
"Terima kasih Kak Zidan, Kakak sudah mengingkatkan ku untuk melakukan hal yang lebih baik daripada melakukan apa yang dipikiran Aliando saat ini. Yang pasti Aliando hanya ingin bertemu dengan Bintang Putri kandungku sendiri." ucap Aliando sambil mengembangkan senyumnya menatap Zidan dan Yuli. Ia benar-benar bersyukur Zidan dan Yuli menemuinya di saat waktu yang tepat.
Mudah-mudahan Maya dan Surya menyetujui permohonan kamu dan saya akan berusaha untuk membujuk mereka agar memberikan kamu izin bertemu dengan Bintang. Tetapi hanya satu yang Kakak minta dari kamu. Jika kamu dibebaskan bertemu dengan Bintang, Jangan pernah berniat untuk merebutnya dan mereka.
Karena kamu sama sekali tidak memiliki hak asuh kepada Bintang. Karena mulai Bintang berada di dalam kandungan, kamu sama sekali tidak bertanggung jawab. Apalagi dengan luka yang sudah kau goreskan di hati Maya. Sungguh tidak ada ruang kepadamu untuk dapat merebut hak asuh Bintang ingat itu." ucap Zidan dan Yuli kepada Aliando.
Aliando sama sekali tidak ada niat untuk merebut Bintang kembali kepada Aliando yang Aliando inginkan, agar Maya dan Surya memberikan Aliando izin bertemu dengan Bintang jika Aliando sangat merindukan Bintang. ucap Aliando kepada Zidan dan Yuli.
Zidan dan Yuli pun paham akan apa yang dikatakan Aliando kepada mereka.
"Aku percaya dan yakin kepadamu. Tetapi Tolong jangan hilangkan kepercayaan saya." ucap Zidan sambil memeluk Aliando. walaupun hubungan diantara mereka tidak terlalu dekat tetapi Zidan berusaha tetap menganggap Aliando merupakan sepupunya sendiri.
Yuli salut dengan apa yang dilakukan suaminya. Sungguh suami yang sangat bijaksana. Sejujurnya dari secara logika Zidan tidak akan berbuat baik kepada Aliando lagi, jika mengingat apa yang sudah dilakukan kedua orang tua Aliando kepada keluarga Zidan. Tetapi karena memang Zidan orang yang bijaksana, membuat dirinya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan itu artinya Zidan tidak sama dengan keluarga Aliando.
Di tempat lain, Riska yang sudah meminta maaf kepada Pak Alberto dan Maya, merasa bersyukur karena Pak Alberto dan Maya sudah memaafkan segala kesalahan Riska. Membuat Riska merasa bahagia mendengar kata memaafkan dari Pak Alberto dan Maya.
Padahal jika diingat kesalahan demi kesalahan yang dilakukan Riska dan ibunya sudah tidak sepatutnya, Maya dan Pak Alberto memaafkan Riska yang lebih fatal lagi mereka berniat menghabisi Pak Alberto dan juga menjebak Maya saat Maya berlibur bersama teman-temannya di villa.
Sungguh kalau wanita biasa sama seperti Outhor, mungkin Maya tidak akan memaafkan Riska sedikitpun. Karena kesalahan yang mereka lakukan, Maya sempat terpisah dengan Pak Alberto. Bahkan hidup Maya sangat menderita. Tetapi Maya bersyukur karena apa yang dilakukan oleh Ibu Maria, Riska, dan ketiga sahabatnya yang menghianati persahabatan mereka
__ADS_1
Membuat Maya bertemu dengan ibu Nurhayati dan juga Surya Dirgantara. pengalaman pahit yang dirasakan Maya beberapa tahun itu, membuat Maya berdiri teguh di dalam pendiriannya. Ia juga menjadi wanita tangguh. Yang dulunya wanita manja, tetapi karena kejadian itu Maya menjadi wanita yang benar-benar kuat dan mampu melakukan hal-hal yang di luar dugaan orang-orang.
Pak Alberto dan Surya pun berniat untuk bernegosiasi kepada dinas Kepolisian agar Ibu Maria dapat dibebaskan mengingat kondisi kesehatan ibu Maria sudah semakin menurun. Apalagi di usia Ibu Maria yang sudah tidak mudah lagi sudah sepantasnya dirinya hidup dengan nyaman.
Tetapi karena kesalahan yang sudah ia lakukan kepada Maya, dan Pak Alberto membuat Ibu Maria harus mendekam di penjara. Padahal Ibu Maria masih sekitar kurang lebih 5 tahun di dalam penjara. Tetapi kondisi Ibu Maria saat ini sangat memprihatinkan.
Membuat Riska tidak tega melihatnya. Hukuman Riska yang dijalaninya 5 tahun tetapi karena dipotong remisi dan juga diurus oleh kerabat Ibu Maria membuat Riska dapat lebih cepat bebas dari semestinya.
Kerabat Ibu Maria juga mengurus Ibu Maria agar segera bebas dari balik jeruji besi. Tetapi pihak kepolisian menolaknya karena dalang dibalik kejahatan itu Ibu Maria sendiri. Sehingga hukuman yang ia jalankan lebih berat. Sementara Riska hanya terpaksa membantu ibu Maria. Sama halnya ketika Riska bersaksi di depan pengadilan.
Itu juga dibenarkan oleh Maya dan Pak Alberto saat berada di ruang sidang. Sehingga hukuman Riska lebih ringan dibandingkan oleh Ibu Maria. Setelah sepakat, hari itu juga Pak Alberto dan Surya pergi ke lapas tempat Ibu Maria ditahan.
Maya sudah menitipkan beberapa macam makanan, pakaian, dan peralatan mandi agar dapat digunakan Ibu Maria sebelum bebas dari tahanan. Berharap kondisi kesehatan ibu Maria semakin membaik.
Membuat Surya mengernyit. Akhirnya Surya menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung dengan Zidan.
"Hallo assalamualaikum." Sapa surya di dalam telepon
"Waalaikumsalam Pak Bos, maaf Zidan sudah mengganggu pak bos. Kalau boleh tahu Pak Bos ada di rumah tidak? tanya Zidan kepada Surya Dirgantara.
__ADS_1
"Saya tidak ada di rumah. Saya lagi di luar bersama Papa mertua saya. Memangnya ada apa kamu menghubungi saya sekarang?tanya Surya penasaran Mengapa tiba-tiba siang itu Zidan menghubunginya
"Jam berapa bos kembali ke rumah?
"Saya belum tahu jam berapa saya kembali ke rumah. Tetapi saya kembali ke rumah setelah urusan saya dengan papa mertua saya selesai.
"Kalau boleh jika urusan Pak Bos sudah selesai, tolong kabari Zidan karena ada sesuatu yang ingin Zidan bicarakan kepada bos. Tetapi tidak bisa melalui sambungan telepon seluler." ucap Zidan kepada Surya Dirgantara di ujung telepon.
"Saya akan mengabari kamu nanti. Kamu tenang saja." ucap Surya sambil langsung mematikan sambungan telepon selulernya. kemudian Ia pun terus memandang ke depan sambil berbicara kepada Pak Alberto.
Sementara sopir pribadi Zidan yang mengendarai mobil pun hanya terdiam. karena dirinya tidak ingin ikut campur urusan Surya Dirgantara dan Pak Alberto.
Ketika sudah tiba berada di lapas, pihak kepolisian yang melihat kehadiran surya dan Pak Alberto di sana langsung mengembangkan senyumnya, sambil bertegur sapa kepada Surya Dirgantara dan pak Alberto.
Yang mana mereka sudah sangat mengetahui siapa sosok Surya Dirgantara dan siapa sosok Pak Alberto di kota ini. Yang merupakan orang berpengaruh di negara ini apalagi di dalam dunia bisnis. Tidak ada yang dapat menandingi keluarga Dirgantara dalam urusan bisnis.
Pihak kepolisian langsung memberikan Surya Dirgantara dan Pak Alberto izin bertemu dengan Ibu Maria, melihat kondisi Ibu Maria saat ini. Membuat hati Surya Dirgantara dan Pak Alberto sangat iba. Mereka pun langsung berbicara kepada pihak kepolisian yang bertugas di sana, agar diberikan kebebasan bersyarat untuk Ibu Maria.
Tetapi petugas itu meminta kepada Pak Alberto dan juga Surya Dirgantara, agar Surya Dirgantara dan Pak Alberto mengurus surat pembebasan Ibu Maria, bebas bersyarat ke kantor polisi terlebih dahulu. Mereka juga sebenarnya tidak tega melihat kondisi Ibu Maria.
__ADS_1
hai hai readers yang baik author istirahat dulu Yach nanti kita lanjutkan lagi, dukung terus karya author dengan beri like coment dan votenya ya. kalau boleh di share juga agar rame yang baca 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏💓💓💓💓💓💓💓
yuk mampir ke karya baru emak