
Rossi langsung berlalu dari ruang kerjanya. dan berpamitan kepada sahabatnya yang bekerja di Dirgantara Group. Dengan menggunakan taksi online yang sudah ia pesan sebelumnya, Rossi pergi menemui Zidan di rumah yang ditempati Zidan dan Yuli.
Rossi sengaja menggunakan Taksi online agar tidak ada curiga kepadanya, Bahwa Yuli ingin menemui Zidan siang itu. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit, dengan menggunakan Taksi online yang sudah dipesan Rossi sebelumnya, Rossi tiba di rumah Zidan.
Rossi mengetuk pintu rumah Zidan. dan asisten rumah tangga pun membuka pintu rumah Zidan. Yang mana Zidan saat ini sedang istirahat di kamar. Ia sama sekali tidak mengetahui kedatangan Rossi saat itu. Ketika asisten rumah tangga, membuka pintu untuk Rossi, asisten rumah tangga itu pun begitu terkejut karena dirinya sama sekali tidak mengenali Rossi.
"Maaf cari siapa ya?" tanya Bi inem kepada Rossi.
" Saya Rossi teman satu kantor Pak Zidan. Apa Pak Zidan nya ada? tanya Rossi kepada asisten rumah tangga itu. asisten rumah tangga itu menatap Rossi dengan tatapan penuh tanya. Ia pun tidak percaya begitu saja kalau Rossi merupakan teman satu kantor Zidan di kantor Dirgantara Group.
"Pak Zidan memang ada, tetapi sepertinya tidak bisa diganggu karena Pak Zidan saat ini sedang istirahat di kamar. ucap asisten rumah tangga itu, kepada Rossi. Rossi pun membujuk asisten rumah tangga itu agar segera mengizinkannya menemui Zidan saat itu.
"Maaf tapi Pak Zidan sekarang masih istirahat Saya tidak berani membangunkannya. Jika anda mau menunggu Silakan tunggu saja di sini." sahut asisten rumah tangga itu, sembari berlalu ke dapur. Kemudian asisten rumah tangga itu pun menghubungi Yuli secara diam-diam. Dan memberitahu kalau ada seseorang teman satu kantor mereka datang menemui Zidan.
Yuli pun merasa kebingungan mendapat kabar dari BI inem ada seseorang teman sekantor mereka menjenguk Zidan ke rumah. Yuli penasaran Siapa yang datang ke rumah Zidan saat itu. Sehingga Yuli pun meminta asisten rumah tangganya untuk mengirimkan foto siapa yang datang menemui Zidan saat ini.
Asisten rumah tangga itu pun menuruti apa Katakan Yuli, dan Yuli pun begitu terkejut melihat Rossi ada di rumahnya saat ini. padahal sebelumnya Rossi telah mengatai Yuli kalau Yuli bukanlah istri yang baik untuk Zidan.
"Ngapain Rossi menemui mas Zidan? tanya Yuli dalam hati.
Zidan sama sekali belum mengetahui kehadiran Rossi di sana. Ketika dirinya berniat untuk mengambil air minum ke dapur, Zidan mendengar suara asisten rumah tangganya sedang berbicara dengan seseorang.
Sehingga dirinya pun penasaran siapa teman asisten rumah tangganya berbicara di ruang tamu. Zidan pun akhirnya menghampiri Bi inem bersama Rossi.
__ADS_1
"Rossi?"pekik Zidan merasa heran melihat kehadiran Rossi di sana.
"Eh Pak Zidan sudah bangun Ternyata!" apa kabar Pak?" ucap Rossi sambil langsung memeluk Zidan. Hal itu membuat asisten rumah tangga itu menatap Rossi dengan tatapan penuh tanya. Ia merasa heran ada hubungan apa Zidan dengan Rossi.
Tolong jaga sikap kamu Rossi!" kita bukan muhrim. Saya sudah menikah dan memiliki istri." ucap Zidan dengan tegas dan langsung berusaha melepaskan pelukan Rossi.
"Tapi Saya merindukan kamu Zidan!" sahut Rossi tanpa ada rasa malu sedikitpun.
"Maaf Ada apa kamu datang ke rumah saya? tanya jidan penasaran Mengapa tiba-tiba Rossi ada di rumahnya.
"Saya hanya mengkhawatirkan kondisi Kamu Zidan." ucap Rossi sambil memberikan parcel buah yang ia bawa kepada Zidan.
"Terima kasih kamu sudah mengkhawatirkan saya. Tetapi kamu tidak perlu mengkhawatirkanku. Karena sudah ada istri saya untuk mengurus dan memperhatikan saya." ucap Zidan kepada Rossi membuat Rossi sedikit kesal dengan ucapan Zidan kepadanya.
"Bagaimana mungkin kamu menyuruh saya tidak mengkhawatirkan kamu. Saya sangat khawatir kepada kamu. Karena saya sangat mencintai kamu. Kamu pasti sudah sangat mengetahui kalau saya sangat mencintai kamu dari dulu.
Tetapi kamu selalu menolakku. Apa kekuranganku? apa dia lebih baik dariku? sepertinya tidak! aku lebih cantik darinya. Yuli tidak ada apa-apanya dibandingkan aku. Mengapa kamu harus memilih Yuli menjadi istrimu? kalau aku jadi kamu lebih baik aku menceraikan Yuli.
karena dirinya hanya bisa menuntut dan menuntut kamu." ucap Rossi seolah dirinya manusia paling benar dan ingin menghasut Zidan. Agar Zidan segera menceraikan Yuli secepat mungkin. Rossi juga mengatakan kepada Zidan, kalau Yuli saat ini sudah memiliki hubungan khusus dengan Washington.
Padahal Washington merupakan suami sahabat Yuli sendiri yaitu Aira.
"Jangan pernah memfitnah istri saya. saya tahu betul siapa istri saya. Jadi lebih baik kamu sekarang kamu pulang. Sebelum istriku pulang dan melemparmu keluar.
__ADS_1
"Hentikan omong kosongmu ini aku tidak pernah mencintaimu. lebih baik kamu mencari pria lain yang masih single. Untuk itu Jangan pernah mengusik rumah tangga kami. hubungan kami baik-baik saja. Tidak seperti yang kamu katakan." ucap Zidan berusaha menahan emosinya. Karena Rossi Sudah berani memfitnah istrinya. Istri yang sangat ia cintai.
"Kamu mau bukti kalau Yuli saat ini sedang menjalin hubungan dengan Washington?" ucap Rossi memprovokasi Zidan kalau Yuli dan Washington saat ini memiliki hubungan khusus. Yuli pun memberikan foto Yuli dengan Washington yang sedang berdekatan.
Padahal saat itu Yuli dan Washington hanya sekedar memberikan pandangan kepada Yuli. karena Yuli terlihat sedih ketika mendapat gunjingan dari Rossi dan teman-teman satu divisi dengannya. Yang mengatai dirinya seorang istri yang tidak becus.
Washington saat itu hanya memberikan motivasi agar Yuli tidak mendengar omongan orang lain, Ia Hanya mengingatkan Yuli kalau Yuli harus mempertahankan rumah tangganya walau dalam situasi apapun.
Ketika Rossi memberikan foto yang ada di layar ponselnya kepada Zidan, Zidan mengembangkan senyumnya. Ia sangat mengetahui apa yang dilakukan Washington saat difoto oleh Rossi bersama Yuli.
"lebih baik kamu pulang sekarang juga. Saya tidak suka kamu terus memfitnah istri saya. dengan begitu saya menjadi jijik kepada kamu. Aturan saya menaruh simpati kepadamu. Sekarang saya semakin membencimu. Karena kamu berani memfitnah orang-orang yang aku sayangi.
Kamu tidak tahu bukan? Washington itu siapa bagi kami? asal kamu tahu ya, kalau Washington itu merupakan adik ipar Yuli sendiri. Jadi jangan pernah kamu memfitnah keduanya. Saya tidak akan termakan omongan kamu. Lebih baik kamu keluar dari sini sekarang juga." ucap Zidan karna Zidan sudah semakin emosi.
Tetapi Rossi seolah tidak peduli kalau saat ini Zidan sudah emosi terhadapnya. Bahkan dirinya pun langsung memeluk Zidan di saat itu. Ketika Rossi memeluk Zidan, Yuli pun tiba di rumah. Setelah mendapat telepon seluler dari asisten rumah tangganya. Saat itu juga Yuli pulang ke rumah menghampiri Zidan.
Bersambung......
hai Hai readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
jangan lupa like coment vote dan hadiahnya ya.
sambil menunggu novel ini up yuk mampir ke karya emak yang lain
__ADS_1