
Hari itu juga Surya a dan Maya mengatur perjalanan Aira untuk pulang ke kampung. mereka benar-benar sangat mengkhawatirkan kondisi Aira. Sehingga Surya langsung meminta salah satu asistennya untuk menemani Aira di perjalanan. Semua biaya perjalanan untuk pulang ke kampung halaman Aira tepatnya di Manado, ditanggung oleh Surya.
Bahkan biaya Aira untuk bersalin dan hidupnya sehari-hari Maya dan Surya membantu Aira. Untuk modal usaha di Manado, juga diberikan Surya agar Aira tidak kembali ke Jakarta sebelum dirinya benar-benar aman dari keluarga David. Maya melakukan itu semua karena ia dapat merasakan dicampakkan saat dirinya membutuhkan Aliando saat itu.
Hal itulah yang membuat Maya benar-benar ingin membantu Aira.
"Sungguh sakit, dicampakkan oleh orang yang kita cintai. Tetapi hidup tetap berlanjut kita tidak boleh putus asa. Di balik semua itu pasti akan ada jalan terbaik yang diberikan Allah kepada kita.
Maya memang wanita yang sangat mulia. tatkala saat itu, sikap Aira yang begitu tragis terhadapnya. Bahkan Aira sanggup mempermalukan Maya hingga Maya diusir dari tempat kostnya. Padahal hari itu sudah sangat larut malam.
Saat itu Maya benar-benar terpuruk hingga dirinya saat itu memilih untuk mengakhiri hidupnya. Untung saja saat itu lelaki misterius yaitu Surya tepat waktu untuk menolongnya.
Sejujurnya saat itu Maya sangat kecewa kepada Aira. Pada saat itu ia benar-benar marah dan emosi. Tetapi dia tidak sanggup berbuat apa-apa Karena pada saat itu Maya benar-benar terpuruk.
Memaafkan seseorang yang berulang kali membuat kita sakit hati atau kecewa itu memang pekerjaan yang sangat sulit kita lakukan. Itulah yang dihadapi Maya selama ini. Tetapi dengan kehamilan Maya yang kedua ini, Ia pun mengampuni Aira. karena dia tidak mau terpaut dendam kepada orang lain apalagi dirinya sedang hamil.
Sejujurnya kesalahan Aira sungguh sulit diampuni. Maya mencoba berdamai dengan keadaan dan juga dirinya sendiri. Penuh pengorbanan untuk memaafkan Aira. Tetapi Maya tidak ingin anak-anaknya kelak menyimpan dendam kepada orang lain.
Surya juga meminta asistennya untuk mengumpulkan barang-barang milik Aira dari tempat kostnya. Dan berpamitan kepada pemilik kost bahwasannya Aira hari itu juga akan pindah.
Tetapi asisten Surya, sengaja tidak memberitahu kepada pemilik kos kemana Aira akan pindah. Karena mereka sangat takut jika keluarga David akan mencari Aira ke sana. Dan pemilik kos memberitahu bahwasannya Aira pulang ke kampung.
Tepat pukul jam 4 sore Maya dan Surya menghantarkan Aira ke bandara. Ditemani dengan asisten dari Surya. Perjalanan mereka benar-benar sudah diatur oleh surya dan Maya. Hingga jam keberangkatan Aira dan asisten Surya pun tiba saatnya. Aira memeluk Maya dengan menangis tersedu-sedu. Ia benar-benar tidak menyangka Maya sangat baik kepada dirinya.
Terima kasih May, berkat kamu hari ini akhirnya aku bisa pulang ke kampung. Entah bagaimana aku nanti menceritakan ini semua kepada keluargaku. Tapi daripada aku dikejar bayang-bayang keluarga David. Aku terpaksa harus melemparkan beban ini kepada keluargaku.
__ADS_1
"Percayalah kedua orang tuamu pasti akan menerimamu dalam keadaan apapun. Tetapi kekecewaan pasti ada pada mereka. Tapi aku yakin dan percaya hanya merekalah yang mampu dan dapat melindungi kamu.
Kami hanya bisa membantu kamu, kami juga tidak bisa memastikan keluarga David tidak mengincarmu jika kamu berada tetap di Jakarta. ucap Maya sembari mengelus punggung sahabatnya itu.
Terima kasih Mas Surya, Aku sungguh tidak tahu bagaimana caranya mengucapkan terima kasih kepada kalian. Hanya doa yang bisa aku berikan kepada kalian agar hidup kalian bahagia sehat.
Maafkan aku Mas Surya, Maya atas kesalahanku selama ini kepada kalian. Mungkin ini sudah benar-benar takdirku yang selama ini menghina dan mengejekmu saat itu Maya.
Sudahlah tidak perlu diingat ingat lagi masa lampau. Sekarang waktunya kamu berangkat dan jangan lupa setibanya disana kamu memberi tahu kabar kamu dan sering-seringlah berkomunikasi dengan kami.
Jika kamu membutuhkan bantuan dari kami jangan sungkan-sungkan untuk memberitahunya. Kami pasti siap untuk membantumu." ucap Maya dan Surya kompak.
Berat rasanya Aira melangkahkan kaki meninggalkan Maya saat itu. Tetapi itu harus ia lakukan karena keadaannya yang tidak memungkinkan. Dirinya harus menetap di Jakarta. Pilihan yang sangat sulit sebenarnya.
"Silakan Mbak, nanti kita telat."ujar asisten Surya mempersilakan Aira naik kedalam pesawat setelah bagian informasi memberitahu jika penumpang dipersilakan naik ke pesawat. Karena pesawat tujuan Jakarta Manado sudah akan berangkat.
"Sudah Mbak, jangan menangis tidak baik wanita hamil terus menangis Nanti anaknya jadi tukang nangis."ucap asisten dari Surya asal membuat Aira sontak langsung terdiam dan menatap pria itu.
"Tahu apa kamu mengenai kehamilan Memangnya kamu pernah hamil? ucap Aira dengan ketus membuat pria yang menarik tangannya itu langsung terkekeh.
"Makanya Mbak jangan menangis terus, jelek kelihatannya Mbak menangis. Coba Mbak ketawa pasti terlihat cantik dan anggun."ucap pria itu membuat Aira menatap pria itu dengan tatapan tajam.
"Upsss takut ah.... ngak ah jangan gitu ah lihatnya seperti mau makan saya aja."
"Ya Sepertinya kamu akan saya makan, karena kamu sudah berbicara asal kepada saya."ucap Aira sambil mengembangkan senyumnya.
__ADS_1
"Nah gitu dong Mbak, jika tersenyum Mbak terlihat menawan dan cantik.
"Kamu tidak perlu menggombal ku dan menghiburku, aku sudah kebal yang begituan. laki-laki semuanya Sama saja.
"Ya tidak sama dong Mbak, ada yang ganteng seperti saya dan ada juga yang jelek seperti pria itu. ucap pria itu percaya diri membuat Aira langsung terkekeh.
"Percaya diri amat sih kamu!" memangnya siapa yang mengatakan Kamu tampan.
"Ya saya sendiri lah, tidak mungkin juga orang lain duluan mengatakan saya tampan. kalau bukan diri kita sendiri yang memuji kita, siapa lagi?" ucap pria itu membuat Aira menggelengkan kepalanya.
"Dasar pria sinting!" terlalu percaya diri. Gerutu Aira sembari terus berjalan mengikuti asisten Surya masuk ke dalam pesawat.
Sementara Maya dan Surya memilih segera kembali ke rumah. Tetapi sebelumnya Surya menghubungi Zidan bahwasanya mereka hari itu tidak kembali lagi ke kantor. Dan meminta kepada Zidan untuk membantu dirinya menangani pekerjaannya yang terbengkalai.
Zidan memang wakil yang sangat dipercaya oleh Surya. oleh karena itulah pria itu selalu menjaga kepercayaan Surya. Apalagi selama ini Surya sudah banyak membantu Zidan. sejujurnya Zidan ingin sekali mencari adik kandungnya yang hilang pada saat itu.
Tetapi sampai detik ini, ia belum menemukan titik terang mengenai adiknya yang diculik kawanan perampok saat mereka dirampok di perjalanan bersama kedua orang tuanya, hingga nyawa kedua orangtuanya saat itu tidak tertolong. Untung ada Surya saat itu yang kebetulan lewat dari sana dan langsung menolong Zidan yang keadaannya juga kritis.
Tetapi diam-diam Surya juga mencari keberadaan adik kandung Zidan. Dan sepertinya Surya sudah mendapat titik terang tetapi belum bisa dipastikan benar tidaknya informasi suruhan Surya.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏
sambil menunggu novel ini up, yuk mampir kekarya baru emak di
__ADS_1
"Terjerat Duda Arogant"