
"Kami butuh Si Mbak, tapi kami membutuhkan tenaga marketing. Jika Mbak berkenan silahkan tinggalkan lamarannya. Nanti kami akan menghubungi Mbak. Jika Anda benar-benar diterima bekerja disini ujar sang resepsionis itu kepada Yuli.
lalu Yuli memberikan surat lamarannya kepada sang resepsionis setelah membubuhi nomor ponselnya di sudut amplop coklat itu. kemudian Yuli berniat untuk pergi ke kantor Lain, untuk menjatuhkan lamarannya Juga. Tiba-tiba alangkah terkejutnya Yuli bertemu dengan Zidan di kantor itu. Yang mana kantor itu Besar dan gedungnya yang menjulang tinggi itu adalah milik keluarga Dirgantara.
"Yuli!"kamu di sini?
"Kamu di sini?
"Ngapain?
"loh Mas ngapain Di Sini?
"Kalau ditanya itu, jangan balik bertanya dong Yul, ucap zidan kepada Yuli.
"Yuli mengantarkan surat lamaran ke kantor ini siapa tahu kantor ini membutuhkan tenaga kerja." jawab Yuli tanpa basa basi
"Memangnya kamu tidak kerja di restoran itu?
"Tadi pagi Yuli dipecat Mas tanpa tahu penyebabnya.
"Dipecat?
"Serius?
"Ya serius lah mas, tidak mungkin Yuli berbohong. Ngapain juga sampai Yuli jalan kesana kemari untuk mencari pekerjaan. Yuli takut jika Bibi mengetahui Yuli dipecat dari pekerjaan. Makanya hari ini juga Yuli berusaha untuk mencari pekerjaan. Takut mereka berpikir aku jadi beban mereka."
Zidan langsung meminta surat lamaran Yuli yang dia berikan kepada sang resepsionis.
"lamaran nona ini tadi di mana?
"Ini pak!" ucap resepsionis itu sambil langsung memberikan surat lamaran Yuli yang sudah diberikan Yuli sebelumnya kepadanya.
"Ikut saya yul!"
"Kemana?
"Pokoknya ikut saya nggak mungkin juga saya menjerumuskan kamu ke jurang. Yuli pun hanya mengangguk saja Ia pun mengikuti langkah Zidan ke mana.
__ADS_1
Setelah berada di hadapan lift khusus petinggi perusahaan, alangkah terkejutnya Yuli melihat jika dirinya mengikuti lift khusus petinggi perusahaan. itu pertanda Zidan adalah salah satu petinggi terus di perusahaan tersebut.
Setelah tiba di ruangannya Zidan pun mempersilahkan Yuli duduk.
Zidan menghubungi Surya terlebih dahulu.
"Bos ada yang ingin melamar kerja sepertinya aku butuh asisten.
"Terserah kamu aja gimana bagusnya. Yang pasti saya tidak terima kalau pekerjaan kamu jadi terbengkalai. Kerjakan pekerjaanmu semaksimal mungkin ucap Surya dalam sambungan telepon selulernya. langsung memutuskan sambungan telepon seluler itu dengan sepihak karena Surya sedang bersama Maya di ruangannya. Surya tidak ingin diganggu oleh siapapun jika dirinya sedang bersama Maya.
"Ih Bos nyebelin, umpat Zidan tetapi masih bisa didengar oleh Yuli.
"Ya sudah Yun!" mulai hari ini kamu bekerja sini. Sebentar lagi sekretaris akan menghantarkan kontrak kerja kamu di sini." ucap Zidan kepada Yuli membuat Yuli terkejut.
"Mas serius saya diterima bekerja di sini?
"Ya saya serius!" kamu mulai hari ini bekerja di sini sebagai asisten saya."ucap Zidan yang mampu membuat Yuli membulatkan matanya. seolah dirinya tidak percaya jika hari itu juga dia dapat bekerja di perusahaan besar Dirgantara Group.
Ketukan pintu pun terdengar jelas di telinga kedua insan itu. Dan setelah dipersilahkan masuk, sang sekretaris datang dengan membawa Map kontrak kerjasama antara perusahaan Dirgantara grup dengan Yuli.
"Silakan tandatangani di sini. Ini kontrak kerja kamu selama bekerja di perusahaan ini. ucap Zidan kepda Yuli sambil menyerahkan map itu kepada Yuli. Hal itu membuat pertanyaan besar bagi Yuli. Siapa zidan di perusahaan ini. Dan mengapa dia memiliki hak veto untuk menerima karyawan bekerja di sana.
"Mas ini serius gajinya segini?
"Iya serius lah, memang ini standar perusahaan di sini."Ucap Zidan sambil mengembangkan senyumnya.
Setelah menandatangani kontrak kerja itu,Yuli bertanya dimana ruangan kerjanya.
Ketika Yuli bertanya, Zidan langsung tertawa cengengesan.
"loh Pak Zidan Kenapa tertawa? Yuli merubah panggilannya karena hari itu juga Dia sudah resmi menjadi bawahan Zidan.
Dia tidak ingin mencampur adukan kehidupan pribadi dengan pekerjaan. Sehingga panggilannya pun tiba-tiba langsung di rubah. Membuat Zidan merasa heran.
"Kamu panggil apa Saya tadi?
"Panggil Pak, mulai sekarang bapak itu atasan saya kan?"ucap Yuli dengan polosnya.
__ADS_1
Zidan menganggukkan kepalanya, pertanda benar apa yang dikatakan oleh Yuli kepadanya.
"Tapi aku mohon jika berdua seperti ini kamu jangan panggil saya bapak. Sepertinya saya sudah tua banget kamu lihat." ucap Zidan kepada Yuli.
"Tapi maaf Saya tidak mau dituduh seorang pelakor, jadi lebih baik Saya memanggil bapak itu dengan panggilan Pak.
"Memang siapa yang jadi pelakor?
"Dan siapa juga yang menuduh kamu seperti itu?
"Untuk sekarang tidak ada, tapi Yuli tidak mau dipandang orang seperti itu karena tidak ada sedikitpun terlintas di benak Yuli untuk merebut suami orang lain.
Zidan langsung tertawa ngakak. Zidan sedikit kesal kepada Yuli karena Yuli sudah menganggapnya lelaki yang sudah punya istri.
"kamu pikir saya sudah menikah?
" Iya! jawab Yuli singkat
"Apa saya sudah terlihat tua banget ya?
Yuli menggelengkan kepalanya. Sebenarnya tidak Pak!" dan Bapak juga masih terlihat tampan dan gagah puji Yuli.
"Kamu bohong!"
"Kenapa Bapak bilang saya bohong?
"Kalau kamu tidak berbohong Mengapa kamu beranggapan saya itu sudah menikah dan memiliki anak?
"Auranya saja kebapakan gitu!" jawab Yuli singkat.
"Asal kamu tahu!" saya Zidan Baskoro, belum pernah menikah sama sekali. Kamu mau perlu bukti? ini KTP Saya ucapkan jeda sebentar langsung memberikan ktp-nya kepada Yuli. Kok sampai segitunya sih?
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
mampir yuk ke karya baru ku
__ADS_1