Mama Muda

Mama Muda
SIAPA KAMU?


__ADS_3

Setelah makanan sudah tertata rapi di atas meja makan, Aira dan Maya pun menghampiri Washington dan juga surya yang duduk sambil bercerita di ruang tamu. Meminta kepada Kedua lelaki itu agar segera mengikuti mereka duduk di ruang makan untuk menikmati hidangan yang sudah mereka sediakan sebelumnya.


Wah Sepertinya enak sekali masakannya." pekik Surya Dirgantara dan Washington yang baru duduk di kursi sembari menatap menu makanan yang sudah tersedia di atas meja makan. Kedua wanita yang spesial di hati surya dan Washington itu pun mengembangkan senyumnya mendapat pujian dari lelaki yang mereka cinta.


"Menu makanan ini resepnya dari Aira loh, sepertinya ini masakan khas Manado. Tadi Maya sempat mencicipinya. Rasanya gurih dan maknyus." puji Maya memberitahu kepada kedua lelaki yang ada di hadapannya kalau menu makanan yang mereka hidangkan merupakan resep dari Aira.


"Wah jadi semakin lapar nih!"pekik Surya dan Washington sambil mengembangkan senyumnya. Maya dan Aira pun langsung menyediakan menu makanan ke piring Washington dan juga Surya. Washington dan Surya langsung menyantap menu makanan yang sudah dihidangkan Maya dan Aira.


"Wow rasanya enak banget, sepertinya saya bakalan nambah nih." ucap Surya sambil langsung menyantap makanan yang ada di dalam piring. Washington begitu bahagia ketika Surya Dirgantara memuji masakan istrinya sendiri.


Itu berarti bukan hanya Washington yang merasakan kalau masakan istrinya memang benar-benar lezat. Maya yang notabennya dulunya pernah membuka rumah makan bersama ibu Nurhayati, tidak kalah pintar dari Aira memanjakan lidah Surya Dirgantara. dengan menu makanan yang dimasak Maya sehari-hari untuk suaminya. Pujian dilontarkan Kedua lelaki itu kepada Maya dan Aira yang memuji masakan mereka benar-benar memanjakan lidah mereka.


Tidak menunggu lama surya dan Washington menghabiskan menu makanan yang ada di dalam piring mereka. "Menikmati masakan istri memang benar-benar membuat kehidupan kita semakin berwarna."ucap Washington sambil melihat ke arah Aira Yang sedang membereskan piring bekas makanan mereka.


Asisten rumah tangga datang membantu Aira dan Maya untuk membereskan meja dan piring bekas makanan mereka. Washington dan Surya pun berlalu dari sana agar asisten rumah tangga lebih leluasa membereskan meja dan ruang makan.


****


Di tempat lain, terlihat Laura sedang berjalan pulang. Karena sudah sekitar 30 menit Laura menunggu David. Tetapi David tak kunjung datang menjemputnya. Sehingga Laura memutuskan untuk berjalan pulang ke rumah. Laura lebih memilih berjalan pulang daripada menggunakan ojek online. Karena ia ingin proses persalinannya kelak akan berjalan dengan lancar.


Tiba-tiba seseorang datang menghampiri Laura. Ia sama sekali tidak mengenali lelaki yang datang menghampirinya.


"Kamu Laura bukan? tanya lelaki yang datang menghampiri Laura. Laura menatap lelaki itu dengan tatapan penuh tanya.


"Kamu siapa? Kenapa kamu mengenali saya? tanya Laura kepada lelaki yang menghampirinya.

__ADS_1


"Ikut saja denganku Ada yang ingin aku tunjukkan kepadamu.


"Maaf saya tidak bisa ikut dengan anda, saya harus segera pulang ke rumah hari sudah semakin sore." ucap Laura sembari terus berjalan meninggalkan lelaki yang baru saja menghampirinya.


"Tapi ini sangat penting untuk kamu. Jika kamu tidak ikut denganku kamu pasti akan menyesal.


"Maksud kamu?


"Ikutlah denganku, kamu pasti akan tahu maksudku memintamu mengikutiku." ucap pria asing itu membuat Laura mengerutkan keningnya , Laura semakin bingung dan menatap lelaki itu dengan tatapan penuh tanya. Tetapi Laura juga penasaran Mengapa lelaki itu ngotot agar Laura mengikutinya.


Laura berjalan mengikuti pria asing yang menghampirinya.


"Kamu membawa aku ke mana? Mengapa kamu memaksaku mengikutimu? Laura kembali bertanya.


"Jangan banyak bertanya, Kamu ikut saja. Jika kamu tidak ikut pasti kamu akan menyesal nantinya. Kemudian pria asing itu pun terus berjalan menelusuri trotoar sampai sekitar kurang lebih 500 meter jaraknya dari Rosita florist, lelaki itu pun menghentikan langkahnya.


"Kenapa kamu mengajakku ke sini? dan tempat apa ini?


" Ssssst pria asing itu memberi kode kepada Laura agar tidak mengeluarkan suaranya.


Ketika Laura dan pria asing itu sudah tiba di ruangan yang Terlihat sudah lama tidak berpenghuni, alangkah terkejutnya Laura melihat David di sana sedang disekap. Tangan dan kakinya diikat, mulutnya ditutup dengan perban hitam. Membuat David tidak bisa mengeluarkan suaranya untuk meminta bantuan kepada seseorang.


"Mas David?" gumam Laura sambil menutup mulutnya karena pria asing itu meminta kepada Laura agar tidak mengeluarkan suaranya. Berharap agar orang yang menyekap David tidak menyadari kehadiran mereka di sana. Laura meneteskan air matanya melihat kondisi David yang tak berdaya dengan tangan dan kaki terikat.


Laura langsung meraih ponselnya yang ada di tas sandang miliknya Ia pun mengirimkan pesan kepada Surya Dirgantara, Zidan dan juga Washington memberitahu kalau David saat ini membutuhkan bantuan mereka. David sudah tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Entah apa yang sudah dilakukan orang yang menyekap David. Sehingga David tidak sadarkan diri.


"Dari mana kamu mengenalku? Mengapa kamu berbaik hati untuk membantu Mas David?


"Ceritanya panjang, nanti akan aku jelaskan. Sekarang yang kita pikirkan bagaimana kita mengalihkan perhatian yang menjaga David saat ini, agar kita dapat mengeluarkan David dari sana dan membawanya ke rumah sakit. Aku yakin mereka tidak hanya berempat saja. aku yakin ada dalang di balik ini semua."ucap pria asing itu yang sama sekali tidak dikenal Laura.


Tetapi Laura bingung Mengapa Lelaki itu membantu Laura dan juga David.


Laura dan pria asing itu tetap memantau kondisi David saat ini. Sampai Surya Dirgantara dan Washington datang menghampiri mereka.


Karena sebelumnya Laura sudah mengirimkan lokasi kepada Washington dan Surya. Surya Dirgantara dan Washington tidak datang hanya berdua saja. Justru mereka datang membawa beberapa anak buah mereka hingga dengan gerak cepat Surya memerintahkan anak buahnya agar segera menyelamatkan David dari gedung yang sudah lama tidak berpenghuni.


Pria asing itu merasa heran melihat ada seseorang yang memberikan bantuan kepada David. Sehingga pria asing itu pun langsung bertanya kepada Laura." Siapa Mereka? tanya pria asing itu kepada Laura. Mereka sepupu Mas David. Maaf sebelumnya saya yang mengirimkan pesan whatsapp kepada mereka untuk meminta bantuan kepada mereka." ucap Laura kepada pria asing itu.


Mengapa kamu harus meminta maaf justru kamu sangat bijak langsung meminta bantuan kepada orang yang tepat. Jujur Jika hanya saya yang melawan mereka pasti saya tidak akan mampu melawan mereka. dan tidak mungkin juga kamu yang melawan mereka dengan perut buncit seperti ini bukan?


Saya meminta kamu agar terus tidak bersuara, tetapi kita dapat memantau apa yang mereka lakukan kepada David." ucap pria asing itu sembari mengembangkan senyumnya.


Setelah anak buah Surya Dirgantara berhasil melumpuhkan orang yang menyekap David di gedung tua itu, mereka pun langsung membawa David ke rumah sakit Dirgantara. Laura menangis sesungguhkan melihat kondisi David saat ini begitu mengkhawatirkan.


Tubuh David saat ini sangat lemah. Badannya penuh dengan memar dari sudut bibirnya keluar darah segar, itu berarti sebelum David disekap pasti terjadi baku hantam di antara mereka. Sehingga David mengalami luka lebam lebam ditubuh di wajahnya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


sambil menunggu novel ini up yuk mampir ke karyaku yang lain



__ADS_2