Mama Muda

Mama Muda
EMOSI AVENA


__ADS_3

Keesokan harinya Avena datang kembali ke sekolah tempat Aira Berjualan. Tetapi sudah beberapa menit dia menunggu Aira di sana, Aira tak kunjung datang membuat Avena berniat menghampiri Aira ke kamar kosnya. Kali ini bukan hanya Avena yang datang ingin menghampiri Aira. Tetapi kedua orang tua David juga ikut ingin berbicara langsung kepada Aira.


Setelah tiba di kamar kost Aira, alangkah terkejutnya Avena mendengar bahwasannya semalam juga Aira pindah dari tempat kos nya. membuat kedua orang tua David kecewa mendengar kabar jika Aira sudah pindah dari sana.


"Mbak numpang tanya mbak Airanya ada?


"Maaf mbak, Mbak Aira sudah pindah semalam dari sini ada seseorang mengangkat barang-barangnya.


"Apa Mbak tahu, kemana mbak Aira pindah?


"Oh masalah itu, Saya tidak tahu Mbak lagian yang mengambil barang-barangnya pun dari sini bukan Aira tetapi temannya.


Kalau alamat orang tuanya Mbak tahu tidak?


"Maaf, Itu juga saya tidak tahu soalnya selama ini Mbak Aira orangnya tertutup jarang berbicara jikalau berada di kost. Biasanya Setelah dia pulang jualan dari sekolahan dia langsung istirahat di kamar. Lagian Mbak Aira jarang nongkrong di sini."sahut pemilik tempat kost Aira sebelumnya.


Mendengar penuturan dari ibu kos Aira, Avena dan kedua orang tuanya kembali dengan tangan kosong. Terlihat jelas raut wajah kekecewaan di wajah ibu Canada.


"Papi ke mana lagi kita mencari wanita itu, hanya dia harapan kita satu-satunya. Bagaimana jika David mengetahui kalau Aira benar-benar sudah menjauh dari dirinya? Pasti Dia sangat kecewa.


"Itu sih karena karena ulah kak David sendiri. Siapa suruh waktu itu memilih menikah dengan perempuan laknat itu.


"Jaga mulutmu Avena!"


"Kenapa avena selalu disalahin?


"Memang benar kan perempuan laknat itu mengakibatkan Kak David tidak dapat memiliki keturunan lagi?"


"Sudah sekarang tidak ada artinya berdebat, lebih baik kita cari jalan keluarnya dan mencari keberadaan Aira.


"Harus kemana lagi mencari Mbak Aira?


"Itu yang harus kita bahas sekarang bukan saling menyalahkan. ucap Ibu canada kepada Svena.


Sekarang Kak David bisa rasakan Bagaimana sakitnya kehidupan ini. Yang selama ini dia selalu sepele dalam segala hal. Bagaimana jika Avena mengalami hal yang sama, Kak David tidak pernah memikirkan sampai ke sana. ia terlalu egois sehingga dirinya mampu melakukan itu kepada setiap wanita.

__ADS_1


"Aku tahu betul perbuatan Kak David. Yang selalu gonta-ganti wanita. Tetapi ketika dirinya bersama wanita laknat itu. Ia semakin lupa diri. Setelah menghadiri menghamili Aira, Ia tega lari dari tanggung jawabnya demi wanita melaknat itu.


Sekarang Kak David rasakan Bagaimana dirinya tidak akan bisa memiliki keturunan lagi. yang ia harapkan hanyalah janin yang ada di rahim Aira, tetapi sekarang Aira entah dimana. mungkin ini salah satu hukuman untuk kak David agar jangan selalu mempermainkan wanita. Dia tidak sadar jika dirinya juga memiliki seorang adik perempuan.


"Jaga ucapanmu Avena, kamu masih kecil kamu belum tahu apa-apa.


"Iya!" saya memang masih kecil dan masih tetap kecil di mata kalian. Kak David saja yang selalu kalian bangga banggakan. Tetapi gak David sendiri yang mencoreng nama keluarga.


"Apa Papa sama Mama Tau apa yang sudah diperbuat kak David. Kak David tahu hanyalah berfoya-foya. Sekarang tau sendiri akibat Apa yang dilakukannya selama ini. Setiap apa yang kita perbuat pasti akan mendapat balasan sesuai dengan apa yang kita perbuat.


Jadi Avena mohon, jangan terlalu membela Kakak David. Karena itu, yang akan membuat kak David semakin besar kepala. Bahkan dia akan melakukan kesalahan yang sama jika papi sama mami selalu membantunya dan mendukungnya walaupun perbuatannya itu melanggar norma agama.


"Seharusnya sebagai orang tua Papi dan Mami harus bijak menangani anaknya. Tidak seperti yang kalian lakukan kepada kakak David yang selalu permintaannya kalian turuti." ucap Avena karena dirinya sudah sangat emosi dan tidak tahan lagi dengan perbuatan-perbuatan yang kakaknya lakukan. Karna selama ini, kak David selalu mempermainkan setiap wanita yang pernah dekat dengannya.


"Cukup avena!" jangan sok pintar kamu. Tahu apa kamu mengenai kehidupan ini jangan menggurui kami." Bentak Ibu Canada kepada Avena. Avena langsung terdiam dan memilih meninggalkan kedua orang tuanya begitu saja di dalam mobil. Ia memilih menaiki taksi online entah untuk kemana tujuannya. Yang pasti saat itu Avena ingin sekali menghindar dari kedua orangtuanya.


"Terus aja kalian membela dia, lebih baik kalian tidak perlu menganggap Avena anak kalian. karena Avena tahu sejak dulu kalian tidak pernah tulus menyayangi aku."gumam Avena ketika dirinya sudah turun dari mobil dan menaiki taksi online. Sementara sopir pribadi kedua orangtua Avena melajukan mobilnya ke rumah utama keluarga David.


Tiba-tiba di perjalanan taksi online yang ditumpangi oleh Svena mogok, sehingga Avena memilih untuk turun di tengah jalan. Zidan yang kebetulan melintas di sana bersama Yuli. langsung menghampiri Avena, yang kebetulan jalanan itu sangat sepi.


"Ini pak!" taksi Saya sedang mogok sementara Nina ini belum sampai ke tujuannya. Kasihan dia harus terlalu lama menunggu disini." ucap driver taksi online itu kepada Zidan.


"Mbak mau kemana? biar kami antar langsung ke rumah Mbak!


"Maaf tapi saya tidak ingin merepotkan kalian." sehut Avena


"Tidak kok, kita tidak merasa direpotkan. daripada Mbak harus lama menunggu disini lebih baik mbak ikut kita."ujar Yuli kepada Avena.


Tetapi ketika Avena ingin menaiki mobil milik Zidan, Zidan melihat tahi lalat yang ada di belakang daun telinga Avena.


"Tahi lalat itu persis seperti tahi lalat adikku!" Zidane bermonolog sendiri.


Ia pun langsung duduk di bangku kemudi dan melajukan mobilnya kembali.


"Maaf Mbak kalau boleh tahu Mbak tinggal di mana supaya kami antar."

__ADS_1


"Maaf tapi saya hari ini, tidak ingin pulang ke rumah, Saya sedikit ada masalah kepada orang tua saya." ucap Avena berterus terang.


"Tapi tidak bagus lari dari masalah Mbak,


"Iya saya tahu itu, tapi Sepertinya saya ingin menenangkan diri dulu daripada harus ketemu dan melihat kedua orang tua saya yang selalu membela Kakak saya walaupun itu sudah salah. Jadi daripada emosi lebih baik saya menghindar dulu.


"Zidan tetap memperhatikan Avena dari kaca spion mobil. Ketika dirinya melihat Avena Ia merasa Avena tidak asing baginya. Apalagi ketika dirinya melihat tahi lalat yang di belakang daun telinga Avena membuat Zidan semakin penasaran dengan sosok Avena.


"Maaf mbak sebelumnya kita belum kenalan Kalau boleh tahu nama Mbak Siapa tanya Yuli kepada Avena.


"Nama saya Avena, saya kerja di salah satu rumah sakit yang ada di kota ini.


"Saya Yuli, asisten Pak Zidan di kantor Dirgantara group.


"Dirgantara grup?


"Iya mbak!" apa Mbak mengetahui kantor itu?


"Iya, saya tahu!


"Apa kamu mengenal pemiliknya?


"Kenal sih cuman kenal begitu saja sepertinya Rumah Sakit tempat saya bekerja milik Dirgantara Group juga. jadi saya mengetahui sedikit mengenai dirgantara group.


"Apakah kamu bekerja di Rumah Sakit Dirgantara?


"Iya, saya bekerja di sana baru sekitar enam Bulan Setelah saya lulus fakultas kedokteran." ucap avena sembari menatap Yuli dengan tatapan intens.


"Berarti mbak seorang Dokter dong?" tanya Yuli penasaran


"Avena menganggukkan kepalanya pertanda tebakan benar adanya


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2