
Setelah selesai melakukan ritual mandinya dan melakukan solo karir di kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya, Zidan Kembali keluar menghampiri Yuli setelah memakai pakaiannya.
"Mas lebih baik kamu Langsung istirahat ini sudah malam. Apalagi mas sudah lelah menyetir sendirian mulai dari Baukuheni ke kota Jakarta ." ujar Yuli kepada Zidan agar Zidan segala istirahat.
"Tapi tubuh mas terasa pegal, jadi tidak bisa tertidur pulas." ucap Zidan kepada Yuli. Yuli langsung mengambil salep yang ada di tasnya Yuli biasa menggunakan salep itu jika kaki dan tangannya merasa pegal agar pegal yang ada di kakinya tidak terasa sakit.
"Sini Mas biar Yuli oles salep ini. Biasanya kalau kaki tangan dan punggung Yuli terasa pegal biasanya Yuli mengoleskan ini dan rasa pegal itu seketika akan hilang."ucap Yuli sembari menunjukkan salep yang ada di tangannya.
Zidan mendekati Yuli yang ada di sofa dan berniat agar Yuli mengoleskan salep itu ke betis kakinya. Tidak bisa dipungkiri kalau Zidan cukup lelah karena menyetir sendiri dari kota Bakauheni menuju Jakarta.
Kaki Zidan terasa pegal Begitu juga dengan tangan dan punggungnya. Dengan telaten Yuli mengoleskan salep itu ke kaki tangan dan juga punggung Zidan agar tubuh Zidan tidak merasa pegal dan tidak dapat istirahat dengan istirahat.
Entah karena faktor kecapean Zidan tertidur pulas ketika Yuli mengoleskan salep itu ke kaki tangan dan punggung Zidan. Ketika Yuli memastikan Zidan sudah tertidur pulas Ia pun memutuskan untuk membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang ada di kamar Zidan.
Tetapi sebelumnya Yuli sudah menyelimuti tubuh Zidan, agar tidak merasa kedinginan. Tepat pukul 03.00 dini hari Zidan terbangun dari tidurnya. Ia tidak sadar kalau dirinya saat ini tidur di sofa.
"Ini sudah pukul berapa dan di mana Yuli berada?" tanya Zidan dalam hati sembari melirik jarum jam yang ada di dinding.
"Ya Allah ternyata sudah pukul 03.00 dini hari. aku ketiduran di sini." Guman Zidan sambil bangkit dari sofa. Ia mencari keberadaan Yuli di kamar.
Zidan menatap yuli sedang tertidur pulas di atas tempat tidur yang biasa menemani tidurnya tiap malam.
__ADS_1
"Ternyata dia sudah tidur di kamar aku kira Yuli pulang ke rumah Bibinya. gumam Zidan dalam hati sembari mendekati tubuh Yuli dan kembali memberikan tubuhnya di samping Yuli tanpa Yuli ketahui.
Merasa nyaman membaringkan tubuhnya di samping Yuli, Zidan kembali tertidur pulas Di sana.
Tepat pukul 05.30 pagi Yuli terbangun dari tidurnya .
Huyemmm.....
Yuli berkeliat melirik ke kanan dan ke kiri. Ia baru sadar kalau Yuli tidak tidur di rumah bibinya melainkan tidur di kamar sang kekasih. Netra Yuli menyelisik seisi ruangan. Alangkah terkejutnya melihat Zidan tertidur pulas di sampingnya.
"loh mas Zidan tidur di sini? tanya Yuli dalam hati karena dirinya benar-benar tidak menyadari kalau Zidan malam itu masuk ke dalam kamar dan tidur bersamanya di satu ranjang yang sama.
Yuli memeriksa seluruh tubuhnya dan tidak ada yang berubah di sana membuat Yuli merasa lega.
Kemudian Yuli bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi berniat untuk langsung membersihkan diri. Tanpa mengganggu Zidan yang lagi tertidur pulas. Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Yuli berlalu dari kamar menuju dapur berniat untuk menyiapkan sarapan pagi untuknya dan juga Zidan.
Tetapi ketika dirinya melihat isi kulkas tidak ada persediaan makanan di sana yang bisa diolah. Hanya ada dua butir telur dan juga mie instan. iya melihat ada rice cooker di sana dan berniat dan melihat rice cooker itu juga sudah kosong tidak berisi apa-apa di sana.
Yuli kembali mencari keberadaan beras yang ada di apartemen milik Zidan. Tetapi ia sama sekali tidak menemukannya. Membuat Yuli kebingungan menyediakan apa untuk sarapan pagi mereka hari itu.
Yuli berlalu keluar dari apartemen berniat untuk membeli persediaan makanan di supermarket yang ada di dekat apartemen milik Zidan. Tetapi karena masih pagi-pagi sekali,supermarket belum beroperasi membuat Yuli semakin kebingungan.
__ADS_1
"Aduh aku harus membuat sarapan apa kalau begini tidak ada sedikitpun persediaan makanan yang bisa diolah di kulkas." gumam Yuli dalam hati. Kemudian ia melihat toko grosir yang baru terbuka di daerah apartemen milik Zidan.
Yuli menghampiri grosir itu dan membeli beras beberapa kilo untuk persiapan bahan makanan di apartemen milik Zidan. Selain beras Ia juga membeli minyak goreng, kecap dan yang lainnya yang diperlukan untuk persediaan makanan di dapur. Agar Zidan tidak kewalahan jika tengah malam merasa lapar.
Setelah merasa bersediaan makanan sudah cukup, Yuli pun kembali ke apartemen milik Zidan untuk mengolah makanan yang sudah ia beli sebelumnya. Sementara Zidan masih tertidur pulas di kamar apartemennya.
Yuli yang notabenya adalah wanita yang berasal dari kampung dan wanita yang mandiri membuat Yuli mampu melakukan pekerjaan layaknya seorang istri berada dapur. Di samping Yuli mampu mengerjakan tugas di kantor, Ia juga mampu memanjakan lidah setiap orang. Apalagi Yuli pernah bekerja di salah satu restoran terkenal di kota Jakarta. Sehingga banyak resep menu makanan yang ia ketahui.
Yuli langsung memasak nasi. Ia berniat untuk mengolah nasi itu menjadi nasi goreng yang sangat lezat. Sama seperti yang ia lakukan saat bekerja di sebuah restoran tempat Zidan bertemu dengan Yuli untuk yang kedua kalinya, setelah Yuli membantu Zidan ketika mobil Zidan mogok di tengah jalan. Dan berkat Yuli lah saat itu Zidan mendapatkan kontrak besar dari perusahaan terkenal dari negara luar.
Sejak pertemuan itulah membuat Zidan jatuh hati kepada Yuli hingga sampai sekarang Yuli dan Zidan bersama. Setelah 1 jam bergulat di dapur, Yuli pun menyelesaikan masakan sarapan pagi. Untuk mereka berdua dan menghidangkannya di atas meja makan sederhana yang ada di apartemen milik Zidan. Kemudian Yuli membereskan dapur setelah menyelesaikan ritual memasaknya.
Tiba-tiba suara bell berbunyi, Yuli bingung untuk melakukan apa. Ia tidak mengetahui Siapa tamu yang datang pagi-pagi sekali seperti ini ke Apartemen kekasihnya. Yuli berlalu dari dapur dan berniat untuk membuka pintu apartemen milik Zidan.
Ketika Yuli membuka pintu apartemen milik Zidan, yang ternyata Avena yang datang menghampiri Zidan ke Apartemen milik Zidan
"kak Yuli ada di sini?" tanya Avena ketika Yuli membukakan pintu apartemen milik Zidan.
"Ya semalam kami kemalaman pulang dari Baukuheni, jadi kami memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu.
Karena saya kasihan melihat mas Zidan sudah terlihat kelelahan menyetir sendiri mulai dari Baukuheni sampai Kota Jakarta." ucap Yuli kepada Avena sembari mempersilahkan Avena masuk ke dalam apartemen.
__ADS_1
"lalu kak Zidan di mana Kak?
"Mas Zidan masih istirahat di kamar. Kasihan dia sepertinya dia masih kelelahan." ucap Yuli sambil mempersilahkan Avena duduk di sofa.