Mama Muda

Mama Muda
USAHA BARU AIRA


__ADS_3

Asal kamu tahu!" saya Zidan Baskoro, belum pernah menikah sama sekali. Kamu mau perlu bukti? ini KTP Saya." ucap Zidan sembari langsung memberikan ktp-nya kepada Yuli. Kok sampai segitunya sih? ucap Yuli.


"Agar kamu percaya."


"Ya sudah kalau Begitu, apa yang harus saya kerjakan sekarang.Karna Yuli tidak mau mendapat gaji buta.


Lalu Zidan memberikan pekerjaan yang sepatutnya dikerjakan oleh Yuli. Tampak Yuli dengan cekatan mengerjakan pekerjaan yang diberikan oleh Zidan kepadanya. Ia terlihat sudah biasa mengerjakan laporan seperti yang diberikan oleh Zidan. Yuli memang belum melupakan apa yang ia pelajari saat di kampus.


Setelah Yuli mengerjakan pekerjaan yang diberikan Zidan, Ia pun kembali menyerahkannya kepada zidan untuk diperiksa terlebih dahulu.


"lumayan, sepertinya Kamu berbakat. Saya suka kerja kamu, Saya yakin Bos utama akan setuju untuk mempekerjakan kamu di kantor. "


"Terima kasih Pak , mudah-mudahan Presdir menyukai pekerjaan saya dan dia benar-benar menerima saya bekerja di sini.


"Kamu memang sudah diterima bekerja di sini Tetapi kamu harus lebih banyak lagi untuk belajar. dan jangan segan-segan untuk bertanya jika tidak kamu ketahui.


" Baik pagi dan sahut sambil mengembangkan senyumnya.


Kemudian Sore harinya Yuli pun berpamitan untuk pulang. Tetapi zidan langsung menghentikan langkahnya.


"Kamu naik apa Yul?


"Maaf Pak saya bawa motor Butut saya, kalau naik angkutan umum ongkosnya mahal.

__ADS_1


jadi lebih baik, saya bawa motor minyak sepuluh ribu sudah bisa untuk beberapa hari, jika hanya digunakan pulang pergi bekerja.


Zidan menganggukkan kepalanya. Ia mengamati Yuli wanita yang sangat unik menurutnya. Apalagi Yuli tidak pernah menutupi siapa jati dirinya dari Zidan. Membuat Zidan dan semakin penasaran dengan sosok Yuli.


Kemudian Zidan pun berlalu dari hadapan Yuli. Ia menunggu Yuli berlalu dari parkiran baru ia mengendarai mobil mulutnya keluar dari parkiran area kantor.


"Wanita yang unik!" sepertinya wanita ini mulai menarik perhatianku!" gumam Zidan dalam hati.


Suara deringan ponselnya terdengar jelas di telinganya Zidan. Suara dering and ponselnya mampu memecahkan lamunannya. Iya benar Tapi layar ponselnya yang menghubungi dirinya adalah Surya. Iya pun langsung menekan tombol hijau dan ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya kepada Surya tersambung.


"Halo Ada apa Bos?


"Bagaimana karyawan baru yang kamu terima sebagai asisten kamu?


"Bagus kalau begitu Semoga setelah ada asisten mu pekerjaanmu akan lebih cepat selesai jadi menurutku tidak ada alasan lagi pekerjaanmu akan terlambat selesai."Surya dalam sambungan telepon selulernya.


"Iya bos tenang saja, Lagian ini cewek unik,


"Jangan-jangan kamu tertarik lagi sama wanita itu?


"Entahlah bos kita lihat saja nanti!"


"sudah mulai move on lo?

__ADS_1


Zidan udahlah napas berat dia tidak ingin bicara panjang lebar lagi dengan sahabat sekaligus Bosnya itu. karena jika diperpanjang nanti maka dirinya pasti akan terpojok.


"Sudah bos!" matikan aja, teleponnya soalnya jidan lagi ada di jalan kan lagi nyetir takut ada apa-apa nanti untuk menghindari pertanyaan dari pertanyaan yang dilontarkan Surya kepadanya.


Sementara di tempat lain Aira tampak sudah semakin gelisah Karena kehamilannya makin hari semakin membesar. Pekerjaan yang tidak menentu dikerjakan oleh Aira membuat dirinya khawatir akan biaya hidupnya kelak.


"Ya Allah apa yang harus aku lakukan?


"Jika aku pulang kerumah apa orang tuaku, apa mereka akan menerima aku dengan keadaan ku seperti ini? ratap Aira.


Aira pun belajar dari Maya. Untuk berkarya sendiri tanpa mengharapkan bantuan orang lain. Dia memulai usahanya seperti yang dilakukan Maya pada saat itu.Perlahan dengan menggunakan sisa uangnya, Aira berjualan jajanan anak-anak di sekolahan. Berharap dirinya mendapat keuntungan dari sana. Untuk biaya kelangsungan hidupnya dengan bayi yang ada di dalam kandungannya. Sementara David sang ayah kandung dari Bayi yang ia kandung, itu sedang berbahagia dengan wanita pilihannya.


Beberapa hari kemudian terlihat Aira tampak antusias membawa barang dagangannya ke sekolahan anak-anak di dekat kosnya. Alhamdulillah jualan Aira lumayan laris. Dan Aira merasa bersyukur dengan keuntungan sedikit demi sedikit yang ia dapatkan perlahan ia kumpul.


"Ya Allah ampunilah hambamu ini yang sudah banyak salah kepadamu, Ternyata begitu berat yang dihadapi oleh sahabatku setelah kehamilannya pada saat itu. Sekarang aku sendiri yang merasakan nya bagaimana sakitnya ditinggal sang kekasih dengan memberikan luka yang paling dalam." Aira


Sambil mengumpulkan barang dagangannya untuk kembali dibawa pulang ke kost.


penyesalan selalu Datang terlambat itulah yang dialami oleh Aira saat ini. Seandainya Aira menerima apa masukan dari Yuli, pasti ia tidak akan merasakan seperti ini. Sama seperti yang dirasakan oleh Maya.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏💓💓

__ADS_1


__ADS_2