Mama Muda

Mama Muda
AJUKAN BANDING


__ADS_3

Ditempat lain, Bu Maria dan Riska berteriak teriak minta tolong agar segera di bebaskan dari penjara.


"Saya tidak salah.....saya tidak salah.....keluarkan saya dari sini." teriak Riska meminta dibebaskan dari penjara. Hingga pihak kepolisian merasa tidak nyaman dengan suara Riska yang sedari tadi berteriak teriak meminta dikeluarkan dari kurungan penjara.


"Kamu bisa diam ngak sih?"


"Berisik tau." bentak sipil yang bertugas menjaga lapas tempat Riska dan Bu Maria menjalani hukuman.


"Pak tolong keluarkan Saya dari sini saya tidak pernah salah semua ini karena kesalahan mama dan om Robert. ucap Riska berharap dirinya dapat dibebaskan oleh pihak kepolisian atas tuduhan perencanaan pembunuhan pak Alberto.


"Tolong jangan berisik Jika kamu tidak ingin mendapatkan hukuman tambahan.


"Tapi saya tidak bersalah Pak?" tolong keluarkan Saya dari tempat ini, saya tidak mau tinggal di sini." ucap Riska sembari berteriak-teriak minta tolong kepada pihak kepolisian dan juga sipil yang bertugas menjaga lapas tempat Riska dihukum.


Maya berniat untuk mengunjungi Bu Maria ke rumah sakit ia ingin sekali bertanya kepada Ibu Maria Mengapa Bu Maria memiliki rencana jahat terhadap pak Alberto yang merupakan ayah kandung dari Maya.


"Sayang apa kamu tidak ingin melihat ibu tiri kamu bagaimana dipenjara?


"Maksud kamu apa Mas?


"Kamu tidak berniat untuk menjenguk atau membusuk Bu Maria dan juga Riska di penjara?


"Tidak!" untuk apa?" Maya buang-buang waktu pergi ke sana karena mereka juga tidak tahu apa itu artinya keluarga dan juga sahabat. ucap Maya kepada Surya.


Surya tidak dapat berkata apa apa karena Surya tidak ingin memaksakan kehendaknya kepada Maya.


"Kita kerumah papa ya!"


"Ia mas Maya juga sudah sangat merindukan papa."


"Kamu serius?"


"Iya mas!"


"Kita bawa Bintang ya?"

__ADS_1


"Tidak perlu mas!" Maya takut rasa benci Maya ke papa akan timbul lagi jika membawa bintang kesana, jadi Maya rasa kita tidak perlu membawa Bintang." ucap Maya kepda Surya. Padahal niat Surya ingin mempersatukan Maya, Bintang kepda pak Alberto. Karena Surya tidak ingin Maya terus membenci ayah kandungnya sendiri. Ia ingin hubungan Maya, Bintang dan Pak Alberto membaik.


"Begini sayang!" tidak bagus menyimpan dendam, apalagi kepda ayah kandung sendiri. Itu tidak bagus. Jadi mas berharap kamu mempertimbangkan apa yang menjadi keputusan kamu mempertemukan Bintang dengan papa. Karna Bagaimana pun Bintang itu cucu papa. Darah daging dari putrinya sendiri yaitu kamu.


"Sayang......!" apa kamu tidak kasihan melihat keadaan papa sekarang ? yang hidup hanya sendiri?. Itu sudah satu hukuman dari Allah karna Papa sudah melakukan kesalahan kepda kamu dan Bintang. Apalagi istrinya sendiri berniat untuk membunuh dia.


"Apa itu belum cukup, Hukuman yang diberikan Alloh kepda papa?"


"Jadi tolong pertimbangkan sayang!" Mas tidak memaksa. Tetapi mas hanya kasihan melihat papa yang sudah sangat menyesali perbuatannya pada saat itu. Karna hasutan dari Bu Maria dan juga Riska.


Maya hanya diam. Maya tidak.memkawab apa apa, Ia menghela napas panjang. Ia berpikir apa yang dikatakan oleh Surya benar adanya.


"Ya sudah mas!" Hati Maya akan mencoba berdamai dengan keadaan,Seperti yang mas katakan. Lagian ini tidak sepenuhnya kesalahan papa." ucap Maya sambil menatap Surya dengan tatapan penuh arti. Karna.maya sangat bersyukur memiliki calon suami seperti Surya yang sangat menyayangi Maya dan.juga keluarganya.


"Trimakasih banyak mas!" mas sudah mengingatkan Maya. Jujur Maya merasa beruntung memiliki mas. Karna mas sangat mengerti dengan kondisi Maya sekarang. untuk itu Maya minta maaf atas kesalahan Maya menilai mas selama ini. Mas selalu sabar menghadapi Maya yang bawel ini." ucap Maya.


Surya langsung meraih tubuh Maya kepelukannya.


"Mas sangat mencintai kamu sayang, apa adanya. Bagaiman pun kamu dan apapun keputusan kamu, Mas hanya mendukung. Cuma mas hanya mengingatkan jika kamu salah." ucap Surya sambil mengecup kening Maya.


Maya mengebangkan senyumnya. Ia tidak menyangka Alloh memberikan dirinya malaikat penolong dan juga calon suami sebaik Surya.


Tiba tiba suara deringan ponsel Surya berdering. Ia melihat dilayar ponselnya yang menghubungi dirinya adalah Zidan.


"Siapa Mas?


"Zidan menghubungi mas, entah apa yang dibicarakannya.


"Ya sudah angkat dulu siapa tau penting mas."ucap Maya kepada Surya.


Surya menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Zidan.


" Ya!" katakan ada sesuatu berita penting?"


"Sabar dulu dong Bro!" tidak sabaran banget sih."ucap Zidan.

__ADS_1


"Dokter Robert mengajukan banding."


"Apa dokter Robert mengajukan banding?"


"Tidak tau malu bangat itu Dokter pembunuh"


"Jangan berikan kesempatan kepada mereka dan kumpulkan bukti-bukti yang memberatkan mereka. Aku ingin mereka menerima hukuman setimpal dengan apa yang mereka lakukan kepada Pak Alberto dan juga Maya.


"Apapun ceritanya Bu Maria dan dokter Robert harus dihukum seberat-beratnya. Apalagi dokter Robert sudah melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak bisa diampuni.


"Perintah Bos akan saya laksanakan ucap Zidan sambil terkekeh.


"Kamu jangan tertawa Ini serius!" aku tidak ingin Kalau dokter Robert bebas dari tuduhan pembunuhan atas janin-janin yang tidak berdosa.


"Okey bro!" saya akan menjalankan tugas dan tanggung jawab dari kamu, dan aku tidak akan mengecewakan sahabatku seperti kamu ucap Zidan kepada Surya.


Setelah Surya memastikan kepada Zidan agar dokter Robert, Bu Maria dihukum seberat-beratnya. Surya memutuskan sambungan telepon selulernya kepada Zidan Kemudian kembali menghampiri Maya yang sedari tadi hanya mematung Mendengar pembicaraan Zidan dan juga Surya.


"Ada apa mas?


"Dokter Robert mengajukan banding."


"Dokter Robert mengajukan banding?untuk apa dia melakukan itu Karena dia sudah memang benar-benar bersalah?"


"Entahlah mungkin dia merasa tidak bersalah membunuh janin-janin yang tidak berdosa.


"Lakukan yang terbaik Mas, Maya tidak ingin ada dokter dokter lain seperti dokter Robert. ucap Maya kepada Surya. Berharap Surya melakukan apa yang diminta oleh Maya.


"Kamu tenang saja sayang!" semua ini sudah diatur kuasa hukum mas dan juga Zidan.


"Maya berharap mereka benar-benar dihukum seberat-beratnya Sesuai dengan apa yang mereka lakukan selama ini kepada Maya, papa dan juga janin-janin yang tidak berdosa. Maya juga tahu bahwa dulu Bu Maria lah yang membuat Ibu Maya meninggal seperti yang direncanakannya kepada papa.


"Apakah kamu yakin hal itu?


"Iya Mas!" Maya lihat sendiri kalau Bu Maria pernah menaburkan sesuatu kepada makanan mama. Tetapi karena pada saat itu Maya masih kecil, sehingga Maya tidak berani untuk mengatakan itu kepada papa dan juga ibu.

__ADS_1


Bersambung.......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2