
"Apa mas tidak berniat untuk mencari tahu keberadaan Aira sekarang di mana?
"Jika saya mencarinya pasti dia tidak akan mau bertemu saya. Karena saya sudah sangat menyakiti hatinya. Jujur sekarang Aku sangat menyesal telah meninggalkan Aira. begitu saja dengan kehamilan Aira yang aku lakukan sendiri. Tetapi Semuanya sudah terlambat tidak ada artinya penyesalan lagi." ucap David kepada Laura.
" Tidak ada salahnya mas mencari keberadaannya. Entah dia mau memaafkan mas atau tidak itu tidak masalah. Yang penting mas ada niat untuk meminta maaf kepada Aira. Tapi jika Aira tidak memberikan hak asuh anaknya kepada mas, mas tidak bisa memaksakan kehendak. Karna dari awal mas sudah menolaknya dan meminta Aira untuk menggugurkannya. Itu sama saja mas meminta Aira untuk membunuh.
"Sama halnya dengan yang Laura alami sekarang ini. Lelaki yang dulunya aku cintai tega mencampakkan ku dan memilih menikahi wanita lain. Padahal Laura sudah saat itu sudah memberitahu kepadapnya kalau Laura mengandung benihnya. Ucap Laura kepada David sambil mengusap perutnya yang sudah mulai terlihat.
"Sudah lah tidak perlu bersedih lagi. lebih baik kita makan habis itu kita istirahat. kebetulan aku sudah masak tadi untuk makan malam." Ujar Laura.
"Kamu bisa masak?
"Laura seorang wanita. Wajar dong Laura tau, walau rasanya tidak seperti masakan di restoran. Tapi untuk masakan kampung sih lumayan lah buat ganjal perut." ucap Laura sambil mengebangkan senyumnya.
"Jadi penasaran gimana rasanya masakan kamu." sahut David sambil mengikuti langkah Laura keruang makan.
"Oh Iya, Avena dimana kok belum pulang ya?"
"Mungkin masih ada pasien yang ingin ia tanganin." sahut Laura
Kemudian Laura menghidangkan makan malam untuk David membuat David merasakan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya. Ia merasa seolah memiliki istri sesungguhnya. David sudah sangat nyaman bersama Laura. Tetapi ia enggan mengungkapkan rasa cintanya kepada Laura. karna David sadar akan keadaannya sekarang.
Apalagi Laura sudah tahu keadaan David uang sebenarnya. Kalau David tidak akan bisa memiliki keturunan lagi."
"Ada apa mas? kok mas melamun? dimakan dong." ucap Laura karna melihat David melamun.
"Eh maaf!" sahut David sambil kembali memakan makanan yang sudah disediakan oleh Laura.
"Masakan mu enak. Biasa nambah tidak?
"Bisa dong mas."
__ADS_1
"Jujur mas tidak pernah makan selezat ini, sampai nambah " ucap David sambil menghabiskan nasi yang ada didalam piringnya.
"Kalau mas mau nambah, tambah aja mas. Laura malah senang bangat kalau mas suka dengan masakan Laura. " sahut Laura.
Trimakasih banyak ya, sudah masak makanan yang lezat buat mas." sahut David sambil mengebangkan senyumya.
****
Setelah selesai makan malam, Laura membersihkan piring bekas Makan mereka. Dibantu oleh David.
"Sudah mas biarkan Laura saja."
"Sudah tidak apa, kamu sudah capek sedari tadi menyiapkan makan malam untuk mas. Kamu harus banyak istirahat Karna kamu sedang hamil " ucap David .
"Tidak apa apa mas.
"Sudah kamu duduk saja, biarkan mas yang mengerjakannya."
"Cie cie cie suami idaman." celetuk Dokter Avena yang tiba tiba masuk kedapur. karna mereka tidak menyadari kepulangan Dokter.
"Eh Bu dokter sudah pulang?sapa Laura
"Kamu sudah pulang? kok sampai malam begini?tanya David.
"Iya kak!" tadi ada beberapa pasien harus melahirkan operasi. Jadi Laura tidak bisa menunda." sahut Dokter Avena
"Ya sudah kamu mandi gih, bau soalnya." goda David sambil menutup hidungnya membuat Dokter Avena kesal kepada David.
"Is Dasar kakak tidak ada ahlak." gerutu Avena.
"Sudah mandi sana, tidak perlu menggerutu begitu." sahut David membuat Avena semakin kesal.
__ADS_1
Tetapi David tertawa cengengesan. Sementara Avena melangkah masuk ke kamarnya sambil menggerutu.
"Mas kok gitu sih ngomong sama Bu dokter?
"Biarin aja, mas sudah rindu menjahili adik kecilku itu." sahut David sambil mengebangkan senyumnya.
Laura hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol David yang membuat Dokter Avena. Sambil melangkah ke arah ruang tamu berniat untuk memanjakan matanya dengan menonton salah satu sinetron kesayangannya yang tayang di salah satu televisi swasta.
David mengikuti Laura ikutan menonton TV.
"Ngak ada siaran lebih enak daripada ini ?" ucap David karna David melihat Laura menonton salah satu sinetron yang tayang saat itu sangat serius dan terbawa suasana. hingga Laura meneteskan air matanya. Karna menonton sinetron yang kebetulan saat itu peran sedih.
"Kamu kenapa sampai menangis seperti itu?
Laura terdiam tidak menjawab netranya terus menatap keluar televisi.
"Kamu ini bisa ya karna menonton nangis, dibodoh dibodohi sinetron pun kamu. makanya jangan nonton sinetron beginian yang tak berbobot." ucap David sambil menghapus air mata Laura menggunakan tissue yang ada diatas meja.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya
jangan lupa like coment dan votenya ya
Trimakasih......
Sambil menunggu novel ini up lagi, yuk mampir ke karya teman emak. Ceritanya seru loh."
DIA TIDAK PERNAH MENEMUKAN KEBAHAGIAAN DALAM PERNIKAHANNYA KARENA SIKAP ISTRINYA. TAPI DIA MALAH BERTEMU DENGAN SOSOK WANITA LAIN YANG MAMPU MEMBAWANYA LEBIH NYAMAN, APAKAH YANG HARUS DIA LAKUKAN? MEMILIH SETIA DALAM PERNIKAHAN NERAKA ATAU MENDUA UNTUK MENGGAPAI SURGA?
Reyhan rela menikah dengan istrinya yang kejam demi membayar hutang sang ayah. Namun, pernikahan Reyhan tidaklah seperti pernikahan pada umumnya. Belasan tahun menikah dikaruniai dua orang anak, tapi tak pernah sekalipun dia menyentuh istrinya. Sejak bertemu Hanna kehidupan Reyhan mulai berubah. Bagaimana nasib pernikahannya dengan istri kejamnya? Ataukah dia lebih memilih Hanna sebagian teman dalam hidupnya? Lalu anak siapakah keduanya?
__ADS_1