
"Semoga dengan tertangkapnya mereka, arwah Nyonya Soraya dan Tuan Hamdan tenang di alam sana. Mereka Pasti sangat bersyukur memiliki anak-anak yang bijak seperti kalian."ucap Yuli sambil langsung memeluk kekasihnya Zidan.
"Terima kasih sayang kamu selalu ada untuk Mas."ucap Zidan sambil langsung mengecup bibir manis Yuli.
Sementara di tempat lain David melihat kedatangan dokter Avena kembali ke rumah.
"Dari mana saja kamu baru pulang jam sekarang? Kamu tidak tahu kalau Papi dan Mami sudah ditangkap polisi?" ucap David kepada dokter Avena .
"Avena tahu kalau Papi dan Mami ditangkap polisi. Justru Avena sendirilah yang melaporkan Papi sama Mami kantor polisi." ucap Dokter Avena sembari berjalan meninggalkan David.
Mendengar apa yang dikatakan oleh dokter Avena, emosi David semakin meluap.
"Apa maksud kamu dokter Avena yang terhormat? melaporkan orang tua kandung kamu sendiri ke kantor polisi dan kesalahan apa yang mereka lakukan hingga kamu tega melaporkan orang tuamu sendiri?
"Dasar kamu tidak tahu berterima kasih kau sudah dilahirkan ke dunia ini, dibesarkan dan juga di sekolahkan. Tapi apa balasan kamu kepada mereka? kamu tega melaporkan Papi dan mami ke kantor polisi." ucap David sembari ingin menampar wajah cantik dokter Avena tetapi Laura langsung menghentikannya.
"Tolong jangan kasar kepada wanita. semuanya bisa dibicarakan dengan baik-baik mas."ujar Laura kepada David. David menurunkan tangannya yang sudah hampir melayang ke wajah cantik dokter Avena.
"Mami dan Papi sendirilah yang membunuh ayah dan ibuku. Papi dan Mami bukan orang tua kandungku camkan itu Kak."
"Maksud kamu apa mau nuduh Papi dan Mami membunuh kedua orang tua kandungmu. Kamu itu Putri Mami dan Papi." ucap David kepada dokter Avena
"Maaf Kak!" sejujurnya Avena enggan untuk ceritakan ini semua kepada kakak. Tapi kenyataannya itulah yang terjadi.
"Kau bukan Kakak kandung kak. Tetapi kak Zidan lah yang kakak kandungku. Dulunya Papi sama Mami adalah orang kepercayaan ayah dan ibuku. Tetapi kepercayaan itu disalahgunakan oleh Mami hingga. Mereka berniat untuk membunuh ayah dan ibuku. Dan membuat pembunuhan itu seolah-olah seperti kecelakaan. Mereka merencanakan pembunuhan itu dengan matang-matang agar pihak kepolisian dan khalayak ramai tidak curiga akan kematian ayah dan ibu.
Hingga kasus itu benar-benar ditutup oleh pihak kepolisian. Karena Mami dan Papi sudah memberikan uang suap kepada pihak kepolisian yang menangani kasus tersebut. Dulunya ada seseorang yang ingin memberikan bukti perencanaan pembunuhan itu. Kekantor polisi untuk mengungkapkan kejahatan yang mami dan papi lakukan, tetapi karena Mami dan Papi mengancam mereka.
Sehingga mereka tidak memberikan bukti itu kepada pihak Kepolisian. Dan memilih untuk bungkam. Karena merak tidak ingin terlibat masalah dengan papi dan mami. Yang mampu melakukan apapun untuk mencapai tujuannya.
__ADS_1
Jujur Awalnya Avena tidak percaya kalau papi dan mami melakukan pembunuhan terhadap orangtua kandung Avena. Tetapi karena bukti bukti yang kuat membuat Avena tidak bisa berkata apa apa. Avena sangat sayang kepada kakak.
Kakak sudah Avena anggap sebagai kakak kandung sendiri. Itu dapat Kakak rasakan sendiri.
"Apa Kakak ingat sewaktu Kakak sakit siapa yang membawa Kakak berobat dari penyakit yang menjijikan itu? Apena sendiri bukan?
"Apa papi dan Mami peduli dengan kondisi Kakak saat itu? mereka justru memaksakan kehendak mereka sendiri. Mereka terus memikirkan harta dan harta tanpa memikirkan kebahagiaan anak-anak.
Jujur Avena sangat kecewa kepada Papi dan mami. Seandainya kebenaran ini tidak terungkap mungkin Avena sangat menyayangi Papi dan Mami. Tetapi Allah maha Mengetahui sehingga kebenaran pun diungkap dengan sendirinya.
Ayah dan ibuku mungkin belum tenang di alam sana. Sebelum kebenaran terungkap. Tetapi aku yakin sekarang ayah dan ibuku sudah tenang karena pembunuh mereka yang sebenarnya sudah diketahui dan mendapat ganjaran."
Dan asal kakak ketahui semua perusahaan yang dikelola oleh kak David dan juga Papi itu milik keluarga Avena dan juga Zidan dan Avena tau. Kalau itu masih atas nama ayah dan ibuku. Apa Kakak tahu bagaimana caranya Mami dan Papi merencanakan pembunuhan itu?
Tentu tidak bukan? karena mereka benar-benar menjalankannya dengan rapi.
ayah dan ibuku dibunuh terlebih dahulu . Baru suruhan Mami membuat seolah-olah kematian ayah dan ibuku kecelakaan pada saat itu sempat mengalami koma berbulan-bulan. Untungnya mami Yolanda dan Pak Surya menyelamatkan Kak Zidan yang sudah tergeletak bersimbah darah di jalan bersama ayah dan ibuku.
"Awalnya Avena juga tidak percaya akan hal ini kak. Tapi itulah kenyataannya karena bukti-bukti itu mengatakan seperti itu.
"Apapun ceritanya!" kakak tidak percaya sedikitpun dengan omong kosong ini. Jangan sampai kesabaran ku habis dokter Avena yang terhormat." bentak David
"Aku paham perasaan Kakak saat ini. Tapi cobalah membuka mata. Apa kasih sayang Papi dan Mami kepada Avena itu tulus?
mereka memang membesarkan ku dan menyekolahkan ku agar harta kekayaan kedua orang tuaku dapat mereka kuasai.
Karena ahli waris harta kekayaan itu adalah Kak Zidan dan juga Avena. Kita bisa berbicara dengan kuasa hukum keluarga kami saat ini. karena orangnya juga masih hidup sampai sekarang. Surat-surat aslinya masih di tangan oleh kuasa hukum keluarga kami.
"Hentikan dokter Avena!" David kembali berteriak
__ADS_1
kalau Kakak memang perlu bukti semuanya, Avena akan menunjukkan bukti itu kepada kakak." ucap dokter Avena sembari meraih laptop yang ia bawa sebelumnya. Karena bukti-bukti itu sudah di copy paste oleh Avena ke laptopnya.
Avena pun langsung memutar video rekaman perencanaan pembunuhan Nyonya Soraya dan Tuan Hamdan. Di sana terlihat jelas kalau Ibu Canada dan suaminya lah yang merencanakan pembunuhan itu. Tak lupa dokter Avena pun memberikan foto-foto ayah dan ibunya yang bersimbah darah. David Tidak dapat berkata-kata. Ia hanya terdiam dan menangis sesungguhkan.
"katakan ini hanya bohong
"katakan ini hanya jadikan segala.
"Tidak Kak Kakak periksa aja keaslian video ini ada yang diedit atau tidak. awalnya aku juga tidak percaya akan hal ini tapi inilah kenyataannya Papi dan Mami seorang pembunuh."ucap dokter avena sambil terisak yang sedari tadi air matanya ia tahan dalam-dalam tetapi air mata itu luruh begitu saja di wajah cantik dokter arena.
"Jika kau sudah mengetahui ini semua apa kau masih menganggapku sebagai kakakmu? tanya David kepada dokter Avena
"Kau tetap lah kakakku. Karena selama ini Avena sudah menganggap Kakak sebagai kakak kandung Avena sendiri.
Kakak sendiri tidak mengetahui kejadian ini. Karena Papi dan Mami menutupinya rapat-rapat. Jadi Avena tidak memiliki alasan untuk membenci kakak. Kakak tetaplah kakakku. Tapi maaf Kak, kalau yang bersalah tetaplah harus dihukum. Walaupun itu Mami dan Papi. Agar mereka menyadari kesalahan yang mereka lakukan." ucap Avena kepada David.
Laura menatap dokter Avena dan juga David dengan tatapan mendalam. Ia pun tidak percaya kalau ibu Canada dan suaminya seorang pembunuh.
"Maafkan aku sudah merepotkan kalian selama ini. Aku tidak ingin merepotkan kalian lebih lama lagi. Jadi lebih baik aku pergi saja dari sini."ucap Laura kepada dokter Avena dan juga David.
Mendengar Laura akan meninggalkan rumah keluarga David, David Langsung angkat bicara.
"Jangan Pergi!" Jika kamu pergi dari sini siapa yang akan menemaniku lagi? ayah dan ibuku sudah berada di balik jeruji besi. Apa kamu tega membiarkan Ku tinggal di sini sendirian? dokter Avena sangat sibuk di rumah sakit.
Ia pun Pasti enggan tinggal di rumah ini lagi."aku mohon tetaplah disini, Menemaniku Sampai akhir hidupku." ucap David membuat Laura bingung akan kata kata David yang memintanya menemaninya sampai akhir hidupnya.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih.
__ADS_1
jangan lupa follow outhor Morata agar kalian mendapatkan notifikasi bab bab baru dari karya Morata. dan jangan lupa kepoin karya karya Morata lainnya.
Trims.