
"Sudah tidak perlu pakai baju, Betapa bahagianya Mas, Jika Mas pulang dari kantor menemukan kamu berpose seperti ini." ucap Washington sembari terus berkelana di bagian tubuh Aira. Aira sedikit kewalahan karena mendapat serangan mendadak dari suaminya.
"Mas lebih baik Mandi dulu deh, bau asam soalnya mas belum mandi." ucap Aira sambil menutup hidungnya. Padahal itu hanya alasan Aira saja agar terlepas dari pelukan suaminya.
"Boleh!" tapi kamu harus mandikan mas." ucap washington Sambil Manarik tangan Aira masuk ke kamar mandi.
"Mas Aira sudah mandi Loh."
"Pokoknya mas tidak mau tau, kamu harus temani mas mandi titik." ucap Washington tidak ingin di bantah istrinya.
Aira menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya layaknya anak bocah yang meminta dimandikan oleh maminya sendiri.
Aira akhirnya mengalah menuruti permintaan suaminya. Ia juga tidak ingin mengecewakan Washington sang suami yang sangat ia cintai dan rindukan selama ini. Ketika Washington sudah berada di dalam kamar mandi bersama Aira, terlihat Washington langsung melepas seluruh pakaiannya agar dirinya dapat melakukan ritual mandinya.
Pemandangan seperti itu sudah biasa dilihat oleh Aira yang merupakan istri Washington sendiri. Tetapi untuk kali ini perbedaannya mereka sama-sama berada di kamar mandi padahal Aira saat itu sudah selesai melakukan ritual mandinya.
Washington bukan langsung mandi. Ia justru langsung meraih tubuh istrinya masuk ke dalam bathub yang ada di dalam kamar mandi. Mas Aira sudah mandi sudah berapa kali Aira katakan." ucap Aira kepada Washington.
Tetapi Washington seolah tuli tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Aira kepadanya. Justru ia langsung memainkan gunung kembar memiliki Aira yang sudah terekspos jelas di mata Washington. Karena Washington sudah menarik handuk yang dililitkan di tubuh Aira semenjak Aira menyelesaikan ritual mandinya.
__ADS_1
Perlahan Aira semakin menikmati permainan yang dilakukan Washington terhadapnya. Washington sesekali mengecup gunung kembar milik Aira membuat Aira semakin mende$@h dan tidak dapat menahan hasratnya. Ia benar-benar merasakan sensasi yang sangat luar biasa dari gerakan yang dilakukan Washington kepadanya.
Lelaki yang mampu membuat Aira melupakan seorang David, lelaki yang dulu ia cintai. Tetapi untuk saat ini Aira benar-benar mendebatkan hatinya kepada suaminya Washington yang setia menemani hari-harinya.
Baru pertama kali pasangan suami istri ini melakukan permainan panas di kamar mandi. Hal itu merupakan sesuatu yang baru bagi Aira. sungguh permainan yang sangat luar biasa menurut Aira. Karena selama ini dirinya melakukan hanya di atas ranjang ataupun di sofa. Untuk kali ini pasangan suami istri itu melakukan adegan suami istri berada di dalam kamar mandi. Membuat Aira benar-benar merasakan perbedaan yang begitu nikmat baginya.
Di tempat lain Zidan telah usai menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai wakil Surya Dirgantara di perusahaan Dirgantara group. Ia selalu membawa berkas jika pekerjaannya tidak selesai dari kantor. Yuli awalnya memahami itu semua. Karena Yuli juga bekerja di kantor yang sama dengan suaminya.
"Mas sampai kapan sih kamu selalu membawa pekerjaan kantor ke rumah? tanya Yuli yang merasa risih melihat suaminya selalu membawa pekerjaan kantor ke rumah. seolah Zidan tidak memiliki waktu bercanda gurau dengan Yuli. Awalnya Yuli sangat memahami itu semua. Tetapi rasa bosan Yuli seakan membuat Yuli ingin mengatakan apa yang ada di dalam hati kecilnya kepada Zidan.
"Memangnya kenapa Sayang? Biasanya juga kamu tidak pernah komplain jika Mas membawa pekerjaan kantor ke rumah." ucap Zidan sambil menatap istrinya dengan tatapan tanya.
Yuli langsung berlalu dari hadapan Zidan tanpa mengungkapkan sepatah kata pun ketika Zidan bertanya kepada Yuli. Membuat Zidan semakin penasaran dengan sikap istrinya yang sedikit berbeda dari biasanya. Yuli meninggalkan Zidan begitu saja ke ke kamar.
Tanpa mengeluarkan suara sedikitpun pergi berlalu dari hadapan Zidan . Tidak seperti biasanya Yuli bersifat seperti itu. Membuat Zidan merasa tidak enak hati. Ia pun langsung menutup laptop miliknya dan berlalu mengejar Yuli masuk ke kamar.
"Ada apa Sayang mengapa kamu tiba-tiba seperti ini? coba katakan kepada Mas." ucap Zidan kepada Yuli yang belum paham dengan sikap Yuli saat ini. Sebenarnya Yuli juga benar-benar ingin diperhatikan oleh Zidan tetapi Zidan tidak paham akan Hal itu membuat Yuli semakin kesal terhadap suaminya. Padahal mereka sebenarnya masih tergolong pasangan pengantin baru.
Yuli sama sekali tidak menjawab pertanyaan Zidan. Justru ia langsung membaringkan tubuhnya dan membelakangi Zidan begitu saja. "Sayang jangan seperti ini dong kalau kamu mendiamkan Mas, Mas jadi tidak konsentrasi bekerja." ucap Zidan membuat Yuli semakin kesal kepada suaminya.
__ADS_1
"Tidak perlu Berbicara kepadaku bekerjalah di kantor dan di rumah tanpa peduli dengan rumah tangga ini." ucap Yuli sembari terisak. tetapi Yuli sama sekali tidak melihat ke arah Zidan Ia terus membelakangi tubuh Zidan tetapi dari suara Yuli Zidan mengetahui kalau saat ini Yuli sedang menangis.
Zidan langsung meraih tubuh Yuli kepelukannya. "Ada apa Sayang mengapa kamu tiba-tiba bersifat seperti ini Apa ada yang salah dengan kata-kata mas? tanya Zidan.
"Bisa nggak sih mas memberikan waktu sedikit saja untuk Yuli. Mas menganggap Yuli ini apa?Yuli seolah tidak ada artinya bagi Mas. Yang paling penting bagi mas hanya bekerja, bekerja dan bekerja terus tanpa peduli dengan istri mas sendiri."ucap Yuli sambil menangis sesunggukan. Hal itu membuat Zidan merasa bersalah kepada Yuli yang kurang memperhatikan Yuli selama ini.
Yuli menghempaskan pelukan suaminya dan beranjak dari kamar berlalu meninggalkan Zidan di sana. Ia keluar berniat untuk menghirup udara segar di balkon. Tempat ia menghabiskan waktu jika Yuli belum bisa tidur karena menunggu suaminya menyelesaikan pekerjaannya di kantor maupun di rumah.
Zidan kembali menghampiri Yuli. Ia tidak ingin permasalahan rumah tangganya berlarut-larut. Zidan meminta maaf kepada Yuli dan mengatakan alasannya selalu membawa pekerjaan dari kantor ke rumah. Karena Surya saat ini sedang menangani perusahaan Alberto group, dan perusahaan Dirgantara dipercayakan oleh Surya kepadanya untuk sementara waktu.
Hal itulah yang membuat waktu Zidan semakin tersita. Karena tugas dan tanggung jawabnya yang biasa dikerjakan oleh Surya Dirgantara ia ambil alih Zidan sendiri. Tetapi Apapun alasannya wanita pasti butuh kasih sayang dan perhatian dari suaminya. Wanita tidak hanya butuh materi yang diberikan suami.
Zidane bersujud di kaki Yuli memohon maaf kepada istrinya. Karena Zidan memang benar-benar merasa bersalah telah mengabaikan Yuli selama ini. Karena perhatian Zidan akhir-akhir ini terpusat ke pekerjaan kantor. Tanpa ia sadari dengan secara tidak langsung Zidan sudah mengabaikan Yuli. Padahal pernikahan mereka masih seumur jagung.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
mampir juga ke karya emak yang lain
__ADS_1