
Zidan menceritakan segala sesuatu yang terjadi di kehidupan masa lalu Zidan sampai dirinya kehilangan sosok adik kandungnya dan juga kedua orang tuanya. Hingga dirinya dibantu oleh surya.
Mendengar penuturan dari Zidan, terlihat Yuli juga merasa iba melihat Zidan mengalami hal tragis yang mampu membuat Zidan trauma.
"Percayalah Pak Zidan Di balik semua ini pasti ada hikmahnya. Aku yakin pak Zidan akan segera menemukan sosok adik kandung bapak.
"Terima kasih Yuli kamu sudah menjadi teman curhatku hari ini.
"Anggap saya tidak sebagai bawahan, bolehkah kita berteman? ucap Yuli membuat Zidan menatap Yuli dengan tatapan tanya. Padahal Zidan menginginkan hal lebih dari Berteman dengan Yuli.
***
Di tempat lain Dokter Avena sedang sibuk menangani para pasiennya yang memeriksakan kandungan, di rumah sakit Dirgantara. Sementara orang tua Avena datang ke rumah sakit ingin menemui avena. karena mereka mengetahui jika Avena tidak kembali ke rumah pasti akan berada di rumah sakit.
"Maaf suster saya ingin bertemu dengan anak saya dokter Avena apakah Dokter Avena ada di ruangannya? tanya ibu Canada kepada salah satu suster yang bertugas di rumah sakit itu.
"Dokter Avena ada di ruangannya. Tetapi sepertinya Dokter Avena sedang sibuk karena menangani Beberapa pasien. Selain itu dokter Avena juga baru saja menangani operasi pasien yang melahirkan."tutur Suster itu kepada Ibu Canada.
"Tidur di mana itu anak Satu malam ini kok dia tidak pulang ke rumah? Sudah berani dia sekarang menentang saya. Semenjak dirinya sudah bekerja menjadi seorang dokter. Betapa bodohnya Aku dulu mau menguliahkan nya menjadi seorang dokter. Gumam ibu Canada yang menyalahkan dirinya sendiri.
Dengan raut wajah kesal, Ibu Canada terpaksa menunggu dokter Avena sampai selesai memeriksa pasien yang mengantri untuk diperiksa oleh dokter Avena. Setelah pasien terakhir selesai diperiksa oleh dokter Avena. ibu Canada langsung masuk ke ruang kerja dokter Avena.
"Kemana saja kamu tadi malam? Mengapa kamu tidak kembali ke rumah?
"Kamu sudah mulai berani menentang orang tuamu ya!"bentak ibu Canada kepada dokter Avena. Dokter Avena tidak menjawab
Ia tidak ingin berdebat dengan ibunya di rumah sakit. Karena itu bisa merusak Citra dirinya sebagai seorang dokter.
"Maaf mom!" Avena tidak ingin berdebat di rumah sakit.Malu dilihat pasien dan juga para suster dan dokter lain yang bekerja di sini. lebih baik sekarang juga kita pulang. Lagian jam praktek saya juga sudah selesai ke rumah sakit ini hari ini." ujar dokter Avena sembari berjalan keluar dari ruangannya meninggalkan ibu Canada disana. membuat Ibu Kanada semakin kesal kepada avena.
"Kamu ya!" Sudah mulai tidak sopan kepada orang tua, semenjak kamu menjadi seorang dokter kamu sudah makin berani menentang orangtua Mu
"Maaf Bu!" Avena tidak ingin berdebat di rumah sakit. Tolong hargai Avena di sini. Ini bukan di rumah kita. Tetapi ini tempat umum. Apa Ibu tidak merasa malu dilihatin orang-orang? ucap Avena Sumbar menelisik sekeliling.
__ADS_1
Ibu Canada pun terdiam lalu berjalan mendahului Avena ke parkiran rumah sakit. Ia meminta sopir pribadinya langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju kediaman keluarga David. Setelah dokter avena dan juga Ibu Canada berada di dalam mobil.
Di sepanjang perjalanan Ibu Canada terus mengoceh kepada Avena yang selalu mengatakan Avena anak durhaka karena sudah mulai melawan kepada orang tuanya. Padahal selama ini yang dikatakan dokter Avena benar adanya. Karena ia tidak ingin mengikuti jejak kedua orang tuanya dan kakaknya yang bertindak seenaknya saja kepada orang-orang.
Tetapi Dokter Avena hanya terdiam ia tidak ingin berdebat dengan Bu canada
setelah beberapa menit kemudian mereka pun tiba di kediaman keluarga David.
"Iya sudah disambut dengan tatapan tajam oleh David dan juga ayahnya.
"Dari mana saja kamu?
"Avena menginap di rumah sakit!"ucap dokter Avena berbohong.
"Mengapa kamu harus menginap di rumah sakit? kamu sudah berani menentang orang tua kamu ya!
"Dari dulu kamu kami besarkan dan sekolah kan Yang ternyata semenjak kamu menjadi seorang dokter kamu mulai berani melawan kepada kami"
"Sudah Pi!" saya tidak ingin berdebat sekarang. intinya lebih baik kalian cari sendiri Aira berada dimana. Tapi aku yakin Aira tidak akan tinggal diam Jika kalian ingin merebut anaknya dari kehidupannya. ucap dokter Avena sembari langsung masuk ke dalam kamarnya dan mengunci kamarnya dengan rapat-rapat.
Yul kamu mau pulang sekarang?
"Iya Pak takutnya Bibi saya nyariin saya! Saya takut mereka kuatir apalagi tadi malam saya tidak pulang ke rumah."
"Biar saya antar Nanti aku akan jelaskan kepada Bibi kamu.
"Jangan!"bisa-bisa Bibi Saya menuduh saya berbohong. Karena aku mengetahui bagaimana sikap dari bibi saya.
"Yul bolehkah suatu saat saya bermain ke tempat bibi kamu.
"Boleh saja!" asalkan kuat mendengar omelan dari b bibiku."ucap Yuli sembari langsung terkekeh.
"Kamu Kok ketawa sih Yul? Aku serius nih."ucap Zidan.
__ADS_1
" Memangnya siapa yang main-main? sahut Yuli sambil mengembangkan senyumnya membuat wajah cantik begitu semakin menggemaskan menurut Zidan.
"Yul bolehkah aku menanyakan sesuatu kepadamu?"
"Tentu saja boleh, selagi Yuli bisa menjawabnya pasti Yuli akan jawab.
"Tipe laki-laki yang kamu suka lakinlaki yang bagaimana sih Yul?
"Kok pertanyaannya menjadi sampai ke situ?
"Tidak Saya ingin tahu saja.
"Yang pasti Yuki ingin laki-laki yang baik, sopan sayang kepadaku dan keluarga pastinya dia setia dan jujur. Itu laki-laki yang aku inginkan. kalau ketampanan itu masalah belakangan yang penting pria itu setia sayang dan bertanggung jawab di dalam keluarga."ucap Yuli sambil mengembangkan senyumnya. membuat laki-laki yang ada dihadapannya menatapnya dengan tatapan penuh arti.
"Ada apa sih Kak kok tumben Bapak menanyakan hal seperti itu kepada saya?
"Tidak ada apa-apa!" Saya ingin tahu tipe laki-laki yang bagaimana yang menarik hatimu."ucap Zidan sembari terkekeh diikuti oleh Yuli juga tertawa. Senyuman yang merias wajah tampan Zidan membuat perasaan Yuli menjadi tidak karuan menatap sosok pria yang ada di hadapannya.
"Kalau pak Zidan tipe cewek yang bagaimana yang pak Zidan sukai?
"Seperti kamu!' jawab Zidan singkat membuat Yuli Lansung membulatkan matanya seolah dirinya tidak percaya apa yang dikatakan oleh Zidan kepadanya.
"Pak Zidan jangan bercanda. Dari tadi saya sudah serius Tapi bapak Terus bercanda.
"Memang Siapa yang bercanda?
"Dari tadi Pak Zidan bercanda melulu.
"saya tidak bercanda, memang itu menurut saya." ucap Zidan.
Yuki hanya terdiam
"Oh Iya Besok pagi tolong temenin saya menemui dokter Idries dan doakan juga agar hasilnya sama seperti yang aku harapkan ucap Zidan kepada Yuli.
__ADS_1
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏 o