke pelukannya.


Jantung Aira berdegup kencang ketika Washington mendekap tubuhnya. Hati Aira begitu damai ketika dirinya berada di dekapan Washington. Entah perasaan apa yang timbul di hati Aira sehingga dirinya merasa nyaman di dekat Washington.


"Ya Allah perasaan apa ini"Aku tidak ingin tersakiti lagi, Aira menepis semuanya dari pikirannya. Ia sedikit trauma memiliki hubungan dengan pria semenjak perlakuan sadis David terhadapnya.


"Tidak perlu!" aku merasa baik-baik saja kok. tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


"Kamu jangan seperti ini, karena jadwal persalinan kamu sudah semakin dekat. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu saat melahirkan nanti. Untuk itu tenangkan pikiranmu dan kita harus periksa ke dokter.


"Tolong jangan memberikan perhatian lebih kepada aku. Karena aku tidak layak diperhatikan oleh MU. Aku wanita kotor dan hina yang hamil diluar nikah,? Aku tidak ingin membuatmu terlibat dengan masalahku lebih dalam. Untuk itu lebih baik kamu segera kembali ke Jakarta. Biarkan saya yang memberikan pengertian sedikit demi sedikit kepada keluarga saya. Mungkin nanti mereka pasti bisa terima.


"Kamu Jangan berpikiran yang aneh aneh. lebih baik tenangkan pikiran kamu jangan membebani pikiran yang belum tentu itu dalam pikiran kamu itu benar adanya. Entah mengapa Washington merasa tidak tega jika Aira bersedih.


Washington pun bingung Mengapa dirinya merasa berat meninggalkan Aira di sana. padahal perkenalan mereka cukuplah singkat tetapi menurut Washington itu perkenalan yang unik menurutnya.

__ADS_1


"Mas!"Apakah Aira yang kotor dan hina ini layak bahagia?


"Mengapa kamu bertanya demikian? setiap insan manusia layak untuk bahagia.


"Tetapi semasa hidupku aku belum pernah menemukan sosok pria yang benar-benar sayang dan tulus mencintaiku apa adanya.


Setiap kali aku menjalin asmara kepada seorang pria mereka selalu menganggapku wanita yang tidak berharga. Bahkan mereka tidak pernah tulus sayang dan cinta kepadaku. seperti halnya yang dilakukan David kepadaku membuat Citra nama keluargaku tercoreng. pergaulanku dengan David yang begitu bebas membuat diriku mendapatkan ganjaran seperti ini.


Washington menghela nafas berat.


"Kamu layak bahagia, percayalah padaku suatu Waktu Nanti, kamu pasti akan meraih kebahagiaan kamu dengan sendirinya. Kamu jangan kuatir." ucap Washington sembari kembali mendekap tubuh airnya kepelukannya.


Tiba-tiba pintu kamar yang mereka tempati terbuka lebar ketika mereka sedang berpelukan.


Membuat buat wanita paruh baya itu merasa bersalah telah membuka pintu kamar Aira tanpa mengetuk pintu.


"Ada apa Bu?ucap Washington sambil melepaskan pelukannya dari Aira


"Tidak apa-apa kalian lanjutkan saja ibu minta maaf sudah mengganggu kalian." ucap ibu paruh baya itu sambil Langsung meninggalkan kamar itu.


"Aduh bagaimana ini? bisa-bisa mereka beranggapan lain. Makin sulit rasanya nanti menceritakan kepada Ibu dan ayahku." ucap Naira


Washington tertawa cengengesan.


"Mas Kok malah ketawa sih, kan benar yang Aira katakan. Nanti semakin sulit menjelaskan kepada Ibu. Karena dia tidak akan percaya akan kenyataan yang aku ceritakan kepadanya.

__ADS_1


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2