Mama Muda

Mama Muda
MERASA DIABAIKAN


__ADS_3

Berharap kondisi kesehatan Pak Hasan akan lebih membaik jika mendapat perawatan dari dokter. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 45 menit mereka tiba di rumah sakit Dirgantara. Terlihat suster dan dokter langsung memberi salam kepada David. karena banyak dari petugas rumah sakit yang sudah mengenal David Kakak dari dokter Avena.


Pak Hasan langsung dibawa keruang pemerikasaan. Terlihat dokter dengan teliti memeriksa kondisi kesehatan pak Hasan. Yang ternyata pak Hasan harus melakukan rontgen terlebih dahulu, agar dokter dapat memastikan penyakit apa yang diderita oleh pak Hasan. Karna menurut prediksi dokter pak Hasan mengalami penyakit paru paru.


Untuk memastikannya Dokter menyarankan agar pak Hasan melakukan rontgen terlebih dahulu. David dan Laura setuju dengan usulan dokter Berharap prediksi dokter salah. Ada raut kekawatiran di wajah Laura. Tetapi David berusaha untuk menenangkan wanita yang sangat ia cintai.


Apalagi Laura saat ini sedang hamil. David takut kalau Laura terlalu kepikiran dengan kondisi kesehatan bapak Hasan.


"Sudah jangan dipikirkan sayang, kita doain saja kalau papa hanya batuk biasa." ucap David kepada Laura sambil tetap merangkul Laura.


Ketika pak Hasan berada diruang rontgen, David dan Laura menunggu diluar ruangan. sementara pak Hasan sudah di tangani oleh bagian Radiologi pihak rumah sakit. Agar dokter dapat memastikan penyakit apa yang di derita pak Hasan saat ini.


Setalah menunggu kurang lebih 30 menit, hasil Rontgen keluar dan dokter sudah dapat melihat kalau pak Hasan menderita penyakit paru paru. Dan dokter menyarankan agar pak Hasan dirawat inap untuk mendapatkan perawatan yang intensif.


David menyetujui kalau pak Hasan dirawat inap saat itu juga. Karna David ingin pak Hasan lebih cepat sembuh. Ia ingin keluarga pak Hasan tinggal di tempat tinggal yang lebih layak. Agar kondisi kesehatan pak Hasan cepat pulih. Untuk mempercepat kesembuhan pak Hasan, dokter juga menyarankan agar pak Hasan puding dan memakan makanan bergizi.


David menganggukkan kepalanya. Pertanda dirinya paham apa yang dikatakan dokter kepadanya. David terus menggenggam tangan Laura seolah dirinya takut kehilangan Laura saat itu.


"Mas Laura minta maaf karena sudah banyak merepotkan Mas."ucap Laura merasa tidak enak hati kepada David telah merepotkan David.


"Jangan ngomong seperti itu sayang orang tua kamu kan orang tua Mas juga. Mas mohon jangan meminta maaf lagi kepada mas karna kamu tidak melakukan kesalahan. mas hanya ingin papa cepat sembuh. Jangan memikirkan biayanya. Karena uang dapat dicari, tetapi kesehatan itu lebih penting. ucapan David kepada Laura sedikit lega.


Laura langsung memberitahu kepada Lita dan Bambang Kalau hari itu juga Pak Hasan harus dirawat inap di Rumah Sakit Dirgantara. Hal itu membuat Lita dan Bambang khawatir. Mereka khawatir kalau sakit yang dialami Pak Bambang itu cukup parah. Sehingga Pak Hasan harus dirawat inap di Rumah Sakit. di samping itu mereka juga khawatir kalau mereka tidak sanggup membiayai pengobatan Pak Hasan di rumah sakit.

__ADS_1


"Kalian jangan khawatir masalah biayanya. yang penting salah satu diantara kalian harus menemani Papa di rumah sakit. Karena Mas David saat ini juga harus berangkat ke kantor untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di perusahaan yang ia pimpin saat ini."ucap Laura kepada Lita dan Bambang


Lita dan tambang pun langsung mematikan sambungan telepon selulernya. Setelah selesai berbicara dengan Laura kemudian Bambang langsung bersiap-siap berangkat ke rumah sakit Dirgantara untuk menemani Pak Hasan di rumah sakit.


"Sayang ini sudah pukul 10.00 pagi harus segera berangkat ke kantor tidak apa-apa kan Mas tinggal dulu nanti mas akan segera kembali ke sini setelah urusan Mas di kantor selesai ucap kepada Laura.


"Tidak Mas, sebentar lagi Bambang datang kok ke sini menemani papa. Laura ingin ikut sama Mas ada sesuatu yang ingin Laura bicarakan kepada mas."mohon Laura dengan nada memelas.


David mengembangkan senyumnya kemudian menganggukkan kepalanya. pertanda dia setuju Kalau mereka menunggu Bambang,terlebih dahulu tiba di rumah sakit untuk menemani Pak Hasan sebelum mereka meninggalkan Rumah Sakit menuju kantor Hamdan Group.


Tiba-tiba Bambang sudah tiba di ruang rawat inap Pak asem karena sebelumnya Laura sudah memberitahu ruang rawat inap Hasan.


David dan Laura berpamitan kepada Pak Hasan dan juga Bambang agar mereka segera menuju kantor Hamdan Group.


"Ini gunakan untuk kepentingan papa dan kamu Bambang jika kalian memerlukan sesuatu di sini. Kalau masalah pembayaran biaya rumah sakit jangan kalian pikirkan. Itu menjadi urusan kak David. Yang penting papa cepat sehat." ucap David sambil mengembangkan senyumnya


Sementara Laura menitipkan beberapa macam makanan bergizi dan juga susu kepada Bambang untuk diberikan kepada Pak Hasan. sesuai dengan anjuran dokter Kalau Pak Hasan harus memakan makanan yang bergizi. Setelah menitipkan Pak Hasan kepada Bambang,Laura dan David pun berlalu dari ruang rawat inap.


****


"Papi .....papi temanin Bintang main dong." panggil Bintang kepada Surya yang sedang bercanda gurau dengan Maya. Bintang merasa diabaikan oleh kedua orangtuanya karna sedang asik bercanda di gazebo belakang rumah utama keluarga Dirgantara.


Eh cucu Oma, tidak boleh mengganggu papi dan mami, mainnya sama Oma saja ya." ucap mami Yolanda yang tiba tiba datang menghampiri Bintang sedang bermain seluncuran yang ada ditaman belakang.

__ADS_1


Tapi papi sama mami dari tadi terus cerita cerita sambil tertawa Oma, Bintang ngak di ajak." ucap Bintang Komplain


"Anak kecil tidak boleh menggangu orang dewasa kalau lagi cerita dan bercanda sayang." ucap mami Yolanda sambil menyodorkan mainan yang baru mami Yolanda beli ketika mami Yolanda pulang dari arisan sosialitanya.


Kemudian mami Yolanda membawa Bintang masuk kerumah untuk menemui baby Jupiter yang lagi di mandikan Mori pengasuh Bintang semenjak Bintang seumuran baby Jupiter.


Terlihat Bintang tampak antusias memperhatikan Mori memandikan baby Jupiter.


Semetara Maya dan Surya masih berada di gazebo Sambil menikmati Jus dan makanan ringan yang sudah disediakan oleh asisten rumah tangga yang bekerja dirumah utama keluarga Dirgantara.


"Sayang, mas baringan disini ya." ucap Surya sambil langsung membaringkan tubuhnya dan kepalanya berada pangkalan paha Maya.


"Maya mengelus kepala suaminya dengan penuh kasih sayang. Ia tau persis Suaminya ingin mendapatkan perhatian lebih darinya. Karna Maya sangat mengetahui akhir akhir ini surya begitu sibuk dan kelelahan mengurus perusahaan Dirgantara dan juga Alberto Group.


"Sayang, kalau merasa pegal bilangin ya." ujar Surya sembari memainkan tangannya dibagian gunung kembar milik Maya. Maya hanya mengangguk kepalanya sambil menikmati gerakan tangan Surya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


jangan lupa mampir ke karya emak yang lain juga


__ADS_1


__ADS_2