Mama Muda

Mama Muda
ANTONIO KECEWA


__ADS_3

David sengaja melakukan itu, karena dirinya mengetahui kalau Nyonya Canada akan tidak setuju dengan apa yang dilakukan David. Padahal David sudah sangat mencintai Laura. David takut kalau nyonya Canada pasti tidak akan menyetujui pertunangan itu. Nyonya Canada harta adalah satu-satunya yang ia impikan. Bukan kebahagiaan David sendiri yang merupakan Putra kandungnya.


Keesokan paginya matahari Sudah terbit di ufuk timur. Terlihat wanita hamil itu masih tertidur pulas. Padahal saat ini dirinya harus segera menyelesaikan rangkaian bunga pesanan dari berbagai pelanggan Rosita Florist. Karena sebelumnya Laura sudah menerima orderan itu termasuk bunga pesanan Pak Andrian, orang tua kandung Antonio.


Pak Adrian sengaja memesan bunga itu melalui sambungan telepon seluler kepada Ibu Rosita. Berharap ia bertemu kembali bersama Laura. Entah mengapa Pak Adrian benar-benar Ingin Lebih dekat Dengan Laura. Padahal Antonio belum memberitahu kalau wanita yang menjadi mantan kekasihnya itu adalah Laura.


Pagi itu, David sudah terbangun dari tidurnya ia menatap Laura masih tertidur pulas. Merasa tidak tega membangunkan Laura. Ia pun langsung beranjak dari tempat tidur, menuju kamar mandi. Berniat untuk membersihkan diri. Karena hari ini David harus menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya di Hamdan grup.


Setelah selesai melakukan ritual mandinya, alangkah terkejutnya. Tapi tidak melihat sosok Laura di sana lagi. Ia mencari Laura dan ternyata Laura sudah berada di kamar mandi. Tepatnya yang berada di kamar yang ditempati oleh Laura, selama tinggal di rumah keluarga David.


Karena setelah David bangkit dari pembaringannya dan lansung masuk ke kamar mandi. Laura langsung terbangun, Ia berlalu ke kamar yang selama ini ia tempati. Berniat untuk membersihkan diri. Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Ia menggunakan pakaiannya yang biasa ia gunakan untuk bekerja ke Rosita Florist.


Setelah merasa sudah rapi, Ia pun keluar dari kamarnya menghampiri David yang sudah berada di ruang makan. Bersiap untuk menyantap sarapan pagi, yang sudah disediakan oleh asisten rumah tangga yang bekerja di rumah keluarga David.


David langsung menghampiri Laura, ketika melihat Laura sudah berada di ruang makan. David pun mempersilahkan Laura, agar segera menghabiskan sarapan paginya. Karena jam kerja mereka sudah hampir tiba.


"Oh ya sayang kamu hari ini kerja tidak? tanya David kepada Laura.


"Ya dong Mas....., ngapain juga Laura satu harian di rumah? yang ada Laura akan bosan." ucap Laura sambil mengembangkan senyumnya. Dengan telaten Laura pun memberikan sarapan pagi untuk David.


****


Sarapan pagi pun telah usai David dan laura pun langsung berangkat bekerja. David sengaja terlebih dahulu menghantarkan Laura sebelum dirinya berangkat ke Hamdan Group. David ingin memastikan kalau Laura tiba di tempat pekerjaannya baik-baik saja.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 10 menit, dengan menggunakan mobil mewah milik David. Mereka tiba di Rosita Florist. Terlihat Ibu Rosita sudah menunggu kehadiran Laura. Laura turun dari mobil milik David, setelah David menghentikan mobilnya di depan toko Rosita Florist.

__ADS_1


Sebelumnya Laura terlebih dahulu memberikan salam kepada David, begitu juga dengan David langsung mengecup kening laura. Lalu Laura berjalan masuk menuju Rosita florist. Sementara David langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju kantor Hamdan Group.


Ibu Rosita langsung meminta Laura agar segera merangkai bunga yang dipesan oleh Pak Adrian. Laura yang belum mengetahui kalau Pak Adrian itu adalah ayah kandung Antonio. Laura pun langsung menyelesaikan rangkaian bunga pesanan Pak Adrian.


Setelah beberapa waktu kemudian Laura menyelesaikan rangkaian bunga itu, dan memberikannya kepada Ibu Rosita. Agar Ibu Rosita memeriksanya terlebih dahulu sebelum dikirimkan kepada pemesanannya.


Setelah sudah terlihat sempurna, Ibu Rosita meminta kepada delivery order yang biasa mereka gunakan menghantarkan bunga ke kantor pengacara milik Pak Adrian. Tiba-tiba Deringan ponsel miliknya Ibu Rosita pun berdering.


Ibu Rosita melihat yang memanggil dirinya adalah salah satu kerabatnya yang memberitahu kabar Kalau sepupu Ibu Rosita meninggal dunia. Sehingga Ibu Rosita harus segera meninggalkan Rosita florist dan menitipkan toko bunga miliknya kepada Laura.


Laura selama ini bekerja di Rosita florist, sudah menunjukkan kalau kinerja Laura cukup bagus. Sehingga ibu Rosita memercayakan toko milik nya untuk dijaga oleh Laura. Laura bekerja dengan amanah. Laura sudah mulai menikmati pekerjaannya di Rosita florist.


Laura menghantarkan bunga rangkaiannya ke kantor pengacara pak Adrian. Ketika Laura sudah tiba di sana, Ia tidak menyangka kalau Laura saat itu bertemu dengan sosok yang ingin dihindari selama ini.


Ketika Laura hendak keluar dari ruang kerja Pak Adrian.


"Laura tunggu dulu! ini bayaran bunganya." ucap Pak Adrian sambil memberikan beberapa lembar Uang pecahan seratus ribu rupiah kepada laura.


" Oh ya Laura sampai lupa pak!" maaf Pak saya harus segera kembali ke kantor dan terima kasih sudah memesan bunga ke toko kami." ucap Laura sambil langsung melangkah keluar dari ruang kerja Pak Adrian.


Tetapi Antonio langsung menghentikan langkah Laura.


"Laura tunggu!" pekik Antonio membuat langkah Laura langsung terhenti sejenak


"Laura, saya ingin bicara dengan kamu." mohon Antonio kepada Laura.

__ADS_1


"Saya tidak memiliki waktu, saya sibuk." ucap Laura tanpa menoleh sedikitpun. Dan hendak langsung pergi meninggalkan ruang kerja pak Adrian. Tetapi Antonio langsung menarik tangan Laura.


"Please sss Laura!" sebentar saja. Aku ingin berbicara dengan kamu." ucap David memohon kepada Laura berharap Laura memberikan kesempatan kepada David untuk berbicara dari hati kehati.


"Maaf tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Kita sudah tidak ada hubungan apa apa lagi." ucap Laura sambil langsung melangkah keluar ruangan pak Adrian.


Antonio terus mengejar Laura. Berharap Laura berhenti. Tetapi Laura langsung menaiki motor metik yang biasa digunakan Rosita Florist jika menghantarkan bunga pesanan. Dari kejauhan pak Adrian memperhatikan interaksi keduanya. Dari interaksi keduanya, pak Adrian mengabil kesimpulan, kalau wanita yang di ceritakan Antonio adalah Laura.


Antonio gagal menghentikan langkah Laura. membuat Antonio sangat kecewa dengan sikap keras kepala yang dimiliki Laura. padahal Antonio hanya ingin memastikan kalau anak yang di dalam kandungan Laura itu, darah daging Antonio.


Antonio kembali masuk ke ruang kerja Pak Andrian. Pak Adrian menatap Antonio dengan tatapan penuh tanya.


"Dia wanita yang kamu maksud? tanya pak Adrian kepada Antonio karena Pak Adrian sudah curiga melihat interaksi keduanya. Antonio mengganggukan kepalanya pertanda tebakan Pak Adrian benar adanya.


"Apa Papa mengenalnya?


"Papa mengenalnya di Toko bunga Rosita Florist, dia bekerja di sana untuk menghidupi kehidupannya sehari-hari.


"Mengapa Dari awal kamu tidak memberitahu kalau Laura wanita yang kamu maksud? tanya Pak Adrian membuat Antonio tidak dapat menjawab pertanyaan Pak Adrian.


Antonio memilih diam, karena Antonio tidak ingin memperkeruh suasana. Ia juga memberitahu kalau saat ini Laura sudah menikah dengan lelaki lain. Hal itulah yang membuat sulit bagi Antonio untuk kembali kepada Laura. Walaupun Laura saat ini sedang mengandung darah daging Antonio.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2