Mama Muda

Mama Muda
TELEPON DARI MAYA


__ADS_3

Suara ponsel Surya terdengar jelas di telinganya yang terletak di atas meja kerjanya tepatnya di kantor Alberto Group. Ia sengaja menangani langsung perusahaan milik Pak Alberto agar orang-orang pesaing bisnis Pak Alberto yang ingin berbuat curang kepada perusahaan Pak Alberto, tidak dapat berkutik karena mereka mengetahui sikap tegas yang dimiliki oleh Surya dirgantara.


Surya langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya karena ia melihat Maya yang menghubungi dirinya.


"Hallo selamat siang istriku sayang!" sapa Surya.


"Assalamualaikum Mas!"


"Waalaikumsalam istri ku sayang." Bagaimana kondisi Papi sekarang apa sudah ada perkembangan sayang?"


"Alhamdulillah papi sudah sadar mas. Dan sekarang papi sudah berada di ruang rawat inap. Tapi papi masih butuh penanganan intensif.


"Syukurlah Papi sudah sadar sayang. Mas juga sangat kwatir dengan kondisi kesehatan papi. Bagaimana dengan anak anak kita sayang?"


"Anak anak kita baik mas. Justru mereka yang membangunkan tidur panjang papa. Putra kita menangis Histeris ketika putra kita Maya dekatkan ke tubuh Papi. Begitu juga dengan Bintang dia terus menangis ketika melihat Opanya berbaring lemah di atas tempat tidur dilengkapi dengan alat-alat medis.


Ketika Bintang dan baby Jupiter menangis Papi langsung terbangun dari tidur panjangnya. Membuat hati Maya dan ibu Nurhayati merasa lega karena kehadiran Bintang dan jupiter di sana membawa pengaruh baik kepada kesehatan papa." ucap Maya kepada Surya penuh kegirangan.


"Syukur kalau begitu sayang. Kamu tau baru satu hari saja kamu meninggalkan Mas. Mas sudah sangat merindukan kamu sayang dan juga anak-anak kita.


"Maya juga sangat merindukan mas. Doakan saja kondisi kesehatan Papi segera membaik agar kami segera kembali.


"Tanpa kamu minta mas pasti berdoa untuk kesehatan tapi dan kita semua.

__ADS_1


Maya berlalu dari ruang rawat inap Pak Alberto. Karena melihat baby Jupiter sudah terlihat gelisah berada disana. Maya berpamitan kepada Mami Yolanda dan ibu Nurhayati untuk membawa Bintang dan Jupiter kembali ke rumah keluarga dirgantara yang ada di Kota Changi Singapura.


Karena Maya sangat kasihan melihat Bintang dan Jupiter sudah terlihat bosan di sana. apalagi baby Jupiter masih butuh asupan ASI ke tubuhnya. Hingga Maya memutuskan untuk segera kembali ke rumah.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit dari rumah sakit Changi Singapura Maya dan kedua putra-putrinya sudah tiba dirumah. di sana terlihat salah satu asisten rumah tangga sudah menyambut kedatangan Maya dan kedua anaknya. Sepertinya mami Yolanda sudah memberitahu kepada asisten itu untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan oleh Bintang dan Jupiter.


Asisten rumah tangga itu langsung menyambut Maya Dengan senyuman. Ia pun menyediakan makanan dan minuman di atas meja makan, tanpa menunggu perintah dari Maya karena sebelumnya Mami Yolanda sudah memberitahu apa saja makanan yang disukai cucu dan menantunya. Kepada asisten rumah tangganya yang bertugas membersihkan dan menjaga rumah milik keluarga Dirgantara walaupun mereka tidak berada di sana.


Maya meminta Baby sister untuk segera membersihkan tubuh putra-putrinya agar terlihat segar dan bugar. Mengingat hari itu Mereka pergi ke rumah sakit. Maya takut ada bakteri yang masuk ke tubuh putra putrinya selama berada di rumah sakit.


Baby sister itu pun langsung melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengasuh bintang dan Jupiter. Tetapi Maya tidak pernah melepaskan putra-putrinya begitu saja di tangan baby sister dan juga asisten rumah tangga. Ia tetap memantau kondisi kesehatan putra putrinya Walaupun ada Baby sister yang menangani itu semua.


Maya tidak ingin putra-putrinya kehilangan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Ia tidak ingin putra-putrinya merasakan yang ia rasakan saat dirinya kecil. Apalagi ketika ibu kandung Maya sudah meninggal dan pak Alberto menikah dengan Nyonya Maria membuat kehidupan Maya sangat menderita. Dan merasa tidak dianggap di rumah, ketika pak Alberto tidak ada di rumah.


Tetapi Ketika pak Alberto berada di rumah sikap manis Nyonya Maria ditunjukkan kepada Maya. Padahal Ketika pak Alberto tidak ada di rumah Nyonya Maria dan juga adik tiri Maya , Riska selalu berusaha untuk menjatuhkan Maya di hadapan ayahnya.


Kegagalan itu membuat Maya semakin mengerti akan kerasnya kehidupan didunia.ini dan membuat dirinya menyadari kalau kita perlu bisa hidup mandiri. Kejadian kurang lebih lima tahun yang lalu, menjadi pelajaran yang begitu berharga untuk Maya.


Hal itulah yang membuat Maya tidak pernah meminta kepada Surya fasilitas mewah untuknya seperti yang dikatakan Mami Yolanda terhadapnya. Bahkan ketika Surya memberikan sesuatu kepada Maya, Maya sering menolak. Karna Maya tau mencari uang itu sungguh sulit.


Wah putri dan putra mami sudah terlihat cantik dan tampan." puji Maya ketika Bintang dan sudah selesai dimandikan oleh baby sister. dan Bintang langsung menghampiri Maya yang masih duduk di ruang tamu sambil menikmati siaran televisi yang tayang di salah satu televisi swasta.


"Cantik banget Putri mami ini!" puji Maya sambil langsung mencium pipi tembem Bintang. Kemudian Maya beralih kepada Jupiter yang berada di gendongan Baby sister itu.

__ADS_1


"Putra Mami juga sudah wangi dan tampan Terima kasih Mbak Sus!" ucap Maya menirukan suara khas anak kecil.


"Sama-sama Tuan muda dan Nona muda." sahut baby sister menirukan Suara anak kecil.


kemudian Maya meraih putranya untuk diberikan ASI karna semenjak berada dirumah sakit, Jupiter hanya meminum susu Formula yang di sediakan baby sitter sebelumnya.


****


"Mas trimakasih kamu sudah memberikan kebahagiaan di kehidupan Aira." ucap Aira setelah menidurkan Sandiago di box bayi.


"Mas juga bahagia sayang karna mas memiliki istri cantik dan perhatian sama mas." sahut Washington kepada Aira sambil berbisik. Kamu sudah siap masa nifas belum?"


"Aira langsung tertawa cengengesan ketika suaminya menanyakan hal itu kepadanya. Ia merasa tidak tega membiarkan suaminya berkuasa karna.massa nifasnya yang belum selesai pasca melahirkan baby Sandiago.


"Kok kamu tertawa sih sayang?


"Kita belum bulan madu loh. Kamu tau kan, mas juga laki laki Normal." ucap Washington sambil menatap Aira dengan tatapan memohon.


"Sudah jangan cerewet tinggal satu hari lagi kok, tenang saja ada saatnya kok." ucap Aira sambil langsung mencium bibir manis Washington kemudahan Aira ********** hingga Washington merasakan sesuatu yang berbeda saat ini. Ia benar benar menikmati ******* Aira.


"Kamu sudah semakin pintar Sayang!" lagi dong." mohon washington ketika Aira melepaskan pagutannya .


"Sudah nanti malam aja deh, ini masih sore." ucap Aira sambil cengengesan.

__ADS_1


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


__ADS_2