Mama Muda

Mama Muda
MOBIL MOGOK


__ADS_3

"Sudahlah Ra, tenangkan hatimu. Mungkin Allah sedang menguji mu. Jadi serahkan semua sama yang kuasa." ucap Yuli Kepada Aira yang selalu mengingatkan kedua sahabatnya agar tidak melakukan hal hal yang aneh aneh. Tetapi karna Anisa dan Aira selalu mengancam Yuli, sehingga Yuli memilih untuk diam.


Diperjalan Maya selalu teringat dengan tangis Naira. Ia dapat merasakan seperti apa yang dirasakan oleh Aira sekarang. Karna sebelumnya, Maya pernah mengalami hal yang sama. Hamil dengan pria yang kita cintai tetapi pria itu lebih memilih menikah dengan wanita lain . Sungguh miris, sifat laki laki yang tidak bertanggungjawab dengan perbuatannya.


"Mas,"


"Ia sayang, ada apa?"


Maya kasihan kepada Aira, Maya bisa merasakan bagaimana perasaannya sekarang.Maya ingat sewaktu hamil Bintang, ditinggal oleh Aliando yang sebelumnya kami saling mencintai. Tapi ternyata dia lebih memilih wanita lain dibandingkan aku. Tapi aku bersyukur bisa bertemu dengan mas, Mas laki laki yang luar biasa menurut Maya.


"Maya mencintai mu mas!" berjanji lah pada Maya, kalau hati mas tidak akan pernah berpaling kepada wanita manapun." ucap Maya sembari menyadarkan kepalanya di bahu Surya. Surya yang lagi menyetir pun mengebangkan Senyumnya.


Siapa juga, yang ingin berpaling darimu sayang, kamu itu jantung hati mas." ucap Surya tapi tetap fokus menyetir.


Trimakasih mas, sudah mewarnai hari hari Maya." ucap Maya sambil langsung mengecup wajah tampan suaminya. Sementara Bintang yang melihat kedekatan Papi dan Mami nya. bahagia dan tersenyum.


"Jadi papi saja nih yang dicium ? ucap Bintang sambil cemberut.


"Sabar sayang kamu kan duduknya di bangku kemudi, sementara Papi dan mami berada di depan.


"Mami janji deh nanti kalau sudah tiba di Rumah Sakit mami akan Cium Bintang sepuasnya.


****


45 menit dalam perjalanan Surya, Maya, dan Bintang pun tiba di rumah sakit tempat mami Yolanda dirawat tepatnya di rumah sakit Dirgantara grup. Terlihat mami Yolanda sudah tampak Bugar. Ia sudah tidak berbaring lagi di atas tempat tidur. Mami Yolanda sudah berjalan kesana kemari sekeliling koridor rumah sakit.


Maya berlari kecil untuk segera menemui Ibu mertuanya. Alangkah terkejutnya Maya ketika mami Yolanda sudah berjalan di koridor.

__ADS_1


"Mami!"Panggil Maya setengah berteriak. sementara surya yang menggendong Bintang tampak berjalan ke arah Mami Yolanda.


"Kalian Dari mana saja kok lama banget jemput mami?


"Maafin kita mi, Soalnya tadi Maya dan Mas Surya membawa Bintang jalan-jalan ke mall.


"Ya sudah tidak apa-apa Sekarang juga kita pulang ke rumah. Mami sudah malas tinggal di sini bosan."ucap mami Yolanda kepada Maya dan mami Yolanda bertanya kepada Maya mengenai kondisi kehamilan Maya.


"Bagaimana dengan kandungan kamu nak, apa baik-baik saja?


"Alhamdulillah kondisi kandungan Maya baik-baik saja mom, Bagaimana dengan kondisi Mami apakah sudah baikan?"


"Iya seperti yang kamu lihat, Mami sudah bisa berjalan.


"Syukurlah mami,sudah sembuh hati Maya sangat lega melihat perkembangan kesehatan mami."


yang sebelumnya kehadiran Bintang tidak disukai oleh Mami Yolanda. Entah karena Bintang yang pintar mengambil hati Mami Yolanda atau karena Mami Yolanda sudah mulai menerima Maya menjadi menantunya sehingga dirinya pun menerima Bintang sebagai cucunya. Hanya Tuhan dan memi Yolanda lah yang mengetahui isi hati Mami Yolanda sebenarnya.


Setelah bersiap Surya, Maya dan Bintang pun berlalu dari rumah sakit. Mereka ingin segera kembali ke rumah utama Dirgantara. Mami Yolanda sudah sangat merindukan suasana rumah utama keluarga Dirgantara. Di sepanjang perjalanan Bintang selalu ngobrol bersama mami Yolanda. Terkadang Mami Yolanda sampai menggelengkan kepalanya dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh Bintang kepadanya.


Sungguh luar biasa Bintang mampu melunakkan hati Mami Yolanda. Ada apa ini? Apa mami Yolanda sudah benar-benar menerima Bintang menjadi cucunya? itu masih menjadi misteri.


Setelah tiba di rumah utama keluarga Dirgantara. Maya langsung bergegas turun untuk membukakan pintu kepada Ibu mertuanya tanpa harus menunggu Surya terlebih dahulu. Perhatian lebih yang dilakukan Maya kepada mami Yolanda membuat hati wanita paruh baya itu begitu hangat. Ia benar-benar sudah menyesali perbuatannya selama ini kepada Maya.


Terlihat Maya dengan antusias melayani Mami Yolanda saat sudah tiba di rumah. Kondisi kesehatan Mami Yolanda selalu diperhatikan Maya.


"Mom Maya sudah memasak bubur kesukaan mami, lebih baik sekarang Mami makan dulu habis itu makan obat ,baru istirahat." ujar Maya kepada Mami Yolanda. Surya yang melihat Maya begitu perhatian kepada Mami Yolanda pun sangat bersyukur. Ia merasa tidak salah memilih Maya menjadi istrinya yang berhati lembut dan menyayangi anggota keluarga.

__ADS_1


Sementara di tempat lain Zidan sudah tampak gelisah karena mobil yang ia tumpangi mogok di tengah jalan. Padahal Ia harus segera tiba di salah satu restoran tempat diadakannya meeting bersama Clientnya. Zidan sudah menunggu taksi, tetapi tak satu pun taksi yang lewat dari sana. Ia berusaha untuk memesan ojek online tetapi naas ponselnya pun kehabisan energi.


Yuli yang kebetulan lewat dari sana menghentikan sepeda motornya. Karena ia melihat Zidan sudah tampak gelisah.


"Maaf Mas mobilnya kenapa ya?


"Ini Mbak mobil saya mogok, Padahal saya sudah terlambat untuk menghadiri meeting di salah satu di di jalan Sudirman.


"Kalau mas tidak keberatan bisa kok saya antar kebetulan juga bekerja di daerah itu."


"Tapi bagaimana dengan mobil saya?


"Mas Tenang saja ada teman aku yang montir, Nanti aku suruh dia untuk menderek mobil Mas dibawa ke bengkel miliknya. ucap Yuli sambil langsung meraih ponselnya dari dalam tas sandang nya.


Yuli langsung menghubungi Arsen sang pemilik bengkel di daerah situ. Ketika Yuli meminta arsen untuk datang memeriksa mobil Zidan. Dalam jangka lima menit Arsen pun tiba di sana. Bersama 2 orang anggota bengkelnya. ketika arsen sudah tiba di sana hati Zidan sedikit lega


"Sen!" lo periksa deh mobil Mas ini, tapi Mas ini mau ada meeting dulu, entar sore dia jemput ke bengkel Lo. sekarang mendingan lokasi deh kartu nama lo sama Mas ini karna bentar lagi dia ada meeting." ucap Yuli kepada Arsen sang pemilik bengkel yang kebetulan lokasi bengkelnya, tidak jauh dari lokasi tempat mobil Zidan mogok.


"Sudah Mas, tidak apa-apa mobilnya ditinggal saja saya yang tanggung jawab." ujar Arsen kepada Zidan


"Iya mas tidak apa-apa dia teman saya kok bengkelnya di ujung sana. ucap Yuli sambil langsung memberikan kartu nama Arsen kepada Zidane.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


mampir yuk kekarya baru outhor siapa suka.

__ADS_1



__ADS_2