
Yuli sama sekali tidak menjawab pertanyaan Zidan. Membuat Zidan semakin penasaran mengapa kekasihnya tiba tiba berubah.
Yuli memulai aktivitasnya tanpa mengindahkan Zidan berada dihadapannya.
"Sayang kamu Kenapa sih?
"Apa mas ada salah sama kamu? kalau mas ada salah, kasih tau sama mas agar mas dapat memperbaikinya.
Yuli hanya melirik Zidan dengan sekilas ia sama sekali tidak berniat untuk menjawab pertanyaan Zidan. Tiba tiba ponsel Yuli berdering dan terdengar jelas di telinga Yuli dan juga Zidan. Yuli meraih ponselnya yang ada di dalam tasnya. Ia melihat yang menghubungi dirinya tidak ada nomor kontak tertera di dalam layar ponselnya.
"Nomor siapa ini?"gumam Yuli dalam hati sembari menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon seluler tersambung kepada yang menghubungi Yuli.
"Hallo assalamualaikum?" Sapa Yuli berusaha menjawab dengan ramah.
"Waalaikumsalam Bagus ternyata kamu tidak membohongi nomor ponsel kamu."ucap pria yang berada di seberang,
"Ini siapa ya?
"Hei..... nona jangan pura-pura tidak tahu. saya pemilik mobil yang kamu tabrak tadi pagi. Jadi saya mohon kamu jangan lari dari tanggung jawab mu." ujar pria itu dari seberang.
"Anda tenang saja Tuan, Saya pasti bertanggung jawab dengan kerusakan mobil anda. Jadi jangan pernah menuduh saya lari dari tanggung jawab. Tapi yang benar saja mobil hanya lecet sedikit aja Anda meminta ganti rugi 10 juta rupiah, itu berarti Anda berniat untuk memeras saya.
Walaupun saya tidak orang kaya seperti anda. Tetapi saya mengetahui berapa nominal yang dihabiskan untuk memoles mobil Anda supaya bagus kembali. Jadi tolong jangan manfaatkan saya." ucap Yuli sambil langsung mematikan ponselnya.
Yuli sama sekali tidak menyadari kalau Zidan masih tetap berada di sana. Ketika Yuli menerima sambungan telepon seluler dari pria pemilik mobil yang ia tabrak.
"Ada apa Sayang mengapa Mas mendengar seseorang meminta ganti rugi kepada kamu?" tanya Zidan kepada Yuli.
"Tidak apa-apa!" itu urusan saya!" sahut Yuli dengan ketus sambil kembali duduk di kursi kerjanya.
__ADS_1
"Kamu kenapa sih kok tiba-tiba berubah?
"Sudah saya katakan Saya tidak apa-apa Tuan Zidan yang terhormat jadi tolong jangan ganggu saya. Saya ingin berkonsentrasi bekerja."ucap Yuli sembari menatap Zidan dengan tatapan tajam.
"Saya tidak akan pergi dari sini sebelum kamu menjelaskan apa sebenarnya terjadi sehingga kamu berubah seperti ini."
Yuli sama sekali tidak menjawab ia langsung mengerjakan pekerjaannya yang tertunda semalam.
"Ya sudah kalau anda tidak pergi dari hadapan saya. supaya saya saja yang keluar dari sini." ucap Yuli sambil bangkit dari tempat duduknya. Zidan mengalah, akhirnya Zidan masuk ke ruangannya yang letaknya tidak jauh dari ruang Yuli. Tetapi Zidan tetap memperhatikan Yuli dari ruangannya.
Suara ponsel milik Yuli kembali berdering ia melihat nomor yang sama yang menghubunginya.
"Ada apa lagi?
"Saya sudah ada di depan kantor kamu. Jadi kamu tidak boleh mengelak lagi." ucap pria itu kepada Yuli.
Setelah tiba di depan ruang kerja Yuli.
"Silahkan kamu ganti rugi kerusakan mobil saya ini." ucap pria itu sembari memberikan kwitansi ke tangan Yuli saat itu. Yuli melihat nominal yang ada di dalam kwitansi. Alangkah terkejutnya Yuli ketika melihat nominal yang tertulis di kuitansi itu sebesar 8 juta Rupiah bagai petir di siang bolong melihat jumlah nominal yang tertera di dalam kwitansi.
"Kok banyak banget? hanya lecet sedikit pasti kamu manipulasi kwitansi ini bukan?tuduh Yuli kepada pria itu. Membuat Andika semakin kesal
"Enak saja kamu mengatakan saya berbohong, Kalau kamu tidak percaya silahkan datangi bengkelnya dan tanyakan kepada mereka biaya kerusakan mobil saya akibat Anda lalai dalam mengendarai motor milik anda." ucap Andika dengan lantang.
"Maaf Mas tetapi saya tidak memiliki uang sebanyak itu.
"Kamu bekerja di kantor besar ini. Tetapi kamu tidak memiliki uang hanya sebesar delapan juta rupiah saja. Saya sama sekali tidak percaya kepada kamu." ucap Andika kepada Yuli membuat Yuli semakin kesal hari itu.
Tanpa Yuli sadari, Zidan memperhatikan interaksi antara Andika dengan Yuli berdebat akibat ganti rugi yang akan dibayar oleh Yuli terhadap kerusakan mobil Andika.
__ADS_1
"Ada apa ini tuan?" Tanya Zidan tiba-tiba menghampiri Andika dan Yuli di sana.
"Oh anda bosnya?
"Bagus kalau begitu, karyawan anda mengendarai motor tidak berhati-hati sehingga karyawan anda menabrak mobil saya dari belakang.
Mobil saya mengalami kerusakan jadi saya hanya ingin meminta ganti rugi atas kerusakan mobil saya." sahut Andika dengan santai.
"Memangnya berapa kami harus mengganti rugi kerusakan mobil Anda tuan?" tanya Zidan kepada Andika.
Saya sudah memberikan kwitansinya kepada nona ini tadi. Jadi lebih baik anda sekarang bertanya kepada karyawan Anda.
Zidan meraih kwitansi yang ada di tangan Yuli, tetapi Yuli langsung menariknya kembali.
"Maaf ini bukan urusan anda. Ini urusan saya dengan Dia." ucap Yuli sambil langsung menarik tangan Andika keluar dari ruangannya.
Setelah berad di luar, Yuli memohon kepada Andika untuk memberikan keringanan kepadanya. Ia meminta kepada Andika agar Yuli membayarnya dengan cara menyicil. Ia tidak ingin merepotkan Zidan.
"Kalau begitu, kamu bisa membayarnya dengan menyicil. Tapi kamu harus komitmen." ucap Andika kepada Yuli. Andika meninggalkan kantor Dirgantara setah Yuli dan Andika sepakat kalau Yuli membayar kerusakan mobilnya dengan cara menyicil.
Zidan memperhatikan interaksi Yuli dengan Andika dari kejauhan. Ia tidak ingin membuat Yuli semakin kesal kepadanya . Sehingga Zidan memilih untuk tidak ikut campur dengan urusan Yuli dengan Andika.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya. jangan lupa like coment vote dan hadiahnya ya.
sambil menunggu karya ini up , yuk mampir ke karya teman emak.
__ADS_1