
Jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang. Tetapi pasangan suami istri itu belum terbangun juga dari tidurnya. Zidan berniat untuk mengajak sang Bos makan siang.Ketika Zidan mengetuk pintu ruangan Surya, tak kunjung ada jawaban. Sehingga ia pun penasaran ke mana sang Bos pergi.
Zidan menghubungi nomor ponsel Surya. ketika dirinya menghubungi nomor ponsel Surya, Ia mendengar deringan ponsel berasal dari ruangan sang Bos. Tetapi tak kunjung diangkat. Membuat Zidan semakin penasaran. Ia takut terjadi sesuatu kepada Surya.
Kedua kalinya Zidan menghubungi nomor ponsel Surya, Surya pun mengangkat sambungan telepon selulernya. Karena tidurnya sudah terusik mendengar suara ponselnya yang sudah bolak-balik berdering. Ia menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya setelah melihat nama Zidan yang tertera memanggilnya.
"Ada apa kamu menghubungiku?" kamu mengganggu saja," Tidak senang melihat orang senang."gerutu Surya. Hal itu membuat Zidan sedikit kesal kepada bos sekaligus sahabatnya.
"Bos apa-apaan sih, gue mau ngajak makan siang nih soalnya ini sudah saatnya makan siang. Memangnya lo mau biarin Istri lo kelaparan melewatkan makan siang karena otak mesum lo itu?" ucap Zidan. Karena Ia sudah mengetahui apa yang dilakukan Surya berada di ruangannya. Yaitu tepatnya di ruang istirahat Surya.
Surya melirik jam yang ada di pergelangan tangannya. Alangkah terkejutnya Surya melihat Jam sudah menunjukkan. Pukul jam satu siang.
"Pantas perutku sudah mulai keroncongan." gumam Surya dalam hati
"Jangan lama-lama mainnya, nanti kakak ipar kelelahan. Ngak kasihan apa melihat kakak ipar sedang hamil." gerutu Zidan yang mampu membuat Surya membulatkan matanya.
"Jangan sok tahu kamu, tahu apa lo tentang apa yang kami lakukan? ini urusan yang menikah. Memangnya lo sudah pernah menikah? hardik Surya membuat Zidan sangat kesal mendengar jawaban dari Surya.
"Dasar Bos tidak ada akhlak, mau ikut makan siang apa tidak nih!"
"Istri gue masih tertidur. Tidak mungkin gue bangunin gara-gara ngikutin Lo makan siang.
"Ya sudah terserah tahankan saja kelaparan di situ."
"Dasar kamu, pokoknya gue tidak mau tahu lo harus tunggu gue jangan sampai lo pergi makan siang bersama Yuli, tanpa adanya kami. kalau tidak Gue potong gaji lo 50%." ancam Surya kepada Zidan
"Kejam banget sih Lo Bos, Ya sudah deh gua tunggu daripada Lo potong gaji gue 50%, tidak ada modal nikah nanti."
"Memangnya ada wanita yang mau sama lo!"
__ADS_1
"Ya pasti adalah."
"Kekasih aja lo tidak punya, gimana Lo mau nikah."
"Tenang aja bos, ini lagi pendekatan."
"Terserah lo deh, siap-siap aja lo sakit hati. Tapi syukur deh kamu sudah move on dari wanita tidak tahu diuntung itu."ucap Surya sembari langsung matikan sambungan telepon selulernya.
"Ih main matiin aja!" Gerutu Zidan. Kemudian Zidan kembali ke ruangannya. Ia melihat Yuli yang sedang sibuk mengerjakan pekerjaan yang diberikan Zidan kepadanya.
"Yul kita makan siang yuk!" ajak Zidan kepada Yuli.
"Tapi Maya belum datang menghampiriku. soalnya tadi pagi kami janjian untuk makan siang bareng. Tidak enak harus meninggalkan dia karena janji itu adalah hutang bagiku.
"Kalau sudah berjanji, kan tidak enak ingkar janji. Bagaimana jika suatu waktu kita sudah janjian kepada teman, ternyata teman kita itu ingkar janji kepada kita. Pasti perasaan kita itu tidak enak bukan?" ucap Yuli kepada Zidan
Tiba-tiba sambungan telepon seluler Zidan pun berdering dia melihat surya yang menghubunginya.
"Ada apa lagi nih Bos? apa sudah puas membuatku kelaparan? ucap Zidan dengan kesal. Sementara Surya langsung tertawa ngakak mendengar jawaban dari sang asisten.
"Memangnya lo beneran sudah kelaparan?
"Ya iya lah!" lo tidak lihat jam sudah hampir jam 2 siang?
"Ya sudah daripada lo nangis Ayo kita makan siang. Istri gue juga sudah lapar katanya."ucap Surya membuat Zidan semakin kesal kepada Surya.
"Awas loh suatu saat gue kerjain emang perut istri lo aja yang Lo pikirin !"umpat Zidan
"Yul Ayo kita makan siang, sepertinya Maya sudah bangun dari tidurnya. Makanya Pak Bos sudah menghubungiku untuk pergi makan siang.
__ADS_1
Yuli langsung beranjak dari tempat duduknya. Sejujurnya, Yuli juga sudah sangat lapar apalagi jam sudah menunjukkan jam makan siang seharusnya sudah lewat. Tetapi karena menunggu sang Bos membuat mereka harus menahan rasa laparnya.
Ketika Yuli dan Zidan berjalan berbarengan, Surya sudah keluar dari ruangannya bersama Maya.
"Kita mau makan di mana?
"Terserah lo deh! lo mah bos kan suka-suka hati. Nanti gue bilang ke sini lo ancam gaji gue lo potong."ucap jidan dengan wajah yang tidak bersahabat.
Sementara Surya langsung tertawa ngakak. Ia merasa geli melihat wajah sahabatnya itu ditekuk.
"Sudah wajahnya tidak perlu seperti itu makin jelek tahu."ucap Surya kepada Zidan mampu membuat Zidan semakin kesal kepadapnya.
Ia pun berjalan menuju parkiran kantor tanpa memperdulikan langkah Surya Maya dan juga Yuli.
"Mas jangan seperti itu dong, kasihan Zidan Dia mungkin sudah lapar tapi mas tidak memperbolehkannya makan terlebih dahulu."ucap Maya kepada suaminya dengan lemah lembut.
"Tidak apa-apa sayang, Mas hanya iseng kok sama Zidan. Lagian siapa juga yang ingin memotong gajinya 50%. Mas juga masih punya hati Sayang."ucap Surya sembari mengelus tangan lembut istrinya.
"Tapi Mas sepertinya Zidan sudah terlanjur kesal kepada mas.
"Sudah kamu tenang saja, Paling sebentar lagi juga dia akan baik-baik saja. Mas sudah kenal banget dengan Zidan, Jadi jangan terlalu khawatir Sayang." Ucap Surya sembari mengembangkan senyumnya.
Bersambung......
sambil menunggu novel ini up lagi Yuk mampir ke karya baru emak."Terjerat cinta duda arogant"
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih
__ADS_1