Mama Muda

Mama Muda
KEHAMILAN


__ADS_3

Di tengah-tengah keromantisan kehidupan rumah tangga Pak Alberto dan ibu Nurhayati, surya dan Maya tidak mau kalah dari pasangan rumah tangga baru, paruh baya itu. Sepertinya Surya benar-benar menikmati hidupnya bersama Maya dan bintang. Surya meminta kepada Maya agar kembali tinggal bersama di rumah pribadi milik Surya. Yang sebelumnya mereka sudah sempat tempati.


"Sayang Bagaimana kalau kita tinggal di rumah kita sendiri? kan lebih asyik,"ujar Surya kepada Maya sembari mengelus perut Maya yang masih rata seolah dirinya ingin berbicara dengan janin yang ada di rahim Maya.


"Kalau menurut Maya, Maya lebih senang tinggal di sana Mas. Karena Maya tidak ingin mengganggu kehidupan papi dan Ibu yang lagi bahagia


"Apa kamu serius sayang?


"Tentu Mas!"ucap Maya kepada Surya sambil menatap suaminya dengan tatapan penuh arti.


"Kalau begitu mulai besok kita tinggal di sana saja. Lagian di sana sudah ada beberapa asisten rumah tangga untuk membantumu.


Jika kamu ingin pergi kemana-mana Mas sudah siapkan sopir dan mobil untuk kamu Sayang."


"Mas tidak perlu yang seperti itu, hidup bersama Mas saja, Maya sudah sangat bahagia asalkan cinta dan kasih sayang mas itu tercurah buat Maya dan anak-anak kita kelak. "Jangan pernah ada penghianatan diantara kita Mas. Karena Maya tidak akan pernah mentolerir itu. Bahkan Maya lebih baik mati jika Mas berpaling dari Maya."


"Jangan ngomong seperti itu sayang, tidak pernah terlintas sedikitpun dipikiran mas untuk berpaling darimu. Karena tidak ada seorangpun yang mampu mencairkan hati Mas selain kamu dan anak-anak kita kelak. ucap Surya menegaskan kepada istrinya.


****


Keesokan harinya, Maya dan Surya pun bergegas pulang ke rumah pribadi milik mereka. Mereka ingin benar-benar mandiri dan tidak ingin terus-menerus hidup bersama orang tua.


Cinta dan kasih sayang yang dicurahkan oleh Surya benar-benar dirasakan oleh Maya dan Bintang. Hingga Mereka pun akhirnya berpamitan kepada Pak Alberto dan juga Ibu Nurhayati untuk kembali tinggal di rumah pribadi milik mereka. Tetapi sebelumnya Surya sudah menghubungi Mami Yolanda untuk memberi tahu kalau mereka akan tinggal kembali di rumah pribadi mereka.


Mami Yolanda pun setuju, tetapi ia juga meminta kepada Surya agar sering berkunjung ke kediamannya. Karena dia juga pasti akan kesepian di sana.

__ADS_1


Setelah mereka tiba di rumah pribadi milik mereka, Terlihat para asisten rumah tangga sudah bersiap menyambut kedatangan Maya dan Surya.


Maya begitu bahagia dapat kembali tinggal di rumah itu. Ia benar-benar merasakan ingin menjadi seorang istri dan juga Ibu layaknya seperti ibu-ibu lainnya. Yang dapat sesekali membantu asisten rumah tangga untuk sekedar menyiapkan sarapan dan menyiapkan pakaian suaminya.


Ketika Surya berada di dalam kamar bersama Maya, tiba-tiba suara ponsel milik Surya terdengar jelas telinga Surya. Ia melihat di layar ponselnya yang menghubungi dirinya adalah Zidan.


Hingga Ia pun langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya.


"Iya!" ada apa katakan ada apa hingga kamu menghubungiku?


"lalu Zidan pun memberitahu kepada Surya bahwasannya kedua orang tua dokter Sandra datang menghampirinya dan bersujud di kakinya. Agar dokter Sandra dibebaskan.


Mendengar apa yang dilakukan oleh kedua orangtua dokter Sandra kepada mereka, membuat hati Maya menjadi iba. Melihat kedua orangtua dokter Sandra. ia merasa tidak tega sehingga iya mencoba berbicara kepada Zidan dan juga Surya. Agar membantu kedua orang tua Sandra membebaskan sandera dari balik jeruji besi.


Tetapi ketika Maya mengatakan niatnya kepada Zidan dan Surya, Zidan langsung menepis permintaan dari Maya. Karena dia sendiri yang tahu persis bagaimana cara dokter Sandra ingin melenyapkan nyawa mereka berdua. Hal itu membuat Maya tidak bisa berkutik dan tak mampu untuk meluluhkan hati Zidan dan juga Surya. Maya memilih kembali diam geram mau memaksakan kehendaknya kepada suami dan juga sahabat suaminya itu.


Sahabat yang mampu menghianati Maya sendiri. Ia begitu terkejut melihat situasi Aira sekarang ini yang hamil diluar nikah tanpa memiliki seorang suami. Itulah yang dirasakan Aira sekarang. Karena sang kekasih lebih memilih menikah dengan wanita yang lebih tajir.


Apalagi kekasihnya itu hanya memanfaatkan Aira selama ini. is amit amit punya teman ke lo.Kata-kata yang dulu dilontarkan oleh Aira kepada Maya kini berbalik kepadanya. Tetapi ada sedikit rasa iba di hati Maya untuk sahabat yang pernah menghianati dan juga menghinanya itu.


"Maya! Aira. mencoba memanggil Maya berharap Maya menyahuti nya.


Maya yang melihat perut yang sudah mulai membuncit pun berhenti dan meminta Surya untuk terlebih dahulu pergi ke taman bermain bersama Bintang. Ia ingin berbicara terlebih dahulu kepada Aira.


Diantara ketiga sahabatnya Aira dan salah, dan yang terlibat menjebak dirinya bahkan mereka berdua lah Yang menghina dan mencaci Maya. begitu juga menghasut ibu kos Maya saat itu hingga Maya harus terusir dari kos-kosan tengah malam.

__ADS_1


Sungguh pahit rasanya dan tidak mudah untuk memaafkan seseorang yang kita anggap menjadi bagian kehidupan kita tetapi orang itu menghianati kita.


"Apa kau memanggilku?


Aira langsung meraih tangan Maya sembari bersujud di kaki Maya untuk meminta maaf terhadapnya


"Jangan kamu lakukan ini, saya tidak suka lebih baik kamu perbaiki dan intropeksi diri sendiri agar Kelak kamu mengetahui bagaimana kehidupan ini . Roda berputar tidak selamanya kita diatas dan tidak selamanya kita dibawah hanya tergantung sama Allah subhanahu wa ta'ala yang memberi kepada kita. Kita hanya dapat berusaha tetapi sang pencipta lah Yang menjadikannya.


Bagaimana Apa kamu sudah merasakan seperti yang aku rasakan dulu?


"ups...... Maaf saya tidak sengaja menanyakan hal itu kepadamu. Sejujurnya pertanyaan itu tidak patut aku lontarkan sekarang. Tapi karena rasa sakit yang engkau ciptakan dulu begitu mendalam hingga menusuk ulu hatiku membuat aku tidak mudah untuk memaafkanmu.


Untuk sekarang aku belum bisa memaafkanmu sepenuhnya. Entah di hari esok nantinya supaya saya dapat mengampuni kesalahan yang pernah kau lakukan terhadapku. Tetapi terima kasih karena hinaan dan jebakan kalian sehingga aku


Bertemu dengan suamiku yang sangat mencintai dan menyayangiku dan bintang.


Dia pria baik bertanggung jawab, sopan, dan kaya. Seperti yang kamu katakan dulu aku selalu beruntung dibandingkan kamu. Jadi Maya minta tolong berhenti untuk menghina orang lain. Karena yang kamu lihat itu belum tentu yang benar.


"May Maafkan Aira. Aira khilaf


"Siapa ayah dari anak kamu?


Aira tidak menjawab ia memilih untuk diam.


bersambung......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


mampir ya novel baru aku yang publisher.


__ADS_2