
Semenjak kejadian tragis itu saya tidak pernah bertemu lagi dengan adik saya.
"Kejadian tragis?
"Maksudnya apa kak?
"Dulu Sewaktu kami bepergian bersama kedua orang tua kakak, di perjalanan kami dihadang kawanan perampok. Membuat nyawa kedua orang tua saya melayang dengan tragis. Sementara saya saat itu kritis. Saya tidak mengetahui keberadaan adik saya setelah saya sadar.
Untung saat itu Pak Surya yang berhati baik mau menolong saya Dan menganggap saya sebagai adiknya karna saya tidak memiliki siapa siapa pagi. Hanya mami Yolanda dan Zidan sekarang keluarga ku. Itulah makanya saya selalu mengabdi kepada Surya. karena Surya memang benar-benar orang yang baik.
Semoga Kakak segera menemukan adik kandung kakak."ucap Avena kepada Zidan.
"Kamu belum menjawab pertanyaan kakak. Apa kamu benar-benar tidak pernah bermimpi tentang masa lalu kamu seperti kakak?
Avena terdiam, sejujurnya Avena sering bermimpi jika dirinya berteriak minta tolong kepada ibu dan ayahnya. Tetapi Avena tidak mengenal sosok ibu yang ia Panggil.
Avena menatap Zidan dengan tatapan penuh tanya.
"Kenapa kamu diam?
sejujurnya Avena Dulu sering bermimpi memanggil-manggil ibu dan ayah. Tetapi sosok ibu dan ayah yang Aku panggil itu aku sama sekali tidak mengenal mereka.
Mendengar pernyataan dari Avena membuat keyakinan Zidan semakin kuat, bahwasanya Avena adalah adik kandungnya yang hilang selama ini. Diam-diam Zidan mengambil sampel rambut memiliki Avena untuk melakukan tes DNA karena dirinya tidak ingin hanya menebak-nebak Kalau Avena adik kandungnya atau tidak
***
Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. membuat setiap insan yang sudah tertidur pulas mengarungi alam mimpinya saatnya untuk bangun. Ketika Avena terbangun dari tidurnya Ia baru sadar kalau Dirinya tidak tidur di rumah kedua orang tuanya.
"Wah aku baru sadar aku tidur di apartemen ka Zidan," gumamnya dalam hati. netranya menelisik setiap isi ruangan yang ada di di dalam kamar yang mereka tempati. Netranya menangkup seorang wanita tertidur disampingnya. ia baru ingat jika dirinya tidur bersama Yuli teman barunya yang membantu dirinya.
"Tidak disangka zaman sekarang ternyata masih ada orang yang baik. Aku tahu mereka orang-orang baik. Terlihat dari raut wajah mereka tulus membantu saya. tapi aku masih merasa heran dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh Kak Zidan kepadaku. mengapa Aku merasa dekat dengan Kak Zidan? "
gumam Avena yang ternyata Avena juga merasakan hal yang sama dengan Zidan.
Kemudian ia bangkit dari tempat tidurnya menuju kamar mandi berniat untuk membersihkan diri. Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Avena berlalu ke dapur berniat untuk meneguk segelas air putih. Kebiasaan Avena setiap hari Jika baru bangun tidur selalu terlebih dahulu meneguk air putih, Sebelum memakan sesuatu.
Tidak Berapa lama Yuli juga terbangun dari tidurnya. Ia melihat sekeliling sudah tidak menemukan Avena berada di kamar.
__ADS_1
"Kemana Avena?
"Apa dia sudah pulang? tanya Yuli dalam hati sembari bangkit dari tempat tidurnya dan langsung menuju kamar mandi. Setelah selesai melakukan ritual mandinya Ia kembali membereskan kasur yang mereka tempati untuk istirahat.
Yuli memanggil nama Avena yang ternyata Avena sudah duduk di balkon. Sementara Zidan belum keluar dari kamar pribadinya.
"Aku cari ternyata kamu ada di sini?
"Apa kamu belum berencana pulang?
"Aku malas berdebat dengan kedua orang tuaku. Tetapi Hari ini aku harus tugas ke rumah sakit yang kebetulan aku juga memiliki janji kepada pasien untuk periksa kandungannya.
Ya sudah kalau begitu aku akan membangunkan Zidan agar segera menghantarkan mu ke rumah sakit. Tetapi sebelumnya ada baiknya kita terlebih dahulu sarapan.
"Tidak perlu mbak!" aku bisa pergi sendiri aku sudah terlalu banyak merepotkan kalian."
"Memangnya siapa yang merasa kamu repotkan adikku!"Sahut Zidan yang tiba-tiba nongol di balkon. Membuat kedua wanita itu sedikit terkejut mendengar suara zidan. Bahkan Yuli dan Avena sudah melihat Zidan terlihat rapi lengkap dengan pakaian kantor nya.
"loh kakak mau pergi ke kantor juga pagi ini? tanya Avena kepada Zidan.
"Benaran Avena tidak merepotkan kakak?
"Tidak!" Lagian Kakak ada sedikit urusan di sana."
"Yul apa berkas untuk meeting siang nanti sudah kamu persiapkan?
"Alhamdulillah sudah Pak Zidan, semuanya sudah aman terkendali.
"Good, Sekarang kita sarapan dulu di bawah maklum di apartemen kakak tidak ada apa-apa. isi kulkas hanya minuman dan snack makanan ringan.
"It's oke Kak no problem!"Sahut Avena dengan senyuman yang manis. Akhirnya mereka bertiga pun turun ke bawah dan langsung menuju cafe yang ada di apartemen itu. kemudian mereka bertiga sarapan.
****
Di perjalanan tampak Zidan seolah tidak rela berpisah dengan Avena. Ia tidak mengetahui perasaan apa yang ia miliki kepada Avena yang seolah-olah dia menganggap Avena itu adik kandungnya sendiri.Walaupun itu belum bisa pastikan.
empat puluh menit dalam perjalanan Mereka pun tiba di rumah sakit milik Dirgantara grup di mana Avena mengabdikan diri sebagai seorang dokter kandungan.
__ADS_1
"Terima kasih Kak sudah menghantarkan aku sampai ke rumah sakit, Avena sudah terlalu banyak merepotkan kakak.
"Tidak kok kamu tenang saja, lagian Kakak ada urusan sebentar ke dalam. Setelah Avena berpamitan untuk pergi ke ruangannya, Yuli dan Zidan pun pergi menemui seorang dokter ahli forensik yang ada di rumah sakit Dirgantara. yang kebetulan Zidane kenal dekat dengan dokter itu.
Setelah tiba di ruangan dokter Idries, Zidan langsung menceritakan tujuan kedatangannya menemui dokter Idries.
"Wow Ada angin apa Pak Zidan menghampiri saya sampai datang ke rumah sakit ini!"satu kehormatan besar bagi saya Pak Zidan sampai menghampiri saya ke rumah sakit ini." ucap Dokter Idries
"Ada yang bisa saya bantu Pak Zidan?
"Kemudian Zidan pun memberikan sampel rambut Avena dan juga rambut nya membuat dokter Idries bertanya-tanya dalam hati mengapa Zidan sampai melakukan tes DNA kepada seorang wanita yang merupakan dokter kandungan di rumah sakit itu juga.
"Ada apa ini Pak Zidan? mengapa anda tiba-tiba melakukan tes DNA kepada dokter Avena?
lalu Zidan menceritakan kecurigaannya bahwasanya dokter Avena adalah adik kandungnya yang hilang sewaktu kecil.
dokter Idris menganggukkan kepalanya. lalu ia pun melakukan tes DNA melalui sampel rambut dokter Avena dengan Zidan.
Tetapi sebelumnya Zidan sudah meminta kepda Dokter Idries dan Yuli untuk merahasiakan semuanya sebelum kebenaran terungkap. Dan dokter Idries menyanggupi permintaan Zidan
"Begini Tuan Zidan yang terhormat, hasilnya tidak dapat kita ketahui sekarang. Saya akan menganalisisnya terlebih dahulu. Kemungkinan hasilnya bisa Bapak Terima esok hari."
"Tidak apa-apa!"mudah-mudahan dugaan ku benar adanya. Karena selama ini saya sudah lama mencari keberadaan adik saya.
"Tapi mengapa anda tiba-tiba beranggapan dokter Avena adalah adik kandung anda sendiri?
"Saya melihat tahi lalat yang ada di daun telinga dokter Avena. Karena adik saya memiliki tahi lalat yang sama dengan dokter Avena.
apalagi semenjak saya bertemu dengan avena, bagiku dia tidak terasa asing."ucap Zidan kepada dokter Idries.
Bersambung.......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
AUTHOR MORATA MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
__ADS_1