
Zidan yang mendapat perintah dari Surya untuk melihat perkembangan kasus hukum yang yang dijalani oleh dokter Robert dan juga Ibu Maria. Zidan benar benar melaksanakan Tugas dan tanggungjawabnya. Ia langsung pergi ke kantor Polisi untuk mengetahui tindakan dari pihak kepolisian terhadap Dokter Robert setelah pertemuan Zidan dengan pihak Kepolisian beberapa hari yang lalu.
Setelah Zidan berada di kantor polisi, ternyata pihak kepolisian benar-benar menjalankan tugasnya. Karena ancaman dari Zidan yang mengatakan kalau kasus yang menimpa dokter Robert dan Ibu Maria akan diviralkan dan dinaikkan ke mahkamah Agung. Hal itu membuat pihak kepolisian ketar ketir karna Meraka sangat mengetahui siapa Surya sebenarnya, mereka tidak ingin terlibat masalah dengan keluarga Dirgantara langsung menahan dokter Robert kembali.
Sementara Ibu Maria dan dokter Robert yang merasa dipermainkan oleh pihak kepolisian pun murka. Mereka berteriak-teriak kepada pihak kepolisian untuk mengembalikan dua kali lipat dari bayaran yang mereka berikan sebelumnya. Tetapi pihak kepolisian sama sekali tidak menggubris. Justru mereka menuduh kalau dokter Robert dan keluarga ingin mempermainkan hukum yang berlaku di negara ini.
"Apa maksud kalian, kalian sudah menerima.uang jaminan agar saya di bebaskan dari sini!"
"Mengapa kalian menangkap saya lagi?
"Kalian tau, kalian berhadapan dengan siapa?
"Maaf pak, kami hanya menjalankan tugas sesuai dengan prosedur dan hukum yang berlaku di negara ini." ucap AKBP Ferry kepda dokter Robert.
"Tapi mengapa Kalian menerima uang jaminan dari keluargaku?
"Saya tidak tahu menahu tentang uang apa yang bapak bicarakan. Yang pasti disini saya hanya menjalankan tugas dan tanggung jawab selaku petugas kepolisian yang bertugas disini." ucap AKBP Ferry dan langsung memborgol dokter Robert kembali.
Dokter Robert meronta ronta ingin segera dibebaskan. Ia tidak ingin kembali merasakan dinginnya jeruji besi. Sehingga dirinyapun menawarkan kepada AKBP Ferry untuk memberikan uang jaminan yang lebih besar lagi agar dirinya tidak ditahan kembali.
"Aku akan memberikan lima puluh persen harta kekayaaku kepada kalian ,asal kalian membebaskan aku dari jeratan ini." ucap dokter Robert kepada AKBP Ferry.
Tetapi AKBP Ferry sama sekali tidak menggubris apa yang dikatakan oleh dokter Robert dan langsung membopong dokter Robert ke mobil Dinas kepolisian dibantu dengan rekannya.
"Saya tidak akan memaafkan kalian,jika saya sudah bebas dari sini, saya akan memberi perhitungan kepada kalian.
__ADS_1
Semetara Zidan sudah berada di kantor polisi ingin mengetahui kelanjutan kasus hukum yang dijalani oleh Surya langsung menemui pihak kepolisian.
"Merekapun menyakinkan kalau dokter Robert akan dihukum sesuai dengan undang undang yang berlaku.
****
Dikediaman pak Alberto, Surya, Maya dan juga mami Yolanda tampak sudah tiba rumah pak Alberto. Bintang yang sudah melihat kehadiran Maya dan Surya disana langsung berlari.
"Mami......
"papi.....
"Oma....
Panggil Bintang berteriak sembari berlari kepelukan surya.
"No mom....mami juga." ucap Bintang sambil beralih memeluk Maya.
"Kamu ya sayang.....baru saja putriku memelukku sudah komplain seperti itu." gerutu Surya yang masih ingin dipeluk Bintang.
Bintang melepas pelukannya dari Maya, lalu beralih kepda mami Yolanda. Bu Nurhayati dan pak Alberto langsung tersenyum melihat interaksi cucunya begitu dekat kepada Surya dan juga mami Yolanda. padahal mereka mengkawatirkan kalau mami yolanda tidak mau menerima kehadiran Bintang ditengah tengah rumah tangga Surya dan Maya.
Tetapi dugaan mereka salah. Bintang bisa merebut hati mami Yolanda sehingga mami yolanda benar benar menyayangi dan menerima Bintang menjadi cucunya. Maya juga sangat bersyukur tenyata putrinya sangat pintar untuk mencuri hati mami Yolanda.
"Mas....." Maya tidak nyangka Bintang sedekat itu kepda papi." bisik Maya tepat ditelinga Surya. Surya hanya mengebangkan senyumnya agar mami Yolanda tidak mendengar apa yang mereka bicarakan.
__ADS_1
"Mau Sampai kapan masih berdiri? yuk duduk." ucap pak Alberto
"Oh iya sampai lupa, ini ada makanan di masak mami Yolanda untuk papi, ibu dan Bintang." ucap Maya sembari langsung menyodorkan rantang yang mereka bawa sebelumnya dari rumah Utama keluarga Dirgantara.
"Wah..... Ibu Yolanda sampai repot-repot seperti ini ucap Alberto kepada Mami Yolanda.
"Tidak apa-apa Pak!" lagian tadi sekalian masak kok. supaya cucu saya Bintang juga memakan masakan dari Omanya."
"Iya kan sayang...." ucap mami Yolanda sambil mengembangkan senyumnya ke arah Bintang. Pak Alberto pun meminta kepada Bu Nurhayati untuk menghidangkan makanan yang dibawa oleh Maya kepada mereka. Karena kebetulan pak Alberto dan Bintang juga belum sarapan.
Setelah Pak Alberto mencicipi masakan yang dibawa oleh Maya. Pak Alberto merasa sangat terkejut. Dan langsung menatapnya dengan intens.
"Ada apa Pi?
"Masakannya sama dengan masakan Mami Anjani kan?
Pak Alberto menganggukkan kepalanya sambil heran mengapa Maya mengetahui hal itu.
"Iya ini masakan Mami Yolanda sahabat baik Mami sewaktu duduk di bangku SMP dan SMA ucap Maya membuat Bu Nurhayati dan juga Pak Albert sangat terkejut.
"Maksud kamu apa nak?
Mami Yolanda pun menjelaskan kepada Pak Alberto mengenai hubungan mami Yolanda dengan ibu Anjani Aguilera. Pak Alberto langsung meneteskan air matanya. Ia mengingat sosok almarhumah istrinya yang begitu ia cintai dan sayangi.
Bersambung......
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏