Mama Muda

Mama Muda
PANGGILAN KAKAK


__ADS_3

"Bagaimana caranya aku menjelaskan kepada mereka? Sedangkan kamu sudah hamil dan aku sendiri yang langsung mengantarkan Mu. tidak mungkin mereka melepaskan Ku begitu saja. Pasti tanggapan mereka akan lain, aku dituduh pria yang tidak bertanggung jawab. Jadi menurutku biarlah kita jalani untuk sementara waktu kebohongan ini.


Sampai kamu melahirkan nanti, baru saya akan kembali ke Jakarta sesuai dengan perintah Bos Surya." ucap Washington kepada Aira membuat Aira merasa bersalah kepada Washington. Karena dirinya membuat Washington mendapatkan pilihan yang sulit.


"Tapi aku merasa tidak enak hati kepadamu. karena saya kamu jadi terjebak di sini.


"Sudahlah tidak apa-apa, toh ini untuk sementara waktu kok."


"Terima kasih banyak kamu sudah membantuku. Aku tidak tahu harus bagaimana mengucapkan terimakasih kepada Mu.


"Tidak perlu berterima kasih aku melakukan semua ini karena perintah dari bos ku. ucap Washington kepada Aira.


"Mas kasurnya cuman satu, lebih baik Mas tidur di kasur aku yang tidur di bawah Aku menggunakan karpet tebal yang ada di sini.


"Tidak kamu lagi hamil lebih baik kamu yang tidur di kasur. Saya yang di bawah menggunakan karpet nya.


"Tapi mas tidak terbiasa tidur dibawa, saya semakin merasa bersalah Jika kamu menolak tidur di kasur. Sementara saya tidur di kasur kamu tidur di lantai. Itu semakin menyiksa batinku, bukan malah membuat tidur nyenyak malah semakin bersalah kepadamu.


"Sudah jangan kamu pikirkan, sekarang yang kau pikirkan itu supaya kamu sehat dan kandungan kamu juga sehat. Agar pengorbanan saya kesini tidak sia-sia." ucap Washington kepada Aira. Karena tidak mau berdebat dengan Washington, akhirnya Aira pun mengikuti apa yang dikatakan oleh Washington. Walaupun dirinya merasa tidak enak hati.


Sementara kedua orang tua Aira sudah ingin mempersiapkan pesta penyambutan Aira dengan Washington tampa Washington dan Aira ketahui.


Mereka sudah tampak antusias untuk merayakan penyambutan Aira dan Washington di kampung halaman mereka.


Sementara di tempat lain, surya menceritakan kepada Maya apa yang diberitahu oleh Washington kepadanya. Yang kedua orang tua Aira menganggapnya sebagai suami dari Aira.


"Kamu serius sayang kalau kedua orang tua Aira menganggap Washington sebagai suami Aira?


"Iya sayang, makanya sepertinya waktu dekat ini Washington tidak bisa kembali ke Jakarta dan Mas juga mengizinkannya untuk sementara tinggal disana.


"Kenapa Mas? Jadi apa yang menjadi aktivitasnya di sana? Bagaimana dengan kelangsungan hidupnya nanti?


Kamu tidak perlu khawatir sayang, walaupun Washington disana beberapa bulan ini, Mas akan transfer gaji bulanannya sebagai bentuk pengabdiannya kepada mas yang mau mengikuti perintah Mas selama ini.

__ADS_1


"Apa Washington tidak keberatan?


"Sedikit!"tapi maaf sayang sebenarnya ini rencana Mas dari awal setelah mengetahui Aira hamil tapi tidak memiliki suami karena David tidak bertanggung jawab akan apa yang dilakukannya.


"Maksud Mas?


"Maksud Mas, menurut Mas hanya washinton yang cocok mendampingi Aira. Mas yakin dengan kebersamaan mereka sekarang. mereka akan saling dekat dan aku yakin mereka suatu saat akan saling jatuh cinta. Mas berharap mereka bisa bersatu dalam jenjang pernikahan.


"Jadi Mas melakukan ini semua karena ingin mempersatukan mereka?


Surya mengembangkan senyumnya dan ia pun langsung menganggukkan kepalanya pertanda tebakan istrinya benar adanya.


"Rencana mas sungguh tak terduga. Tapi Maya mendukung rencana kamu Mas. Karena Maya juga ingin hidup Aira bahagia. Karna Maya dapat merasakan apa yang dirasakan Aira saat ini.


Jujur hidup sendiri dengan membawa beban yang cukup berat membuat hidup kita terasa hampa. Apalagi mendapatkan penghianatan dari orang yang kita cintai. Membuat hidup kita terasa tidak ada artinya hidup lagi. Sungguh sulit jika mengingat segala apa yang Maya jalani saat itu." ucap Maya sembari meneteskan air matanya.


Surya langsung meraih tubuh istrinya. Ia pun memeluk Maya dengan seksama.


"Sudah Sayang!" Yang lalu biarlah berlalu Jangan kamu ingat-ingat lagi masa-masa sulit itu. Sekarang kamu sudah ada Mas yang menjaga dan melindungi kamu. Mas sangat sayang dan cinta sama kamu. Jangan bersedih lagi. Kasihan Anak kita yang ada di dalam sini. kalau kamu bersedih maka anak kita yang ada di dalam juga bersedih." ucap Surya sembari mengelus perut buncit Maya.


"Aduh sakit !"keluh Maya saat merasakan yang amat sakit di perutnya


"Kamu kenapa sayang? tanya Surya sangat khawatir sembari membopong tubuh Maya naik ke atas tempat tidur. Kemudian Surya pun mengelus perut Maya.


"Anak Papi, jangan buat mami kesakitannya kasihan Mami Kita, Papi yakin kamu anak yang saleh. Papi mohon jangan menyusahkan Mami ya sayang."ucap Surya berbicara kepada bayi yang ada di dalam kandungan Maya seolah-olah bayi yang ada di dalam kandungan Maya dapat mendengar apa yang dibicarakan oleh Surya kepadanya.


Tetapi setelah Surya berkomunikasi dengan bayinya sambil mengelus perut Maya, Tampak janin yang ada di kandungan Maya langsung tenang dan Maya tidak merasakan keram lagi. seolah-olah ia dapat mendengar apa yang di minta Surya kepada anaknya yang ada di rahim Maya.


Mas lihatlah sepertinya anak kita mengerti apa yang kamu katakan. Maya sudah merasa tidak kram lagi. dan Bayi kita yang ada di dalam sini sudah tenang dan tidak mengganggu Maya lagi.


"Makanya lain kali kamu jangan sedih lagi sayang. Kamu happy dan jangan mengingat mengingat masa lalu yang pahit lebih baik kamu bayangkan masa-masa bahagia kita.


Maya mengembangkan senyumnya ia sangat bahagia mendapat suami yang sangat pengertian terhadapnya. Bahkan Surya sangat perhatian kepada Maya membuat Maya semakin jatuh cinta kepada suaminya

__ADS_1


Di tempat lain, Zidan Avena dan Yuli tampak menyantap makan malam yang sudah dipesan oleh Zidan sebelumnya. Setelah Avena dan Yuli membersihkan diri dan memakai pakaian yang sudah dipesan Avena ke butik langganannya.


Terlihat kedua wanita cantik itu sudah tampak fresh dan yang membuat Zidan menatap Yuli dengan tatapan penuh cinta. Zidan merasa kalau Yuli juga memiliki perasaan yang sama terhadap nya. Setelah Maya mengatakan saat mereka makan siang bareng kalau Yuli merindukannya.


Di sela-sela makan malam mereka, Zidan bertanya kepada Avena.


"Apakah kamu pernah bermimpi kehidupan masa lalumu? tanya Zidan kepada Avena.


"Kenapa Mas bertanya seperti itu kepadaku?


"Tidak kakak hanya ingin mengetahui saja, Apakah kamu pernah bermimpi mengenai masa lalumu sama seperti kakak. Tiba-tiba Zidan mengatakan kalau dirinya kakaknya Avena. Entah dorongan Apa yang membuat Zidan mengatakan kalau dirinya seorang kakak.


"Bolehkah kamu memanggil saya dengan panggilan kakak saja?


"Kenapa Memangnya?


"Soalnya kamu mirip sekali dengan adik saya.


"Oh ya!" lalu adik kakak itu di mana sekarang?


"Entahlah, Kakak juga tidak mengetahui di mana rimbanya sekarang.


Semenjak kejadian tragis itu saya tidak pernah bertemu lagi dengan adik saya.


"Kejadian tragis?


"Maksudnya apa kak?


"Dulu Sewaktu kami bepergian bersama kedua orang tua kakak, di perjalanan kami dihadang kawanan perampok. Membuat nyawa kedua orang tua saya melayang dengan tragis. Sementara saya saat itu kritis. Saya tidak mengetahui keberadaan adik saya setelah saya sadar.


Untung saat itu Pak Surya yang berhati baik mau menolong saya Dan menganggap saya sebagai adiknya karna saya tidak memiliki siapa siapa pagi. Hanya mami Yolanda dan Zidan sekarang keluarga ku. Itulah makanya saya selalu mengabdi kepada Surya. karena Surya memang benar-benar orang yang baik.


Bersambung....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏


__ADS_2