Mama Muda

Mama Muda
SOLO KARIR


__ADS_3

Zidan dan Yuli masuk kedalam rumah dan Ibu Anjani menjamu Zidan dan Yuli apa adanya malam itu. Karna Yuli dan Zidan tidak memberitahu kedatangan meraka sebelumnya kepada Ibu Anjani dan pak Arianto.


Malam itu Zidan menginap di rumah orang tua Yuli. Sebelumnya Zidan memberitahu maksud dan tujuannya datang ke rumah orang tua Yuli. Yang ingin meminta restu kepada Pak Arianto dan juga Ibu Anjani. Zidan meminta kepada Ibu Anjani dan Pak Arianto agar pernikahan Zidan dan Yuli segera dilaksanakan.


"Keputusannya bukan ada ditangan kami. Semuanya keputusan ada ditangan kalian. Kami hanya memberikan restu kepada kalian berdua." ucap Pak Arianto dan Ibu Anjani.


"Tapi Zidan ingin pernikahan Zidan dan Yuli dipercepat pa." sahut Zidan


"Kalau Begitu terserah kalian saja. Yang pasti papa dan mama hanya ingin yang terbaik untuk kalian berdua." ucap pak Ariyanto kepada Zidan.


Malam itu Zidan dan keluarga Yuli sudah sepakat kalau pernikahan Zidan dengan Yuli diadakan dua minggu ke depan.Sebelumnya Zidan sudah memberitahu kepada surya dan juga Maya tentang rencana pernikahannya dengan Yuli. Yang akan dilaksanakan dua minggu yang akan datang.


Zidan juga memberitahu kepada dokter Avena adik kandungnya sendiri. Ketika dokter Avena mendengar rencana pernikahan Zidan dengan Yuli, dokter Avena begitu bahagia mendengar kakak kandungnya ingin melepas masa lajangnya.


Apalagi umur Zidan saat ini, sudah sepatutnya menikah. Dan kabar ini yang selalu dinantikan dokter Avena dari Zidan kakak kandungnya. Dokter Avena ingin melihat kakaknya begitu bahagia bersanding dengan wanita yang ia cintai.


"Syukurlah akhirnya Kak Zidan melepas masa lajangnya. Sudah lama kabar ini Avena tunggu tunggu. Apalagi umur kak Zidan sudah menginjak 36 tahun. Sudah sewajarnya ia bersanding dengan wanita yang ia cintai. Avena berharap kalau Yuli adalah wanita pilihan yang tepat untuk Zidan. Karena Avena tidak ingin melihat ada kekecewaan di kehidupan Zidan seperti yang dirasakan ka Zidan sebelumnya. Gumam Avena


Keesokan harinya Yuli dan Zidan berpamitan kepada Pak Arianto dan juga Ibu Anjani untuk segera pulang ke kota Jakarta. Yang mana Zidan dan Yuli harus mempersiapkan pesta pernikahan mereka yang akan dilaksanakan dua minggu ke depan. Zidan tidak ingin menunda-nunda pernikahan mereka karena ia takut Yuli akan berubah pikiran.


Pesta pernikahan Zidan akan diadakan di kota Jakarta sesuai dengan kesepakatan Zidan dengan kedua orang tua Yuli. Orang tua Yuli menyetujui permintaan Zidan kalau pesta pernikahannya akan diadakan di Jakarta.


Karena sebelumnya Zidan sudah memberitahu tentang seluk beluk keluarganya. Dan apa yang ia alami selama ini kepada keluarga Yuli tanpa ada yang ia tutup-tutupi. Karena Zidan tidak ingin menjalin hubungan dengan keluarga Yuli dipenuhi dengan kebohongan.


Kejujuran Zidan yang membuat keluarga Yuli semakin yakin memberi restu kepada Zidan dan Yuli. Pak Arianto dan ibu Anjani sangat salut melihat kejujuran Zidan Mengungkapkan masa lalu keluarganya yang begitu tragis kepada Pak Arianto dan ibu Anjani tanpa ada yang ditutup-tutupi.

__ADS_1


Hal itu yang membuat Pak Haryanto dan ibu Anjani memantapkan keputusan mereka memberikan restu kepada Zidan dan Yuli. Karena mereka menganggap kalau Zidan akan dapat membahagiakan Yuli ke depannya.


Setelah berpamitan kepada Pak Arianto dan ibu Anjani. Yuli dan Zidan berlalu dari rumah keluarga Yuli menuju kota Jakarta. Tentunya perjalanan mereka bukanlah perjalanan yang singkat. Karena jarak antara Bakauheni dengan Kota Jakarta lumayan jauh dan harus menyeberangi lautan.


Pulau Sumatera dengan pulau Jawa dibatasi dengan lautan lepas. Perjalanan dari Bakauheni menuju kota Jakarta cukup melelahkan. Mereka harus terlebih dahulu menyeberangi lautan dengan menggunakan kapal feri yang ada dari pelabuhan Bakauheni ke pelabuhan merak.


Setelah 4 jam kemudian, Zidan dan Yuli tiba di kota Jakarta. Yuli melihat Zidan sudah terlihat kelelahan sehingga Yuli memilih untuk beristirahat sejenak di Apartemen milik Zidan sebelum ia kembali ke rumah Bibi ya.


Ia merasa kasihan melihat Zidan mengendarai mobil sendirian mulai dari Bakauheni ke kota Jakarta.


"Mas lebih baik kita langsung ke apartemen mas saja deh. Agar Mas bisa langsung istirahat. Sepertinya Mas sudah sangat lelah. ujar Yuli sambil menatap calon suaminya dengan tatapan penuh kasih.


Zidan setuju dengan pendapat Yuli. Ia pun melajukan mobilnya menuju Apartemen miliknya. Setelah tiba di apartemen, Zidan memparkirkan mobilnya di parkiran apartemen dan mereka berjalan menuju apartemen milik Zidan


"Tidak apa-apa sayang, mas sudah biasa mengendarai mobil sejauh itu. Itu belum apa-apanya dibandingkan Kalau Mas mengadakan perjalanan bisnis bersama Pak Surya." ucap Zidan sambil mengembangkan senyumnya.


Setelah tiba di apartemen milik Zidan, Yuli langsung membuat segelas secangkir kopi kepada Zidan


"Nas lapar tidak?


"Tidak sayang kan kita sudah makan Di tengah perjalanan tadi."


"Siapa tahu Mas lapar biar Yuli masakin buat Mas."


"Tidak sayang, lebih baik kamu istirahat." ujar Zidan

__ADS_1


"Mas Bisa pinjam handuk tida?" Sepertinya badan Yuli sudah lengket jadi Yuli Ingin membersihkan diri dulu sebelum istirahat." ucap Yuli kepada Zidan.


"Ambil saja Sayang di lemari." sahut Zidan sambil menunjukkan lemari yang ada di kamarnya. Sementara Zidan membaringkan tubuhnya di atas sofa yang ada di ruang tamu. Yuli masuk ke dalam kamar Zidan dan berniat untuk membersihkan diri di kamar mandi. Setelah mengambil handuk yang ada di lemari kamar Zidan


Setelah selesai melakukan ritual mandinya Yuli keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang dililitkan ke tubuhnya. Zidan dapat melihat tubuh Yuli yang begitu mulus dan juga begitu menggairahkan.


Zidan berusaha menahan hasratnya saat itu. karena ia tidak ingin menodai Yuli sebelum pernikahan mereka dilaksanakan. Yuli memakai pakaian yang sedikit seksi, karena hanya itu yang ada di tas milik Yuli yang bersih. Karna sebelumnya Yuli sama sekali tidak membawanya baju ganti. Hanya baju yang mereka beli di supermarket sebelum mereka berangkat ke Bakauheni.


Hingga Yuli memutuskan untuk menggunakan tentop dan celana pendek yang biasa ia gunakan jika Yuli menggunakan gaun atau rok. Yuli keluar dari kamar menghampiri Zidan setelah selesai melakukan ritual mandinya.


"Mas lebih baik Mas mandi dulu baru istirahat deh." ujar Yuli sembari membangunkan Zidan yang berbaring di atas tempat tidur.


Zidan bangkit dari tidurnya. Ia melihat Yuli dengan menggunakan pakaian yang sangat seksi membuat Zidan tidak tahan melihatnya.


Tetapi Zidan berusaha menahannya, ia langsung berlari masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Aduh kalau begini terus bisa-bisa saya tidak tahan dan lepas kendali nih. gumam Zidan dalam hati sembari membayangkan tubuh Yuli yang begitu mulus dan seksi. Zidan terpaksa melakukan solo karir di kamar mandi ketimbang harus menodai Yuli sebelum Yuli benar-benar halal untuk ia sentuh.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya jangan lupa tekan love like coment vote dan hadiahnya ya Trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


sebelum novel ini up kembali yuk mampir kekarya teman emak


__ADS_1


__ADS_2